Archive for February, 2011

Energi dan Pangan, (seharusnya) kita rajanya


Notes ini juga diikutsertakan dalam lomba essay Panggung Rakyat. Semoga dapat menginspirasi.

————————————————————————————————————————————————-

Energi dan pangan adalah 2 hal utama yang dibutuhkan oleh manusia saat ini. Namun, 2 hal itu pula yang semakin sulit didapatkan di Negara Indonesia ini. Energi, yang sampai saat ini masih didominasi oleh bahan bakar minyak, semakin mahal dan langka untuk didapatkan. Persebaran yang tidak merata seolah – olah dimaklumi karena kita adalah negara kepulauan, sehingga sangat sulit dan mahal dalam hal pendistribusiannya. Bahan bakar minyak dengan mudah mampu didapatkan di kota besar, namun semakin jauh dari kota besar akan semakin sulit didapatkan. Hal itulah yang akan terus terjadi jika kita tidak mulai melirik potensi – potensi yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia.

Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Garis pantai sepanjang ±81.000 km, daratan seluas ±191 juta hektar, dan teritori laut seluas ±473 hektar menjadikan Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam nomor 1 di dunia. Letak Indonesia yang berada di daerah tropis membuat negara ini mendapatkan sinar matahari dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Tempat yang nyaman bagi makhluk hidup untuk berkembang biak di negara ini. Jangan heran jika keanekaragaman flora dan fauna negara ini pun sangat beragam. Tuhan sangat baik pada negara ini.

Lalu, kenapa masalah energi dan pangan dapat muncul di negeri ini? Mungkin negara ini sedang mengalami sebuah fenomena yang disebut paradoks keberlimpahan. Paradoks keberlimpahan adalah keadaan dimana suatu negara yang dianugerahi kekayaan alam hebat seringkali tak mampu mendayagunakan keberlimpahan itu untuk menjadikannya negara bangsa yang adidaya dan makmur sejahtera. Pembangunan dan kemajuannya malah tertinggal. Kekayaan alam berbeda dengan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah kekayaan alam yang termanfaatkan atau terdayagunakan dengan baik. Kekayaan alam akan tetap menjadi kekayaan alam jika tidak ada yang mengolahnya.

Sedikit contoh tentang berlimpahnya kekayaan alam di Indonesia. Dewasa ini pengembangan biofuel semakin marak. Brazil, negara dengan kekayaan alam nomor 2 di dunia, adalah contoh negara yang berhasil dalam mengembangkan biofuel. Negara Indonesia sangat mungkin untuk bisa seperti Brazil. Indonesia kaya akan tumbuhan penghasil sumber biodiesel (bahan bakar pengganti solar) maupun bioethanol (bahan bakar pengganti bensin). Indonesia memiliki singkong, tebu, sorgum manis, nipah, sagu, ubi jalar, dan banyak jenis tanaman lain sebagai sumber bioethanol. Jarak, kelapa sawit, kelapa, kemiri sunan, kapas, kasumba, dan banyak lagi jenis tanaman yang merupakan sumber biodiesel. Namun, minyak – minyak nabati itu akan tetap ada pada tempatnya jika tidak ada yang mengambil. Kekayaan alam tidak akan berubah menjadi sumber daya alam dengan sendirinya jika tidak ada yang mengusahakan.

Masalah energi memang bukanlah masalah yang sederhana. Pengadaan energi sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Pengembangan biodiesel dan bioethanol memang tidak akan menyelesaikan masalah energi dalam waktu dekat. Masih dibutuhkan penelitian – penelitian lebih lanjut agar biodiesel ­­dan bioethanol ini dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar minyak. Namun, tidak ada salahnya pemuda – pemuda bangsa mengenal hasil – hasil alamnya sendiri agar tergerak keinginannya untuk memajukan negaranya dengan hasil alam yang ada di negaranya pula.

Tidak hanya energi, ketersediaan pangan pun seharusnya bukan menjadi masalah yang besar di negara ini. Sebagai contoh, Indonesia termasuk ke dalam 3 besar negara penghasil kakao di dunia. Namun, mengapa coklat yang terkenal adalah yang berasal dari Swiss. Semakin ironis ketika kenyataan mengatakan bahwa Swiss tidak memiliki tanaman kakao. Banyak lagi contoh tanaman yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan. Mengapa kita terus memuja produk pangan rasa jeruk mandarin atau apel washington padahal tanaman itu tidak ada di negara ini? Mengapa tanaman yang ada di Indonesia seperti kesemek dan aren diacuhkan dan tidak dikembangkan? Ketika bangsa ini mulai senang makan mie instan yang bahan bakunya adalah gandum, mengapa tidak mencoba membuat mie instant yang berasal dari tepung singkong.

Bukan hanya itu saja potensi tanaman negara ini sebagai bahan pangan. Pewarna dan perasa alami makanan juga bisa didapatkan dari tanaman asli Indonesia. Survey membuktikan bahwa rasa yang paling disukai oleh masyarakat dunia adalah rasa vanilla. Tahukah bahwa perasa vanilla alami itu dapat dibuat dari tanaman cengkeh? Target produksi cengkeh Indonesia tahun 2011 adalah 80.000 ton. Sangat cukup untuk dikembangkan menjadi industri perasa vanilla. Tapi perasa vanilla itu akan tetap berada di dalam cengkeh sampai ada tangan – tangan kreatif yang mengambilnya.

Seperti telah disebutkan di atas, minyak – minyak nabati itu akan tetap berada di tempatnya sampai ada yang mengambil. Perasa vanilla itu akan terus berada di dalam cengkeh sampai ada yang mengambil. Apakah kita sendiri yang akan mengambilnya? Atau apakah kita akan menunggu sarjana – sarjana asal Jepang dan Amerika Serikat yang mengambil potensi – potensi itu? Tuhan sangat baik pada negara ini. Tuhan telah memberikan segalanya pada negara ini. Negara ini hanya perlu mengambil apa yang telah disediakan. Negara ini hanya perlu memikirkan bagaimana mengubah kekayaan alam menjadi sumber daya alam.

Bagaimana pemuda Indonesia? Siapkah kita memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh Sang Pencipta? Semua itu ada dekat dengan kita. Semua itu ada di sekitar kita. Hal yang dibutuhkan adalah kearifan, kecerdikan, keuletan, kepintaran, dan budi pekerti. Negara ini adalah milik kita. Tidak ada orang lain lagi yang akan memikirkan kemajuan negara ini jika bukan kita.

 

Note : Sumber – sumber dari tulisan ini didapatkan dari kuliah Teknologi Kemurgi dan Industri Pangan oleh Dr. Tatang H. Soerawidjaja serta Pengembangan Produk Pangan oleh Dr. Yazid Bindar.

Advertisements

Quote


Entah kenapa saya sangat mengagumi sekali quote di atas. Sampai2 gambar di atas menjadi wallpaper laptop saya.

When I get sad, I stop being sad and be awesome instead. True Story.

hmmmm apa ya berasa kalo kekuatan pikiran atau logika kita lebih besar ketimbang kekuatan perasaan.

Sering lah ya kita sedih mah. Kadang2 hal yang terjadi ga sesuai nih ama harapan. Gapapa sedih mah, sok aja. Tapi cukup 5 menit aja sdihnya. Setelah itu kita harus kembali menjadi seseorang yang AWESOME!!!

karena toh mau kita sesedih apapapun juga keadaan mah ga akan berubah lah ya.

Kalo kata AA GYM mah “kalo nasi sudah menjadi bubur jangan terus disesali, tapi pikirkan bagaimana membuat bubur itu menjadi bubur ayam spesial”

Ato kalo kata temen saya yang namanya Abdul Rachman mah “yasudah sekarang mah jangan mendramatisir masalah, tapi pikirkan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut”

Wah klo kita udah melakukan kaya 2 quote di atas jelas kita akan kembali AWESOME!! dan itu adalah LEGEND….wait for it….DARY!!! LEGENDARY!!! (korban Barney Stinson di how i met your mother nih saya, tapi korban jadi suka istilah2nya dia aja ya,,bukan korban2 dia kaya di filmnya).

hmmm sedikit saran biar siap untuk melaksanakan quote2 yang barusan. Kalo dari tadi saya minjem quote orang2 sekarang saya pake quote sendiri deh…beneran ini ga nyontek,,tapi misalnya udah ada ya maap2 aja ehhee

“Lakukan yang terbaik persiapkan yang terburuk”

Yak, apapun yang saya lakukan saya berusaha melakukan yang terbaik…Sama seperti yang tertulis dalam lagu angkatan Teknik Kimia ITB 2007 “Biarpun kami bukan yang terhebat, tapi kami kan lakukan yang terbaik”

Tapi tetap saja keputusan mah kan Tuhan yang ngatur. Dan bisa aja kan kita dikasih yang terburuk. Jadi siapin aja dari awal diri dan hati kita sama keputusan terburuk itu. Kalo udah gitu mah tar klo kita beneran dikasih yang terburuk kita sedihnya cukup 5 menit aja…ato bahkan 4 menit 27 detik aja. Setelah itu kita bisa menemukan solusi dengan memakan bubur ayam spesial secara AWESOME (ceritanya sok2an ngegabungin 3 quote di awal ahhaah).

Saya sudah bukan senator lhooo


17 Oktober 2010…resmi sudah saya menunaikan jabatan senator HIMATEK selama 1 tahun.

Yah notes ini mah cuma cerita tentang memori – memori saya selama jadi senator…ya biar pas saya tua nanti,,saya lagi iseng2 buka blog..bisa mengingat2 lagi masa jadi senator ini. Jadi bagi yang baca trus menganggap ini ga penting ya saya mohon maaf 😀

Kalo awal ngomongin tentang saya jadi senator tuh pasti jadi inget kisah awal saya pengen naek sebenernya. Senator, suatu jabatan yang saya hindari ketika awal – awal saya ada di HIMATEK. Iyalah,,dulu saya mikirnya senator itu rapatttttt mulu kerjaannya (saya kan ga suka rapat),,padahal setelah dijalani iya sih rapat mulu..hehehe.

mulai timbul ide pengen jadi senator itu setelah ikut forsil yang tema nya saya lupa,,tapi yang saya inget disitu Kang Fikri Irsyad ngomong sesuatu yang bikin saya terpikir untuk jadi senator. Ditambah keinginan saya yang ingin mencoba bergaul dalam satu komunitas dengan mahasiswa dari jurusan lain. Mantaplah niat saya menjadi senator. Padahal pengalaman di kemahasiswaan terpusat mah enolbesar lah saya teh. Panitia OSKM kaga ikut, jadi panitia panpel ga pernah, ya pernah ikut ganesha muda sih gara2 saya ketua angkatan, tapi ya itu juga kaga pernah datang ehehe.

Sampai suatu saat benar2 kenyataan saya terpilih. Adri, Senator sebelum saya, yang memang sudah bosan karena 2 tahun menjadi senator menyerahkan amanah itu kepada saya. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup, saya datang tanpa didampingi adri. Saya ingat agenda pertama saya menjadi senator adalah ketika audiensi panitia pemira dengan massa kampus. Ya bisa ditebak lah,,disitu saya hanya terbengong2 sambil mencoba mengerti apa maksud pembicaraan di agenda tersebut.

Yak, kongres 0910 menjadi tempat saya beradaptasi pertama kali ketika saya menjadi senator. Puncaknya, adalah ketika LPJ akhir tahun kabinet 0910. Sebagian besar kongres 0910 sudah berganti menjadi muka – muka baru. Sedangkan kabinet tetaplah pemain lama (ya buat saya sih muka – muka baru juga,,orang baru kenal,,kecuali bengbeng tentunya). Ya kejadian berikutnya tidak perlu diceritakan lah,,biar menjadi pengalaman kami saja (ya ga yon,lim,ky,tom, dan kawan – kawan).

Lalu, kongres 1011 yang benar – benar menjadi keluarga baru saya. Tempat hidup saya mulai berkembang, dari awalnya kosan-himpunan menjadi kosan-himpunan-r33 cc barat. Saya memilih komisi internal. Karena saya tahu kekurangan saya dalam hal pengetahuan tentang kemahasiswaan terpusat akan membuat saya kesulitan jika masuk komwas atau kompersis. Bermodalkan semangat doang lah saya jadi senator mah. Mencoba terus datang setiap ada rapat. Mencoba tidak terlambat walaupun budaya terlambat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Pengalaman “mengerikan” berikutnya adalah ketika alma,sang ketua kongres, berencana pulang ke Sibolga. Tanpa diduga entah sudah bersekongkol atau memiliki dendam terhadap saya. Para senator dengan kompaknya memilih saya sebagai PJS ketua kongres. kalo kata blitz-nya HIMYM mah “awwwww maaaaaaan”. Sejujurnya takut pisan pisan saat itu teh. Faktor pendorong saya cuma 1 “Ini bisa membuktikan kalo HIMATEK juga bisa berbicara di kemahasiswaan terpusat”. Yak, benar..demi HIMATEK..himpunan yang sangat saya cintai. (Maaf ya massa kampus klo niat awalnya ga bener). Cuma 1 bulan sih…2 minggu malah…kan 2 minggunya libur puasa. Tapi bener dah 2 minggu aja cukup. 2 TAP kongres + 1 kali jadi pembicara KM ITB summit I cukup membuat saya salut kepada Alma yang 11 bulan merasakan tekanan ini.

Praktis tidak ada lagi kejadian mengerikan yang saya alami berikutnya. ya paling – paling harus mengorbankan acara himpunan yang seru klo bentrok sama rapat. Sama klo misalnya ada Persib atau Indonesia tanding bola yaaa harus tau tanggung jawab lah. (pengakuan dosa dikit..pas Indonesia lawan Malaysia yang menang 5-1 itu saya lebih milih nonton daripada rapat. Maaf maaf massa him ehhehe).

Pokoknya 1 tahun itu worth it lah. Ga nyesel saya mengurangi waktu main saya (kalo waktu tidur sih ga ngurang,,kan tidur di kelas…ehehe kadang2 doang kokkkk). Pembelajaran sangat banyak. Bochol saat ini Insya Allah lebih baik daripada Bochol sebelum menjadi senator.aminnn.

Yahh walaupun di kongres seringnya saya cuma jadi tim Hore doang. Yang kerjaannya bikin ribut. Bergosip bareng dinda dan Fraksi Pendukung Iyonny (FPI). Ngegosipin affair – affair kongres (eh klo yang lo mah fakta deng din heehhe). Tapi Insya Allah saya dapet banyak pelajaran kok. Trus aspirasi – aspirasi HIMATEK juga saya sampaikan kok. jadi saya ga cuma maen doang kok disana hehehe.

Yah pokoknya makasih banget banget lah buat massa himpunan terutama tim senator Dimjaw, Barry, Passi, Santi, Bangbang, Zaki, Mario, Dito, Jimmy, Eko, Chaki buat bantuannya. Buat BP HIMATEK juga terutama Herdadi yang udah seperjuangan dalam masa kampanye walaupun masa menjabat.

Semua massa TK07 juga yang sangat toleran terhadap ketua angkatannya yang kadang – kadang meninggalkan angkatannya  untuk rapat kongres hehehe.

Senator – senator himpunan lain. Terutama Dinda dan FPI yang beranggotakan Yonny, Tomi, Irvan. Ya semua sih pokoknya mah,,,klo disebut satu – satu panjang euy,,apalagi klo nama panjang yang ditulisin hehehe. Pokoknya klo pernah ada yang sakit hati karena candaan saya ya mohon dimaafkan. Sengaja sih itu,tapi tujuannya biar akrab aja kok 😀 Yah mungkin suatu saat saya bakal kangen rapat bareng malem2 lagi. hehehe

Ya sebegitu saja lah,,,saya mau tidur dulu…pokoknya 1 tahun ini worth it lah. Benar – benar saya keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan kenyamanan tambahan. Hatur nuhun brader sister see you later.

 

re***on


hmmmm saya itu suka minum minuman multi vitamin yang seger2. kaya extra joss, redoxon, kratingdaeng (eh ini multivitamin bukan? ya pkonya minuman kaya gitu lah). Ya ga rutin juga sih..pokonya pas lagi mau aja.

Nahhh di tokema saya melihat ada redoxon dijual per tablet (eh gapapa lah ya dari tadi nyebut merk). beli lah saya 2 tablet.

pas di kosan…air 1 gelas sudah disiapkan…bungkusnya dibuka…ambil tablet…celupin deh ke air…

dan keanehan pun terjadi!!! kok ga larut sih!!!

setelah sempat shock beberapa saat. langsung saya ambil bungkus redoxon tadi..

daaaaaaaaan

“ohh tablet hisap toh”

air diminum…tablet diambil…dihisap

-tamat-

%d bloggers like this: