Happy. Senang. Bahagia. Gembira.

Siapa sih yang gamau merasakan perasaan di atas terus menerus.

Kalau di tulisan sebelumnya saya memberi sedikit saran bagaimana agar kita terbiasa happy dengan berhati – hati terhadap apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Hal yang sifatnya ke arah otak bawah sadar ya. Bagian otak yang tidak bisa kita kendalikan. Kita hanya bisa memberikan input – input ke otak bawah sadar tersebut. Input itu yang akan berpengaruh terhadap apa yang kita pikirkan secara tidak sadar dan mempengaruhi cara hidup kita.

Di tulisan ini saya masih mau ngebahas tentang happiness. Kebahagiaan. Tapi saya mau ngebahas dari sisi otak sadarnya aja sekarang biar bisa terlogikakan dan mudah diserap. Kita bedah dari awal apa sih sebenarnya bahagia itu?

Kenapa sih saya selalu membahas tentang kebahagiaan? Karena menurut saya bahagia bisa dimiliki oleh semua orang. Dengan terbiasa bahagia kita akan senantiasa bersyukur akan nikmat dari Allah. Dan bahagialah yang bisa membuat manusia itu benar – benar hidup. Eh bukan manusia aja sih. Hewan dan tumbuhan juga kalau bahagia mah pasti pertumbuhannya akan semakin bagus.

Ada manusia yang diuji dengan keberlimpahan. Allah memberikan harta yang berlimpah kepada mereka. Mereka inilah yang biasa disebut “orang kaya”. Tapi ada sebagian yang diuji sama kekurangan. Mereka ini yang biasa disebut “orang miskin”. Tapi Allah itu maha adil loh. Mau dia kaya, mau dia miskin tetep aja sama Allah mah dikasih (kemungkinan) bahagia terus. Loh kok ada kata kemungkinan di dalam kurung nya? Soalnya mau orang miskin atau orang kaya, sama Allah mah dikasih akal dan pikiran. Ga dibeda – bedain. “yang ini orang kaya, kasih akal dan pikiran ah. Yang ini mah miskin, ga usah dikasih lah da ga akan dipake juga” da engga. Semua dibagi sama rata. Allah udah adil, tinggal terserah kita mindset seperti apa yang akan ditanamkan terhadap akal pikiran kita. Udah dikasih akal dan pikiran, nah mau dipake ke arah mana. Selalu berpikir bahagia dan bersyukur atau selalu mengeluh?

Nah seperti disebutkan sebelumnya, kalau tulisan sebelumnya membahas ke arah otak bawah sadar, kalau sekarang akan mencoba membahas bahagia dari sisi otak sadar. Pertama kita harus tahu dulu nih bahagia itu apa sih. “define bahagia”.

Ga usah capek – capek deh. Kita buka aja KBBI dalam jaringan, dan hasilnya adalah sebagai berikut :
Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Ga begitu menjawab sih ya (oops). Tapi ya emang mau dijelasin kaya gimana lagi? Rasa senang emang susah sih dijelaskan pakai kata – kata. Semua udah pernah lah merasa senang. Dan udah tau rasanya senang itu bagaimana. Jadi ga usah diperpanjang lagi ya masalah definisi.

Menurut rene suhardono, pakarnya passion, bahagia itu bisa dicapai karena 2 hal. MEANING atau PLEASURE. Kalau mau tahu lengkapnya. Buka youtube deh terus search ” rene suhardono tedx” pasti ada videonya. Inspiring dah dijamin

MEANING dan PLEASURE.
Meaning artinya “arti”, sedangkan pleasure artinya “kesenangan”.

Bahagia terjadi karena 2 hal itu aja kok.

Pleasure. Kesenangan. Intinya melakukan hal – hal yang membuat kita senang. Dengan kata lain melakukan hobi kita. Kalau yang hobi futsal, seneng doong kalau lagi main futsal. Ada yang hobi masak seneng dong kalau lagi masak. Ada yang hobi ke salon, seneng dong kalau lagi ke salon. Ada yang hobi bisnis, seneng dong kalau lagi nge bisnis. Simple. Makanya kita kudu punya hobi. Biar ada sesuatu yang setidaknya bikin kita bahagia. Cara paling mudah untuk refreshing kan melakukan hobi.

Itu pleasure, bagaimana dengan meaning? Mmmm pernah bantu orang? Membantu menyelesaikan masalahnya? Gimana rasanya abis bantu orang? Seneng kan? Nah itu maksudnya. Dengan membantu orang lain akan membuat kita senang. Karena merasa kita itu berguna. Jadi sering – sering ya bantu orang lain. Biar kita dapet happy yang banyak juga. Bantu ga selalu identik dengan duit kok. Misalnya ada yang mau curhat ya kita dengarkan terus kasih solusi yang bagus kan udah membantu juga tuh.

Sederhana ya bahagia itu. Bener deh pepatah yang bilang “bahagia itu sederhana”. Bahagia itu adalah tentang PLEASURE dan atau MEANING. Masuk logika kan? Itulah makanya saya bilang tulisan kali ini seputar happy menurut otak sadar. Otak kiri kalau bahasa sekarang mah. Atau adakah yang berpikir berbeda dengan saya? Yuk kita diskusi🙂

Dua hal tadi sebenarnya menurut saya membuktikan bahwa Tuhan memang adil. Jadi jangan nuduh Allah ga adil. Ketika teman kita dikasih kenikmatan yang mudah. Kekayaan yang berlimpah jangan deh langsung berpikir Allah ga adil. Jangan salah, mau kaya mau miskin, mau berlimpah mau kekurangan. Itu dua – duanya cobaan loh.

Dan inget tulisan di atas. Bahagia adalah milik semua orang. Sekali lagi Allah mah udah adil ngasih akal dan pikiran ke setiap orang. Tinggal kita mau menanamkan mindset apa. Mindset bahagia? atau mindset selalu mengeluh? Mmmm silahkan dipilih.

HIDUP LO URUSAN LO

-bcl-