Para pembaca pasti pernah dong nyoba yang namanya mie instant atau kopi instant? Bagaimana rasanya? Ya kalau rasa makanan atau minumannya sih pasti tergantung merk nya ya. Tapi kalau dari sisi penyajiannya pasti semuanya sepakat kalau mie instant dan kopi instant itu mudah, ga ribet. Pokoknya memanjakan dehh. Akhirnya banyak yang mengkonsumsi mie instant dan kopi instant. Tinggal buka bungkusnya – seduh dengan air panas – nikmati.

Akhirnya banyak deh yang instant – instant lainnya. Ada bubur instant, sup instant, jus instant, dan lain – lain. Pokoknya dimanjakan deh kita sama yang instant – instant. Sampai akhirnya dalam kehidupan pun kita pengen yang instant – instant. Sukses pengen yang instant. Padahal ga ada deh dalam kehidupan ini yang instant kecuali makanan dan minuman instant yang tadi itu.

Sayangnya dengan segala ke-instant-an tadi membuat kita kadang – kadang secara mental menurun. Kita pengen cepet sukses dengan usaha yang minim. Kita jadi cepet putus asa. Kalau gagal dikit langsung nyerah.

Yang harus dipahami, Hidup itu berproses. Segala sesuatu yang berproses lebih tahan lama daripada yang instant. Contoh nih, seniman aja deh. Penyanyi yang lahir dari kontes kaya indonesian idol atau dulu ada AFI dibandingkan dengan yang berproses dari awal banget,kira – kira lebih tahan mana coba? Yang berproses dong ya. Terbukti kan. Dan yang penting, seniman itu dilihat dari karya. Bisa dilihat kan mana yang berkarya lebih daripada yang lain. Itu contoh yang kasat mata. Makanya saya memilih contoh ini untuk menunjukkam sukses itu tidak instant. Contoh lain lagi deh. Belajar dengan sistem kebut semalam. Pas ujian sih bisa aja bakal ngejawab soal dengan baik. Tapi setelah itu langsung lupa kan? Bandingkan dengan sistem belajar yang melalui proses. Lebih tahan lama bukan? (nyindir diri sendiri :p ).

Pekerjaan apapun butuh proses untuk kita sukses. Ga ada yang instant. Jangan harap deh karyawan baru kerja 1 atau 2 tahun terus ngarep jadi manager. Pengusaha yang baru mulai start-up terus langsung pengen omzet meledak. Apalagi tergiur sama iming – iming “usahanya jalan, yang punyanya jalan – jalan”. Ga ada deh yang begitu. Walaupun secara teori kita udah paham bagaimana menjadi manager atau bagaimana cara berjualan yang efektif.

Inget kan tulisan saya tentang musibah? Kalau belum, silahkan deh baca dulu Siap Menghadapi Musibah .

Musibah ada 2 kan maksudnya. Bisa ujian keimanan atau tanda pengingat Allah kita sudah melakukan dosa. Nah dalam hal kesuksesan juga Allah pasti lah memberi ujian dulu. Cukup sabar kah orangnya? Cukup bekerja keras kah? Cukup siap kah mentalnya untuk menjadi orang sukses? Bekerja juga ibadah toh, jadi perlu diuji juga bagaimana konsistensi kita dalam beribadah. Kalau lulus? Pasti dah sukses akan datang dengan sendirinya.

Lagian coba kita pikir – pikir lagi ya. Umur hidup manusia katakanlah 60 tahun. Kita mengenyam bangku sekolah + kuliah kan sekitar 16 tahun lah ya kira – kira. Baru setelah itu kita Terjun menghadapi dunia nyata. Kalau dikurangi berarti masih ada sisa 44 tahun kita berproses. Nahh jadi jangan berharap deh kita usaha/kerja 1-5 tahun trus sisanya pengen santai – santai aja di rumah tapi uang ngalir. Ga bisa dooong. Kita kudu berproses.

Tapi namanya proses bukan berarti asal kerja trus 30 tahun kemudian sukses ya. Namanya proses kan pasti ada pedomannya. Dalam berproses juga kita harus berpedoman pada apa yang menjadi cita – cita kita. Jadi tetap dipikir juga “saya teh mau jadi apa ya”.

Sekali lagi. Hidup itu berproses. Hidup itu berproses. Ga ada yang instant. Yang instant itu cuma makanan dan minuman instant. Dan inget loh. Untuk menjadi mie instant itu bahkan butuh proses. Ada proses pengadaan bahan bakunya. Lalu ada pengolahan bahan baku menjadi mie. Penambahan pengawet. Pengemasan. Distribusi ke konsumen. Panjang deh. Padahal untuk sekadar jadi mie instant aja. Apalagi kalau untuk kesuksesan. Lebih panjang lagi pasti prosesnya. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah mindset.

Yak lagi – lagi mindset. Tulisan saya ga jauh – jauh deh dari mindset. Atur mindset kita bahwa hidup adalah berproses. Hidup adalah berproses. Jangan mau sukses yang instant. Karena sukses instant ilangnya juga instant. Nikmati saja berproses menuju kesuksesan. Yang harus kita tanam dalam – dalam adalah cita – cita kita agar berprosesnya kita itu masih ke arah cita – cita.

Tuh tadi aja buat bikin mie instant ada prosesnya. Jadi sepakat ya ga ada yang instant di kehidupan ini. Sepakat dong menanamkan mindset hidup adalah berproses? Demi hidup yang lebih bahagia😀

-bcl-