Setelah Mbah Sujiwo Tedjo, ada 1 lagi “tokoh mindset” yang patut diteladani. Bukan tokoh luar negeri. Cukup dalam negeri saja. Bahkan dalam kota. Tokoh Bandung yang bernama Kang Pidi Baiq.

Kalau pernah mendengar sebuah grup musik bernama the panasdalam, ya Kang pidi baiq ini salah satu pendirinya. Dahulu dialah vokalistnya. Saat ini beliau “gantung microphone” dan menasbihkan dirinya sebagai imam besar the panasdalam.

Yang belum tau lagu – lagu the panasdalam silahkan searching sendiri saja ya. Bukan itu kok inti dari post ini, walaupun lagu – lagu the panasdalam sudah cukup membuktikan mindset positif yang dimiliki oleh Kang Pidi Baiq.

Atau buat yang tidak suka dengan musik, pernah membaca serial buku “drunken”? Ada drunken marmut, drunken mama, dll. Buku itu adalah kisah kocak tapi nyata dari kehidupan Kang Pidi Baiq.

Kalau mau ngomongin Kang Pidi Baiq bersama kelakuan – kelakuannya yang nyeleneh sih sebenarnya panjang ya. Seperti disebutkan kalau beliau adalah pendiri the panasdalam. The Panasdalam itu awal dibentuk bukanlah sebuah band lho, tapi sebuah negara. Hah negara? iya negara. Dideklarasikan di salah satu ruang kelas di ITB, dibatasi oleh dinding – dinding yang menjadi batas negara Republik The Panasdalam. Yang kocak adalah komen Kang Pidi “Kita itu negara kaya, kalau mau pipis aja harus ke luar negeri. Rokok diimpor dari Luar negeri” (Kata – kata mungkin tidak persis sama, tapi kurang lebih begitu).

Kang Pidi Baiq mengajak para umat manusia untuk selalu bahagia, karena sesuai dengan mindset yang dia miliki “kita ini bisa ada hidup di dunia karena orang tua kita yang sedang bersenang – senang”. Itu cuma salah satu aja mindset kang pidi baiq yang menyentil mindset setiap manusia yang otomatis memunculkan kata – kata “bener jugaaa” dari otak kita.

Di salah satu video di youtube, kang pidi baiq mengungkapkan konsep “pesimis positif”. Apa maksudnya? Kekecewaan terjadi karena ekspektasi kita yang berlebihan terhadap sesuatu. Jadi kang pidi baiq mengajak untuk tetap berusaha mengejar impian tapi sambil menurunkan ekspektasi. Agar tidak kecewa ketika Allah berkehendak lain.

Contoh yang beliau berikan : “kalau kalian mau nembak cewek. Yakinkan dalam diri bahwa kalian akan ditolak. Pesimisnya itu. Positifnya kalian tetap nembak. Nah ketika ditolak yaudah sesuai harapan dong. Tapi kalau diterima? Ya Alhamdulillah”.

Walau menurut saya pribadi,konsep itu tidak bisa diterapkan ke setiap orang di Indonesia, mengingat sifat “rendah diri” yang dimiliki bangsa ini. Kalau disuruh pesimis malah ga gerak nantinya. Namun, intinya adalah Kang Pidi Baiq selalu melihat dari sisi positif. Agar apa? ya agar bahagia selalu.

Walau belum pernah diskusi langsung dengan Kang Pidi Baiq (mudah – mudahan suatu saat bisa diskusi sama beliau), namun dari tulisan – tulisan dan lagu – lagunya sudah cukup bagi saya untuk menjadikan Kang Pidi Baiq sebagai “tokoh mindset” bagi saya. Sangat – sangat menginspirasi untuk berpikir out of the box. Bagi teman – teman yang ingin melihat ke-out-of-the-box-an nya kang pidi baiq bisa follow twitternya di @pidibaiq.

Buat penutup tulisan ini, mari kita saksikan salam dari The Panasdalam untuk mahasiswa Indonesia. (disini ga ada Kang Pidi Baiq nya sih. Tapi sudah dipastikan beliau ada di balik layar lagu ini)