image

Apa yang teman – teman lihat dari gambar di atas?

Ada yang bilang kumpulan bunga tulip berwarna kuning?

Ada yang bilang kumpulan bunga tulip berwarna merah?

Atau ada yang bilang sebuah kincir angin dan kebun bunga tulip?

Kira – kira mana yang benar? Pernyataan 1, 2,  atau 3?

Sepakat ga kalau disebut bahwa ketiga pernyataan itu benar? Benar dong ketiganya. Kan apa yang disebut oleh ketiga pendapat itu memang ada di dalam gambar.

Nah contoh simple di atas menunjukkan yang namanya perbedaan pendapat itu adalah hal yang biasa. Perbedaan pendapat bisa terjadi karena perbedaan sudut pandang dalam melihat Sesuatu.

Ketiga pendapat di awal tulisan tadi tentulah benar. Karena saya tidak men-spesifik-kan objek mana yang akan dibahas, maka pendapat akan meluas seperti contoh di atas. Ada yang Tertarik dengan bunga, maka itu yang akan dibicarakan. Ada yang suka dengan kincir angin, maka itulah yang akan dibahas.

Jika saja saya spesifikkan “bagaimana pendapat teman – teman tentang bunga tulip berwarna kuning yang ada di gambar?” apakah lantas semua akan berpikiran sama?

Tentu saja perbedaan pendapat pasti ada. Ada yang berpendapat tentang bentuknya, warnanya, atau (mungkin kebetulan ada anak biologi) tentang nama latinnya. Namun perbedaan pendapat tidak akan keluar dari bunga tulip sebagai objek pembahasan. Lebih terfokus.

Seringkali dalam diskusi kita bersikukuh pendapat kita adalah benar dan pendapat teman kita tidak benar. Berhati – hatilah, siapa tahu keduanya benar hanya sudut pandang yang digunakan berbeda. Justru perbedaan pendapat jangan digunakan sebagai ajang pertarungan untuk menentukan siapa yang lebih pintar. Pendapat teman yang berbeda siapa tahu malah akan menambah pengetahuan kita terhadap objek yang didiskusikan.

Dalam diskusi, yang penting adalah bagaimana kita meluruskan topik yang dibahas. Bagaimana menyamakan persepsi tentang masalah yang dibahas agar tidak melebar topik yang dibicarakan.

Dalam diskusi harus diketahui dulu masalah yang akan dibahas apa. Masalah sudah didapat maka samakanlah persepsi peserta diskusi untuk tidak berpendapat diluar masalah yang dibahas. Karena kecenderungan manusia itu kan pengen eksis ya. Makanya terkadang ada yang berpikir asal ngomong aja dah yang penting tampil. Apalagi kalau udah pake kata – kata keren yang membingungkan peserta rapat. Padahal setelah dia selesai berbicara, tidak ada dampak bagi diskusi yang berlangsung.

Contoh paling gress deh. Tweet nya farhat abbas buat ahok. Asalnya ngomongin plat nomor tapi kok jadi bawa – bawa cina. Kan ga nyambung. Tapi ya tujuannya kan emang bukan ngomenin platnya ya. Tujuan dia mah kan buat eksis aja makanya nyerang ahok yang udah terkenal.

Mau contoh lain? Coba aja cek tweet – tweet atau pendapat kita yang membalas tweet farhat buat ahok. Pasti melebar jadi bawa2 kehidupan pribadinya farhat, ga nyambung dari yang awalnya ngomenin tweet buat ahok. hehehe.

Makanya sering loh selesai rapat berlangsung tapi pesertanya malah bilang “terus abis ini kita ngapain sih?”. Itu bisa terjadi karena waktu rapat habis oleh orang – orang seperti saya sebutkan sebelumnya. Makanya akhirnya banyak orang yang udah males duluan sama yang namanya rapat. Kalau saya pribadi rapat itu penting. Sangat penting. Karena disitulah berbagai pihak terkait bertemu dan saling mengutarakan pendapatnya. Jadi biar sama – sama paham pandangan masing – masing.

Sikap kita terhadap perbedaan pendapat juga bukan cuma guna buat rapat. Dalam setiap komunikasi pasti ada kemungkinan untuk berbeda pendapat. Nah kalau kita sadar yang namanya berbeda pendapat itu biasa, kita ga akan kelamaan berdebat panjang. Pasti akan cepat berdiskusi ke arah mencari solusi. Dalam hal apapun. Mau itu diskusi sama temen kuliah, keluarga, pasangan, atau siapapun. Kalau udah begitu Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang semakin positif karena setiap komunikasi, setiap perbedaan pendapat akan semakin menambah sudut pandang kita dalam melihat sesuatu.

-bcl-