Familiar sekali tentunya ya kata – kata di atas. Apalagi buat umur – umur saya gini ya. Disaat banyak sekali teman – teman yang melangkah menuju kehidupan yang baru. 

“Selamat yaaa. semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yaaa”

Kata – kata di atas hampir jadi semacam template ucapan untuk pasangan yang baru menikah. 

Saya sempat bertanya – tanya apa sih arti sakinah mawaddah warahmah? Pentingkah saya tahu artinya? Penting dooong. Masa kita mendoakan teman tapi kita sendiri gatau apa yang menjadi doa kita.

Setelah googling dan melihat video ceramah dari Kang Ibing, Mulai agak tercerahkan tentang sakinah mawaddah warahmah ini. 

Sakinah, walaupun disebutkan pertama, tapi ini adalah hasil yang didapat jika telah tercapai dua kata setelahnya, yaitu mawaddah dan warahmah. Sakinah itu bisa diartikan sebagai rasa nyaman dan tentram dalam berkeluarga. Hmmmmm yaa (mungkin) intinya selalu inget sama yang di rumah. Bawaannya pengen pulang cepet – cepet aja kali ya. Terus kalau di rumah bahagia dan tentram selalu. Dan ini bertahan terus loh, bukan cuma di awal – awal nikah aja.

Nah, sakinah itu adalah hasil dari adanya mawaddah dan warahmah.

Apakah mawaddah itu? Mawaddah itu adalah kecintaan yang timbul karena fisik. Pria senang melihat istrinya yang cantik. Wanita pun senang melihat suaminya yang tampan. Hal ini membuktikan bahwa faktor fisik juga sangat penting loh dalam hubungan. Jadi jangan mengesampingkan faktor fisik juga. Loh ga adil dong buat yang jelek? Tenang Allah tetep maha adil kok. Dia ciptakan kriteria yang berbeda – beda untuk kadar cantik dan tampan setiap orang. 

Nah masih tentang mawaddah. Kang Ibing menyoroti adanya kekeliruan dalam mindset berpikir para wanita dan pria dewasa ini. Banyak pria dan wanita yang berdandan secantik mungkin agar terlihat tampan dan cantik. Untuk siapa? Untuk dilihat rekan kerja di kantor, teman – teman kuliah, atau masyarakat umum lainnya. Intinya bukan untuk suami atau istri di rumah. Ketika sampai di rumah? berpakaian saja sekadarnya. Wanita memakai daster saja, itupun yang itu – itu saja. Bagaimana bisa membuat para suami betah di rumah? Sedangkan saingannya adalah para teman kantor atau rekan bisnis yang berdandan gila – gilaan tadi. Yang ada suami malah betah di kantor daripada di rumah hehe.

Namun, namanya fisik ya. Pasti seiring dengan jalannya waktu akan menurun kualitasnya. Semakin tua kulit akan semakin keriput. Badan yang dulu tegap dan gagah lama – lama akan terlihat melemah. Kalau sudah begini, yang namanya mawaddah saja tidak cukup. Perlu diikat dengan sesuatu bernama rahmah (kata wa di depan rahmah adalah “dan” sehingga lebih dikenal sebagai warahmah).

Nah, dari googling dan nonton videonya kang ibing, rahmah inilah yang biasanya kita sebut sebagai kasih sayang. Suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata. Sesuatu yang mengikat sepasang suami-istri agar saling ingat satu sama lain. Sesuatu yang menimbulkan kesan romantis setiap mengingat pasangan. Ah, itu hanya pendapat saya saja. Saya tidak mau berpanjang lebar deh. Nampaknya belum berhak saya membicarakan tentang kasih sayang pasangan hehe.

Rahmah bisa terjadi karena saking lamanya hubungan suami-istri itu terjalin. Jadi buat kita – kita yang masih pacaran gini, jangan sok-sokan dulu deh ngomong kasih sayang. Belum teruji. Nanti kalau sudah menikah dan bisa bertahan lama baru deh bisa ngomong tentang rahmah. 

Masih ingat kata – kata kang ibing di video :

Ciri – ciri kalau pria udah rahmah sama istri, pria mah pasti takut sama istri. Bukan takut dipukulin atau apa, tapi takut kehilangan cintanya. Kang Ibing mah dimusuhin 1000 koboi juga ga takut, tapi dimusuhin anak istri kepikiran terus. 

Nah, jadi suami mah pada dasarnya memang takut istri. Takut kehilangan cintanya istri. Tapi bukan berarti saking takutnya sampai apa – apa dikendalikan istri. Itu sih yang saya tangkep dari Kang Ibing. 

Sakinah mawaddah warahmah. Udah mulai kebayang belom? Intinya memang ujung – ujungnya adalah kebahagiaan dan ketentraman dalam ber-rumah tangga. Tapi dengan kita tahu sekarang tentang makna sakinah mawaddah warahmah ini, doa kita kepada teman kita yang menikah akan semakin detail. Kita mendoakan teman kita untuk :

  1. Saling bersoleklah hanya kepada pasangan masing – masing
  2. Saling memberikan kasih sayang kepada masing – masing
  3. Semoga diberi ketentraman dan kebahagiaan dalam berumah-tangga.

—————————————————————————————————————-

Dalam tulisan ini mungkin saya belum berkompeten dalam bercerita tentang sakinah mawaddah dan warahmah itu sendiri. Tapi pesan tersembunyi dari tulisan ini adalah mari kita berpikir sejenak. Apakah kita benar – benar paham dan mengerti apa yang kita ucapkan. Atau selama ini kita hanya mengikuti “trend”. Karena orang – orang selalu bilang “semoga sakinah mawaddah warahmah” lantas kita pun mengikutinya tanpa kita tahu apa yang kita doakan.

Bukan hanya untuk pernikahan, tapi berlaku juga untuk ulang tahun, wisuda atau momen – momen lain. Agar doa yang kita salurkan benar – benar mengena dan bisa dikabulkan oleh Tuhan.

-bcl-