no-complaining-rule-199x300

Kembali saya mau membuka tulisan ini tentang bagaimana kita terbiasa mengeluh sejak kecil. mau makan? ya tinggal nangis aja nanti juga ada yang bawain. Mau mainan tinggal nangis aja nanti juga ada yang beliin. Tapi apakah hal itu berlangsung terus menerus? Tentu saja ada saatnya dimana orang tua mengajarkan untuk berusaha sendiri mendapatkan apa yang kita inginkan. Ada saatnya kita merasa malu jika kita menangis hanya untuk dikasihani dan diberikan apa yang kita mau. Kita harus menjadi dewasa.

Sama dengan perumpamaan di atas, kita pun selalu dituntut untuk terus bertambah dewasa. Walaupun kita tidak seperti masa kecil kita dahulu ketika mau apa aja tinggal menangis, tapi itu bukan berarti kita tidak bisa berkembang untuk terus menjadi dewasa. Di tulisan sebelumnya saya menulis bahwa menangis adalah bentuk mengeluh kita ketika masih kecil. Maka kita bisa menjadi semakin dewasa jika kita mengurangi keluhan – keluhan tidak penting kita.

Bagaimana cara mengurangi keluhan – keluhan itu? Mmmmm boleh ya berbagi beberapa ide.

1. Yakinkan diri kita kalau kita memang ingin mengurangi keluhan

Yah apapun itu pasti lah dimulainya mah sama niat. Kuatkan niat. Yakinkan kalau kita itu masih suka mengeluh dan mengeluh adalah masalah. Jika kita terus – terusan mengeluh kita akan semakin lemah secara mental. Kita akan jadi punya mental peminta – minta, yang selalu menuntut hak ketimbang melakukan kewajiban. Kalau kita merasa di dalam diri kita ada suatu masalah, pasti kita akan lebih termotivasi memperbaiki masalah tersebut. Iyalah, siapa sih yang paling sayang sama diri sendiri kalau bukan diri sendiri.

2. Buat sesuatu yang mengingatkan kita untuk tidak boleh mengeluh

Dalam buku “No Complaining Rule” karya Jon Gordon, diceritakan seorang dokter memberikan gelang karet kepada pasiennya yang suka mengeluh. Gelang karet tersebut bertuliskan “TETAPLAH POSITIF” di satu sisi, dan “KETETAPAN UNTUK TIDAK MENGELUH” di sisi lain. Ketika si pasien tersebut mau mengeluh dan melihat gelang tersebut maka dia teringatkan untuk tidak mengeluh.

Nah, buat kita kalau ga punya gelang karet pakai aja deh hal yang simple. Misal wallpaper di HP atau DP BBM diganti dengan sesuatu yang mengingatkan untuk mengeluh. Kita kan sering liat HP tuh, jadi pas liat wallpaper akan selalu ingat untuk tidak mengeluh. Namun, barang apapun boleh kok asal itu mengingatkan kita untuk tidak mengeluh.

Banyak sih sebenarnya cara untuk membuat kita tidak mudah mengeluh. Saya berbagi pendapat dengan 2 saran itu saja dulu. Karena apapun caranya, intinya adalah niat kita dulu deh untuk berubah. Sadari aja dulu dalam diri memang kita itu suka mengeluh. Kita itu bermasalah. Kalau kita merasa kita ada masalah pasti kita mencari solusi, sekuat tenaga akan berusaha menyelesaikan masalah itu. Nah tapi namanya manusia mah suka lupa dan pura – pura lupa ya. Jadi butuh pengingat. Ya namanya pengingat berarti adalah hal yang khas dan sering dilihat oleh kita. Makanya pengingat yang paling baik adalah sesuatu yang berhubungan dengan handphone mengingat sekarang mah udah gabisa lagi lepas dari handphone. tiap 5 menit sekali pasti deh liat hp😀

Saran – saran tersebut mungkin memang hal yang simple sih. Ya emang yang simple aja ya saya kasihnya, kalau ribet nanti malah gamau nyobain lagi hehehe. Dicoba yaa, kira – kira saran di atas berguna ga sih buat kita mengurangi keluhan kita.

Mengeluh itu mungkin sulit lah untuk dihilangkan. Masih dari buku “No Complaining Rule”, disebutkan bahwa mengeluh itu bisa terjadi karena takut dan kehilangan harapan atau memang karena kita terbiasa mengeluh. Pasti kita pernah merasa takut dan kehilangan harapan. Oleh karena itu, sulit lah untuk benar – benar menghilangkan keluhan. Yang bisa kita lakukan kurangi aja dulu deh itu mengeluh. Jangan sampai alasan kita mengeluh karena memang kita terbiasa mengeluh.

Karena sekali lagi, mengeluh itu adalah “makanan yang sangat lezat” untuk pemikiran negatif kita. Kalau sudah negatif terus mikirnya, kita akan lemah secara mental dan tentu saja kita akan memberikan pengaruh negatif juga kepada teman kita. Teman kita bisa jadi ikut – ikutan sering mengeluh atau malah menjauhi kita karena dirasa kita memberi pengaruh negatif.

-bcl-