Jadi ceritanya saya lagi kesenengan gara – gara dapet pinjeman buku “menuju manusia merdeka”. Tulisan dan ide bapak Ki Hadjar Dewantara yang dibukukan.

Karena saya senang dapet buku ini, maka boleh dong ya saya berbagi dikit aja apa isi bukunya. Dikit aja kok ga akan banyak – banyak. Bukan karena pelit sih, tapi da emang belum selesai sih bacanya hehehe.

Banyak yang mendefiniskan arti dan tujuan dari pendidikan. Nah kalau Ki Hadjar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah tuntunan di dalam kehidupan anak – anak. Adapun yang dituntun adalah segala kekuatan yang ada dalam kehidupan anak – anak dengan maksud agar anak – anak itu menjadi bahagia untuk dirinya sendiri maupun sebagai anggota masyarakat, mendapat kepuasan atau ketentraman batin yang mungkin didapat oleh masing – masing.

pendidikan adalah tuntunan di dalam kehidupan anak – anak. Adapun yang dituntun adalah segala kekuatan yang ada dalam kehidupan anak – anak dengan maksud agar anak – anak itu menjadi bahagia untuk dirinya sendiri maupun sebagai anggota masyarakat, mendapat kepuasan atau ketentraman batin yang mungkin didapat oleh masing – masing.

Nah dibedah juga tuh secara singkat penjelasan di atas itu maksudnya apa.

Tentang tujuan pendidikannya. Kalau dilihat dari penjelasan yang lumayan panjang itu adalah mendapat kepuasan atau ketentraman batin. Kalau dirangkum mah intinya pendidikan itu tujuannya adalah membuat kita bahagia. Lan bahagia itu bisa diartikan rasa puas dan tentram yang dirasakan oleh diri kita.

Itu tadi pertama, berikutnya ada kata – kata “bahagia untuk dirinya sendiri dan sebagai anggota masyarakat”. Disini menunjukkan kalau kepentingam pendidikan itu bukan hanya untuk kebahagian diri sendiri, tapi juga untuk diri sendiri sebagai bagian dari masyarakat.

Ketiga, kan disebut juga “kepuasan yang mungkin didapat oleh masing – masing”. Nah, kalau udah begini apa iya masih mau nyuruh orang lain memilihkan kebahagiaan seperti apa sih yang kita mau. Gabisa dong. Bahagia untuk setiap orang berbeda – beda. Yang tahu kebahagiaan untuk kita adalah kita sendiri.

Nah terakhir nih. Perhatikan juga bahwa pendidikan itu “tuntunan” di dalam kehidupan anak – anak. Tuntunan loh ya. Jadi cuma nuntun. Ibarat orang tua nuntun anak kecil. Pergi kemananya mah terserah anak kecilnya kan ya. Cuma pas si anak itu jalan ke tempat yang berbahaya baru deh si orang tua narik anaknya biar gak pergi ke sana. Ya kurang lebih begitu lah harusnya peran dari pendidikan.

Sekali lagi yang namanya pendapat tentang pendidikan mah pasti bermacam – macam. Subyektifitas nya pasti tinggi. Orang yang secara pemikiran sama pun bisa aja menyampaikan pendapatnya tentang pendidikan itu akan berbeda – beda. Disini buat memperkaya pendapat aja tentang pendidikan. Mudah – mudahan saya ga salah nangkep dari penjelasannya Ki Hadjar.

Terus kalau memang ada yang sependapat dan menggebu – gebu bilang “itu pendidikan itu musti begitu! Pemerintah ga bener nih”. Ya silahkan sih. Tapi kalau udah sampe bagian nyalahin pemerintah, udah mending ga usah dilanjutkan. Ga ada untungnya deh kalau udah begitu. Paling bener sih masuk sistem dan unah dari dalam ya. Tapi kalau itu dirasa terlalu berat dan kalau mau masuk sistem juga gatau caranya gimana ya gapapa. Mulai aja dari diri sendiri dan keluarga dulu

Ya namanya juga pendidikan ya. Justru kan yang paling utama adalah di tingkat keluarga. Buat yang udah berkeluarga bisa deh tuh “mencoba” mengaplikasikan ke anak dan istri/suami. Buat yang masih belom ya bisa lah ya diaplikasikan ke diri sendiri dulu. Bisa dimulai dengan mencari tahu apa yang membuat kita bahagia. Setelah itu terserah anda hehehe.

Sekali lagi pendapat pribadi saya ini mah. Dimana – mama ngomong mah gampang ya, yang susah kan teorinya. Tapi tetep ya kita juga harus tau teori dulu biar pas prakteknya ga tersesat teuing😀

-bcl-