Hidup mah ga perlu kaya lah, yang penting cukup.

Kalau mau beli rumah, cukup.

Kalau mau beli mobil, cukup.

Kalau mau keliling eropa, cukup.

Kalau mau nikah, cukup.

Kalau mau naik haji, cukup.

dll

————————————————————————————————————

Pernah denger kata – kata di atas? Mungkin sering ya kita pas ngobrol sama teman – teman kita bercanda seperti itu.

Walaupun itu bercanda, tapi bener loh. Bukan bagian “ga perlu kaya nya” tapi. Kaya mah harus ya, setidaknya harus dicoba.

Dari percakapan di atas, sebenernya sama ya antara serba cukup sama kaya?

Tapi kenapa ada yang memilih mendingan serba cukup daripada kaya?

Kalau ditelaah lagi, intinya sih sama serba cukup dan kaya, tapi perbedaannya adalah kaya itu identik dengan kaya uang, banyak uang maksudnya. Nah kalau serba cukup itu biasanya kita punya uang yang cukup dibelikan sesuatu, walaupun jelas kalau kita punya uang yang cukup untuk beli rumah, mobil, keliling eropa, nikah, naik haji jelas lah kalau orang itu adalah orang kaya.

Intinya apa, sebenernya balik lagi ke “Kita itu harus tau apa sih yang kita mau”. Ujung – ujungnya mirip juga sama defisnis sukses di tulisan saya yang judulnya DEFINE “SUKSES” .

Apapun itu, mau dalam hal apapun itu, kita harus tau dulu apa sih yang kita mau. Kalau udah tau apa yang kita mau kejarlah apa yang kita mau. Contohnya kaya tadi ya. “Wah lagi pengen beli rumah”, nah enak kan ya kalau udah tau. Kita lalu cari – cari info rumah yang dipengen. Kalau sudah tahu kita cari info harganya. Berapa DP nya, berapa cicilannya. Kalau udah tau kita bandingkan dengan tabungan kita + penghasilan kita. Bakal kebayang berapa sih kurangnya, tiap bulan harus menyisihkan penghasilan seberapa besar sih. Kalau mau mempercepat bisa dengan berdoa + ibadah yang kenceng sama Tuhan. Kan kalau udah begitu, nyari duitnya juga jadi semangat. Karena ada yang dikejar.

Tapi kan selama ini ga banyak kita tahu apa yang kita mau. Akhirnya ngumpulin duit mah iya. Tapi gatau dipake buat apa. Akhirnya duitnya numpuk aja di tabungan. Ga dipake apa – apa. Sedekah juga seperlunya aja, 2.5 persennya. Sisanya hanya jadi angka – angka di buku tabungan yang bikin kita seneng liatnya. Diem aja di tabungan yang lama – lama kemakan inflasi. Padahal kan nanti sama Allah pasti ditanya tuh buat apa aja sih harta kita itu.

Cara biar tau apa yang kita mau gampang aja kok. Curhat sama diri sendiri. Pas mau tidur. Matiin deh tivi, laptop, hp atau apapun yang bisa mengalihkan fokus. Abis itu ya tanya aja dalam hati “kamu itu mau jadi apa sih? cita – cita kamu apa? Hal apa yang membuat kamu senang?” dll.

Sambil merem juga gapapa sampai nanti lama – lama ketiduran. Karena ada yang bilang loh. Saat akan tidur dan saat baru bangun adalah saat otak kita masuk gelombang alfa. Saat dimana otak bawah sadar lagi kuat – kuatnya. Kalau kita memikirkan apa yang kita mau, keinginan itu akan masuk ke otak bawah sadar. Dan kalau udah masuk otak bawah sadar pasti bakal secara tidak sadar dibantu akan terjadi. Ya itu sampingan aja deh. Kalau memang ga percaya tentang gelombang alfa itu, intinya adalah kita jadi bisa menghargai diri sendiri. Orang kalau diajak curhat kan seneng ya. Nah diri sendiri juga gitu. Pernah ga hayo curhat sama diri sendiri? Biasanya kan kita itu kalau mau tidur nonton tivi aja sambil ketiduran. Atau smsan/bbman sampe ketiduran. Pas bangun akhirnya mengerjakan rutinitas. Sampai akhirnya kita cape dan berpikir “gue kerja itu buat apa ya?”. Baru deh curhat. Kalau udah serba cape baru inget buat introspeksi. Kalau pikiran udah capek mah ya curhatnya juga ga akan bagus ya.

Coba yuk curhat sama diri sendiri. Selama 3 hari aja coba dulu. Setiap mau tidur, matiin tivi matiin hape. Merem sambil nanya “Lo tuh maunya apa sih?”

-bcl-