Masih nyambung dari tulisan kemarin. Kalau kemarin saya menulis tentang membaca, sekarang mau nulis tentang diskusi ahhh.

Kemarin saya nulis kalau belajar itu menurut saya ada 3 cara : baca buku, diskusi, ikut training.

Kenapa sih cuma 3 itu. Karena dengan ketiga hal itu kita baik secara langsung maupun tidak langsung akan bertukar pikiran dengan orang lain. Kalau baca buku kan secara ga langsung kita sedang membaca pikiran si penulis. Kita membaca pendapat si penulis tentang sesuatu. Memang interaksi ini sifatnya pasif. Kita gabisa langsung bertanya kepada si penulis tentang pendapat – pendapat dia yang tidak kita setujui. Kalau training ya semi pasif lah, disini kita menerima pemaparan ide dan pendapat dari trainer. Setelah itu kita bertanya apa yang kita tidak setujui dari pendapatnya. Itupun jika ada sesi tanya jawab. Sistem belajar di sekolah yang ada guru dan murid termasuk dalam cara ini.

Nah, kalau diskusi proses bertukar pikirannya dilakukan secara aktif. Namanya ngobrol ya, posisi setiap orang disitu juga biasanya setara, jadi setiap orang cenderung lebih bisa menyampaikan pendapatnya. Bergantian lah orang yang melempar topiknya.

Saya pribadi sangat suka yang namanya diskusi, ngobrol – ngobrol, atau apapun disebutnya. Karena pastii aja saya dapet sesuatu yang baru dari ngobrol – ngobrol. Dan saya juga percaya, proses pembelajaran yang paling bagus adalah dengan diskusi. Alasannya mungkin karena sifat pertukaran pikirannya yang aktif itu kali ya.

Diskusi bisa pakai cara apa aja. Kalau terkendala oleh jarak kan sekarang ada banyak ya sarana untuk chatting. Yang paling sering digunakan kan BBM ya. Tapi memang yang paling baik adalah dengan tatap muka langsung. Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa teman sudah sepakat sih mau memulai merutinkan diskusi tatap muka langsung. Pas pertemuan pertama kemarin cuma 3 orang sih yang datang, tapi no problemo lah. Yang penting bertiga tapi niatnya sama, untuk belajar. Di pertemuan pertama kemarin kita juga tidak menjadwalkan agenda khusus ngomongin apa gitu. Pokoknya ketemu dulu aja. Di tempat yang enak buat ngobrol, dimana lagi kalau bukan angkringan (nasi kucing). Angkringan yang beruntung kemarin adalah angkringan di depan kampus STEKPI, kalibata.

Mungkin tidak sedikit juga ya orang yang menganggap remeh diskusi, menganggap remeh ngobrol – ngobrol. Kesannya omdo gitu. Kudu segera action. Betul saya sepakat 1 action itu lebih baik daripada 1000 omongan. Tapi tetap kita itu butuh yang namanya diskusi. Ibarat bikin laporan. Kita kudu perkuat tuh “Tinjauan Pustaka”. Biar kita ngerti bener apa yang akan kita lakukan. Dan hasilnya pun akan lebih bagus. Tentu saja nantinya kita kudu action. Tapi ya masa baru sekali ketemuan, ngobrol 1,5 jam langsung jump to pertanyaan “Lantas, apa yang akan kita lakukan?” sambil mata berbinar – binar, raut muka penuh semangat. Tapi pas besok paginya bangun udah lupa lagi. hehehe. Ya mudah – mudahan kami konsisten deh ya. Dan semoga semakin banyak lagi yang datang.

Oh iya, dari pertemuan kemarin juga kita membuat suatu peraturan tidak tertulis dan tidak memaksa sih. Kalau kita itu harus sering baca buku dan ikut training. Biar apa? Biar ketika diskusi banyak ilmu yang di share oleh setiap orang. Jadi diskusinya bakal seru deh. Dengan latar belakang pemikiran yang berbeda (karena buku dan training yang diikuti berbeda), akhirnya diskusi akan berlangsung seru tapi konstruktif. Kebayang kalau diskusi tapi orang – orangnya ga baca buku? Paling topiknya ga jauh dari kasus Raffi Ahmad atau presiden PKS. Itupun ngomongin orangnya. “Ah gue ga yakin raffi make”, “Eh bener ga ya presiden PKS itu korupsi. ih ga nyangka gue mah”. yah kalau itu sih ga akan nambah banyak ilmu deh percaya.

Kebayang kalau diskusi tapi orang – orangnya ga baca buku? Paling topiknya ga jauh dari kasus Raffi Ahmad atau presiden PKS. Itupun ngomongin orangnya. “Ah gue ga yakin raffi make”, “Eh bener ga ya presiden PKS itu korupsi. ih ga nyangka gue mah”. yah kalau itu sih ga akan nambah banyak ilmu deh percaya.

Nah, diskusi kebanyakan jeleknya begitu. Ujung – ujungnya jadi ngomongin orang. itu bisa terjadi karena orang – orang di dalamnya wawasannya ga luas. Ya yang paling gampang ngomongin kejadian yang lagi sering dibahas. Dan makin jelas wawasan tidak luas adalah ketika pendapat yang berkembang adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh media. Kalau ada yang masih seperti ini coba dipikirkan baik – baik deh. Saya juga ngomong gini bukan berarti wawasan saya udah luas banget. Justru saya menyadari ini karena selama ini saya begitu. Dan saya merasa itu adalah masalah. mudah – mudahan ke depannya saya ga begitu lagi. amiinnn

Jadi tetep 3 cara belajar itu kudu disinergiskan hehehe. Mau gamau baca buku mah kudu. ikut training juga usahakanlah. Setelah itu janjian deh sama temen bikin kelompok diskusi. Rasakan keseruan dari diskusi. Apalagi klo diskusinya di angkringan. Lebih nikmat daripada di mall😀

Ayo kita sering – sering diskusi. Mau diskusi tentang apa juga hayu sama saya mah selama itu bermanfaat🙂

-bcl-