Inspirasi tulisan kali ini datang dari KH. Abdullah Gymnastiar, atau akrab disapa Aa Gym.

Mungkin sekarang beliau udah jarang ya muncul di layar kaca karena kasus poligaminya. Tapi saya lagi gamau ngomongin orangnya. Bukan juga saya mau ngomongin poligaminya. Biarlah itu urusan Aa Gym, keluarganya, dan Tuhan.

Tapi hari ini saya mau berbicara tentang ilmu yang disampaikan oleh Aa Gym. Namanya Aa Gym itu seorang ustadz, ya ilmunya juga tentang ilmu agama Islam.

Selama ini, kita umat muslim diperintahkan untuk shalat wajib 5 waktu. Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya. Namanya wajib ya harus dilakukan dong ya. Selama ini sih ga pernah kelewat itu shalat yang 5 waktu. Tapi kadang saya berpikir. Apakah iya saya benar – benar melaksanakan shalat dengan baik? Ataukah secara fisik saja saya shalatnya, tapi secara batin saya ga shalat? Dan yang paling saya takutkan adalah, walaupun secara fisik tapi jangan – jangan shalat saya tidak dicatat karena tidak memenuhi syarat. Kalau ga dicatat berarti saya ga melaksanakan yang wajib dong? wah udah neraka jahanam balesannya. Naudzubillahi Min Dzalik.

Selama ini sih ga pernah kelewat itu shalat yang 5 waktu. Tapi kadang saya berpikir. Apakah iya saya benar – benar melaksanakan shalat dengan baik? Ataukah secara fisik saja saya shalatnya, tapi secara batin saya ga shalat?

Terus apa sih yang mengganggu pikiran saya tentang shalat ini? Yang mengganggu pikiran saya adalah tentang kekhusyukan shalat saya. Pasti deh kalau misalnya saya shalat, ga lama setelah Takbiratul ihram, pasti saya nguap. Selain itu pasti muncul rasa gatal yang membuat tangan saya ingin menggaruk. Belum lagi pas lagi solat kebayang hal – hal lain selain bacaan shalat. Pada ngerasain hal yang sama ga nih dengan saya? Jika saya melakukan hal – hal tadi apakah iya shalat saya sah?

Saya search tentang pertanyaan – pertanyaan saya di atas, dan saya mendapatkan jawabannya :

1. HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: “Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!”, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat”
– (HR Bukhari)

Sering pas lagi solat tiba – tiba inget sesuatu yang kita lupa? Hati – hatilah, itu bukan “wah untung gue solat, jadi inget deh”. tapi sebaliknya. itu adalah godaan syetan

2. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. “Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya: “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW”, kata Ibnu Umar.
– (HR Tirmidzi)

Menggaruk dan membunyikan tangan atau kaki masuk ke dalam gerakan – gerakan yang tidak perlu loh

3. MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah SAW bersabda: “Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin”
– (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha… bererti syaitan tertawa dalam mulutnya”
– (HR Bukhari dan Muslim)

nguap dan ngantuk dalam sholat itu adalah godaan syetan ternyata.

Saya dapat informasi di atas dari link berikut : http://halaqah.net/v10/index.php?topic=17587.0
Sebenarnya ada 10 godaan syetan dalam sholat. Silahkan buka link tersebut untuk lengkapnya.

Nah, jadi kalau ada yang pengen membuktikan setan beneran ada atau tidak, ga usah deh ikut uji nyali segala. Silahkan aja shalat. Kalau kalian tiba – tiba nguap atau berasa ada yang gatel, itulah setan.

Intinya terjawab lah pertanyaan saya. Ternyata saya lebih sering kalah oleh godaan syetan yang terkutuk. Bahkan dalam keadaan saya sholat sekalipun. Saya sudah tahu masalahnya, berarti tinggal saya cari solusinya dong ya. Dan solusi itu datang dari Aa Gym.

Dalam suatu ceramah Aa Gym mengatakan :

Andaikan khusyuk hati orang itu, maka khusyuk pula segala anggota badannya.

Kita mungkin bisa bilang “ya kalau garuk gimana dong. itu kan timbul tiba2. ngantuk juga gitu. siapa yang bisa nahan coba klo mau nguap?”. Memang ngantuk dan keinginan garuk – garuk itu muncul tiba – tiba. Tapi itu munculnya dari setan. Dan ternyata cara untuk menghilangkan kantuk dan gatal dan godaan lainnya adalah dengan membuat khusyuk hati kita. yes, hati dulu yang di-set biar khusyuk

Khusyuk itu bukan berarti tidak ingat apa – apa selain solat. Aa Gym mencontohkan, pernah Rasulullah SAW mendengar tangisan bayi pas beliau jadi imam. Apa yang dia lakukan? dia lantas mempercepat shalatnya agar sang ibu bisa cepat mendatangi anaknya. Dengan kata lain pas lagi shalat pun Rasul berpikir “wah ada yang nangis. harus dicepetin nih”. Coba kalau khusyuk itu diartikan ga inget apa – apa selain shalat. Pasti Rasul akan shalat tanpa dipercepat.

Intinya adalah bagaimana pas shalat, hati kita bisa khusyuk. Dari hasil pembelajaran saya, boleh lah saya berpendapat tentang saran agar shalat bisa lebih khusyuk. Siapa juga yang ngelarang ya? lah blog juga blog saya sendiri hihih. Walaupun saya masih belajar dalam tahap mencapai shalat khusyuk. Tapi boleh yaa berbagi pendapat :

1. Tarik napas dalam – dalam sebelum Takbiratul Ihram. Tujuannya agar kita menenangkan diri dulu. menjernihkan pikiran. Setelah itu baru ucapkan niat Shalat.

2. Pelajari dan baca dulu arti dari setiap bacaan shalat kita. Pertama dimulai dari niat.
“Saya sengaja shalat Subuh dua rakaat menghadap kiblat pada waktunya (menjadi makmum / imam) karena Allah semata.”
Pahami dulu kalau setiap shalat itu tujuannya adalah karena Allah. Setelah itu, coba pahami juga apa sih arti dari Al-Fatihah, doa sujud, doa ruku , dan lain – lain. Kenapa? karena ketika kita baca tuh bacaan shalat, kita akan ngerti apa sih yang kita lakukan. Ga kaya selama ini, mulut sih baca. Saking apalnya bacaan, pikiran kemana – mana juga mulut tetep bisa melafalkan bacaan solat

3. Pas lagi solat, kalau dirasa susah untuk konsentrasi, cobalah pejamkan mata. Sunahnya memang harusnya buka mata sambil melihat 1 titik. Tapi kalau sulit, merem dulu aja gapapa. kalau sudah fokus silahkan buka lagi. Kalau ga konsen lagi, merem lagi aja. Gapapa kok, seperti saya baca di buku “Sudah Benarkah Sholatku?” karya Ust. Aam Amiruddin, ga masalah kok sambil merem juga. Tapi kalau bisa melek ya. merem hanya untuk membantu fokus aja.

sudah-benarkah-shalat-500x500

Itu dulu deh saran saya. Yang menurut saya paling penting adalah yang nomor 2. Selain bikin fokus, tapi jadi bikin ngerti juga apa sih yang kita baca pas shalat. Apa sih yang kita janjikan sama Allah pas lagi shalat. Insya Allah akan membuat kita lebih baik dalam kehidupan sehari – hari karena akan sering ingat Allah. Bismillah

-bcl-