Waduh, 2 hari bolos nulis nih. Bukannya mau beralibi, tapi beneran di Ujung Kulon ga ada sinyal hehehe. Mohon dimaklumi.

Inspirasi bisa dari mana saja. Untuk sekarang saya mau berbagi inspirasi yang datangnya dari seorang teman sebaya saya.

Jadi saya punya teman. Teman satu angkatan waktu kuliah dulu. Teman berjuang bersama ketika kampanye. Dia mencalonkan diri menjadi kahim, saya menjadi senator. Seorang teman yang bernama Herdadi Supriyo Parbowo. Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk dia. Salah satu teman yang mungkin paling banyak menginspirasi saya selama kuliah.

Sebagai gambaran saja mengenai Herdadi. Saya bisa bilang Herdadi ini mirip banget sama jokowi, baik postur maupun tingkah laku. Posturnya kurus-tinggi. Terus pembawannya juga santai, kalem, hidup itu seolah – olah ga ada beban aja gitu. Dari Herdadi ini juga saya tahu Jokowi pertama kali. Dia selalu bercerita bagaimana Walikotanya telah melakukan hal yang luar biasa. Jauh sebelum jokowi terkenal kaya sekarang.

Jadi, Herdadi ini mempunyai sebuah konsep yang menarik. “TENANG KUASAI”. Sebuah konsep yang dia gunakan untuk setiap aspek kehidupan dia. Konsep yang sederhana, hanya 2 kata. Tapi memang kedua hal itu yang harus kita lakukan kalau sedang menghadapi masalah.

Simpel aja. TENANG lalu KUASAI. Kenapa bukan kuasai dulu baru tenang? Selain akan terdengar aneh ya kalau konsepnya jadi KUASAI TENANG (Terdengar aneh banget kan ya hehe), tapi karena memang tahapannya itu harus TENANG dulu baru KUASAI.

Ya ngomong sih gampang ya. Tapi dikira gampang apa bisa TENANG dalam setiap suasana. Susah tau!!
EH, kata siapa susah? itu mah tergantung orangnya. Buat herdadi, untuk tenang itu mungkin cenderung lebih mudah daripada kita. Karena dia sudah membiasakan diri untuk tetap tenang dalam segala suasana. (Sekali lagi kalau gabisa bayangin herdadi kaya gimana, bayangin aja jokowi. Apa pernah dia panik yang sampai membuat dia melakukan hal konyol?). Lalu bagaimana buat yang belum terbiasa untuk tenang dalam setiap suasana?

Nah bukan -bcl- kalau tidak memberikan saran di tulisannya. Namanya saran ya boleh diterima atau tidak hehe. Ini adalah saran yang saya dapat dari menelaah konsep TENANG KUASAI milik Herdadi.

Yang pertama bagaimana bisa TENANG dalam setiap suasana? Seperti disebutkan sebelumnya ya. Untuk bisa tenang di setiap suasana mau gamau harus dibiasakan. Logika saya mengenai membiasakan TENANG ini mengarah kepada “agar bisa membiasakan TENANG kita harus meningkatkan spiritual kita”. Semakin kita cinta sama dunia, semakin bakal sering panik deh kalau ada apa – apa. Dimarahin boss bakal panik karena takut dipecat. Dimarahin pacar panik karena takut diputusin, Dapet nilai jelek panik karena takut IP jelek terus susah cari kerja, dan lain – lain. Coba kita serahkan kepada Allah. Apapun yang terjadi pasti adalah yang terbaik dari Tuhan.

Untuk membangun spiritual ya kita harus kembali pada agama yang kita anut. Punya kitab suci ya dipelajari. Punya ritual ibadah, ya dilaksanakan. Pokoknya kasih makan deh spiritual kita. Yang muslim dalam sholatnya cobalah mengerti apa sih yang dibaca. Yang non-muslim pasti lah ada kegiatan ritualnya juga ya, pahami apa maksud dari kegiatan ritual yang dijalankan. Ujung – ujungnya kalau spiritual kita diberi makan terus kita bakal selalu inget sama Allah. Jadi kitanya juga bakal lebih TENANG karena menyerahkan segala sesuatu kepada Allah. Bukan berarti menyarankan untuk tidak berusaha ya. Berusaha mah kudu maksimal. Tapi apapun hasilnya itu adalah yang terbaik yang dikasih oleh Allah. USAHAKAN YANG TERBAIK PERSIAPKAN YANG TERBURUK.

Semakin kita cinta sama dunia, semakin bakal sering panik deh kalau ada apa – apa. Dimarahin boss bakal panik karena takut dipecat. Dimarahin pacar panik karena takut diputusin, Dapet nilai jelek panik karena takut IP jelek terus susah cari kerja

Yang kedua tentang KUASAI. Nah, kalau TENANG itu masuk ke sisi spiritual, maka KUASAI itu masuk ke sisi logis. Sisi yang pakai pemikiran logis kita. Untuk bisa menguasai masalah kita harus tau apa masalahnya. Ibarat pawang harimau. Dia akan sukses jika tahu seperti apa harimau itu. Fisik dari harimau itu seperti apa. Suara aumannya seperti apa. Senjata apa yang dimiliki harimau untuk menyerang. Baru jika dia sudah paham seluk beluk tentang harimau, dia akan tahu bagaimana cara menjinakkan harimau. Apa risiko – risiko yang bisa terjadi sehingga dia bisa lebih berhati – hati. Sama seperti itu, jika terjadi sesuatu, jika terjadi masalah. Kita harus tau dulu masalah apa sih sebenarnya yang kita hadapi. Apa sebabnya bisa terjadi, setelah itu baru bisa kita temukan pilihan – pilihan solusi yang mungkin.

Ibarat pawang harimau. Dia akan sukses jika tahu seperti apa harimau itu. Fisik dari harimau itu seperti apa. Suara aumannya seperti apa. Senjata apa yang dimiliki harimau untuk menyerang. Baru jika dia sudah paham seluk beluk tentang harimau, dia akan tahu bagaimana cara menjinakkan harimau

Setelah tahu masalah apa, kita bisa mencari solusi. Nah mendapatkan solusi yang terbaik, solusi yang benar – benar menyelesaikan tentu saja kita harus memperluas wawasan. Wawasan luas akan membuat kita berpikir lebih luas, tidak sempit. Sehingga solusi yang kita pilih adalah solusi terbaik. Bagaimana agar wawasan semakin luas? Tentu saja harus terus belajar. Belajar apa aja caranya? BACA BUKU, DISKUSI, IKUT TRAINING. Namun kembali ke awal, kita bisa berpikir jernih, menggunakan logika kita sebaiknya adalah ketika kita bisa TENANG terlebih dahulu. jadi inget alurnya. TENANG lalu KUASAI.

Luar biasa kan ya konsep TENANG KUASAI itu. Menyentuh sisi spiritual maupun sisi logis. Hebat sekali memang Herdadi, bisa menemukan konsep yang menyeluruh seperti ini. Penasaran sama Herdadi? atau jadi terpesona sama Herdadi? Aduh maaf dia udah ada yang punya. bukan cuma pacar, tapi udah jadi istri hehehe.

Special request buat Herdadi. Kalau ada yang keliru segera marahi saya her. Akan langsung saya update biar tidak terjadi informasi yang bias😀

-bcl-