24 tahun 95 hari. Waktu yang dibutuhkan bagi saya untuk merubah status. Status dari seorang bayi laki – laki yang baru lahir ke dunia menuju seorang pria dewasa yang menyatakan siap mempersunting seorang wanita. 

Yap, tepat tanggal 9 Juni 2013. Saya telah menikah. Seorang wanita cantik bernama Nurul Aeni Octaviany sudah ditakdirkan untuk berjodoh dengan saya. Ijab dan Kabul berlangsung lancar antara ayahnya dan calon suaminya ini. 

Saya terima nikahnya dan kawinnya putri bapak Nurul Aeni Octaviany dengan mas kawin uang senilai sembilan ratus enam puluh dua ribu tiga belas rupiah dibayar tunai

24 tahun 95 hari. Dibilang terlalu muda ya tidak juga, karena banyak sekali rekan – rekan lain yang menikah jauh di bawah angka tersebut. Namun tetap saja. Ketika saya akan menikah kalimat pertanyaan seperti :

“Lo yakin mau nikah?”

“Hah? cepet amat. ga sayang sama masa muda lo?”

atau kalimat – kalimat sejenisnya semacam itu. Lalu apakah yang membuat saya memutuskan untuk menikah di usia tersebut?

Hmmmm bisa panjang sih kalau ngomongin tentang ini. Namun alasan utama saya memberanikan diri untuk menikah adalah karena ingin merubah sesuatu yang dosa menjadi pahala. 

Mungkin terkesan munafik. Namun saya setuju kalau pacaran itu dosa. Terkesan munafik memang karena saya berpacaran hampir 1 tahun sebelum saya menikah dengan istri saya sekarang. 

Silahkan jika ada yang berpendapat mengenai pacaran itu tidak dosa. Saya pun tidak akan berpanjang lebar mengapa saya setuju pacaran itu dosa. Jika ingin berdiskusi mari kita berdiskusi in private saja agar tersampaikan pemikiran masing – masing. Intinya saya percaya pacaran adalah dosa. 

Segala macam pacaran, bukan hanya pacaran with kontak fisik yang menurut saya dosa. Dan itu lah yang menjadi alasan utama saya. Saya takut dosa. Menikah merubah sesuatu yang dosa itu menjadi pahala. Lalu mengapa saya harus menunda?

1 tahun saya merasa hidup tidak tenang. Hari – hari dilalui dengan dosa dan dosa. Banyak hal dilalui selama 1 tahun itu. melobi dan meyakinkan diri sendiri. diskusi dengan calon istri,      lobi – lobi dengan orang tua dan mertua, sampai akhirnya januari 2013 kedua orang tua bertemu untuk menentukan rencana berikutnya. Pencarian gedung dan waktu yang tepat. Sampai didapatkan tanggal 9 Juni 2013 bertempat di Sekolah Tinggi Transportasi Darat Cibitung Bekasi.

Tempat dan waktu sudah didapatkan. Apakah saya sudah tenang? Tentu saja belum. Saya masih belum menikah, hari – hari saya tetap dilalui dengan dosa dan dosa. Semenjak itu doa saya yang utama adalah :

Ya Allah, mohon panjangkan umur hamba, setidaknya sampai tanggal 9 Juni 2013

Bagaimana jika saya meninggal sebelum saya menikah? Saya akan meninggal dalam keadaan bermaksiat. hari – hari terasa lamaaaaa sekali.Setiap hari semakin tidak tenang. 

9 Juni 2013. Hari bersejarah buat saya

Hari dimana ketidak tenangan itu berganti dengan ketenangan

Hari dimana dosa berubah menjadi pahala bagi saya dan istri saya

Hari dimana status saya berganti menjadi suami orang. 

Ah leganya hati saya setelah hari itu.

1 Hal yang saya ajak kepada istri saya di malam pertama kami. Shalat sunnah 2 rakaat. Dilanjutkan dengan shalat tobat 2 rakaat. Kami meminta maaf sebesar – besarnya kepada Allah SWT atas 1 tahun penuh dosa yang kami jalani. Semoga dosa – dosa kami diampuni, dan ke depannya kami dibimbing menuju pahala – pahala yang Dia berikan. Amiiin.

Itulah alasan utama saya menikah. Hanya 1 alasan itu saja cukup bagi saya untuk memberanikan diri menikah. Banyak yang bertanya mengenai rejeki.. Saya juga tidak mau terlalu buta masalah ini. Hidup itu memang butuh uang. Namun yang namanya rejeki itu bukan dari bos kita, bukan dari customer kita, bukan dari siapapun, bahkan bukan dari orang tua kita. Mereka semua hanya perantara saja. Rejeki dari Allah SWT. Dan saya melakukan hal yang diperintahkan oleh-Nya. Maka saya dan istri saya percaya. Allah SWT akan membantu kita. Jika kita kekurangan Allah SWT akan ada untuk kita. cukup Allah saja yang menjadi pemberi rejeki bagi kita. Cukup Allah saja yang menjadi pelindung dan pembimbing bagi keluarga muda seperti saya dan istri saya.

Saya juga mohon doa dan dukungan teman – teman agar saya dan istri bisa menjadi keluarga yang selalu memiliki visi mencari surga Allah. Bismillah 

Untuk tulisan – tulisan berikutnya mungkin akan berhubungan dengan menikah. Karena ada beberapa pendapat mengenai pernikahan yang sejak lama ingin saya share. Namun saya harus menunggu saya menikah dahulu. Karena saya tidak ingin berpendapat lebih jauh tentang hal yang belum saya lakukan.

-bcl-