Melanjutkan tulisan saya sebelumnya. Mengenai keputusan yang saya ambil untuk hidup saya. Tulisan ini akan bercerita tentang bantuan – bantuan tidak terduga dari Sang Maha Pencipta. Bantuan – bantuan tidak terduga yang mungkin ada yang menyebutnya sebagai law of attraction.

Skalanya mungkin belum yang “wah” banget. Tapi hal – hal di bawah ini membuat saya semakin percaya, apapun yang kita lakukan, selama didasari niat yang baik, Insha Allah Sang Maha Pencipta akan ada di belakang kita untuk mendukung usaha kita.

Diawali dari cita – cita saya sewaktu kuliah yang telah saya bahas di tulisan sebelumnya. Saya ingin mengembangkan setidaknya 1 saja sumber daya alam asli Indonesia menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Saya tidak bahan itu apa. Tapi Insha Allah niat saya baik.

Law of Attraction (LoA) pertama. Jalan Raya Bogor Km 30 Depok. Saya sedang servis motor di sebuah bengkel resmi milik Honda. Menunggu antrian servis, saya lalu beranjak dari tempat servis tersebut. Lalu melangkahkan kaki untuk berjalan – jalan di sekitar tempat servis. Tuhan membimbing kaki saya untuk terus melangkah, sampai pandangan mata saya tertuju pada sebuah toko buku bekas yang kecil. Toko buku itu kecil, dan menjual buku – buku bekas (penjelasan yang tidak perlu :p). saking kecil dan tertutupnya, jika kita melihat dengan cermat deretan toko – toko di jalan tersebut, pasti kita tidak akan menyadari jika ada toko buku tersebut. Dan namanya toko buku bekas, penataannya pun tidak serapi dan semenarik toko buku besar. Cukup lama saya melihat – lihat judul buku di toko buku tersebut. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku “Cara membuat jahe instant”. buku tipis, mungkin hanya sekitar 40 – 50 lembar. Belum ada niat untuk membuka usaha jahe instant. Namun mungkin ini bimbingan dari Tuhan.

LoA kedua. Mungkin sekitar 1 tahun setelah LoA pertama. Saya tergabung dalam suatu komunitas bernama Entrepreneur Camp (e-camp). salah satu media komunikasi antar anggotanya adalah dengan milis. Dan ada 1 email yang membuat topik baru dan menarik perhatian saya. Isi emailnya secara singkat adalah sebagai berikut “bagi rekan – rekan yang membutuhkan supply jahe merah bisa hubungi saya, di daerah saya jahe merah dimainkan oleh tengkulak, tidak semua hasil panen petani diambil oleh mereka, sehingga banyak petani yang tidak bisa menjual hasil panennya. Saya hanya ingin membantu petani tersebut”. Tiba – tiba memory saya membuka kembali sebuah buku yang dibeli sudah cukup lama, dan tertumpuk bersama buku yang lain “cara membuat jahe instant. Walau setelah saya hubungi orang tersebut, ternyata minimum ordernya sangat tidak cocok untuk bisnis pemula. minimum order harus ton-tonan. Tapi mungkin ini petunjuk dari Tuhan tentang SDA yang bisa saya olah dengan kemampuan yang ada saat ini.

LoA berikutnya. Ujicoba teori buku tersebut dilakukan, dengan peralatan sederhana dicobalah cara membuat jahe instant. Kadang berhasil, tidak sedikit pula kegagalan terjadi. Hasil kalkulasi. Jika menggunakan alat sederhana, bisnis ini tidak akan berkembang, Keuntungan tidak seberapa. Kesimpulan yang diambil : Saya harus investasi alat jika ingin benar – benar serius bisnis ini. Mulailah pencarian alat. Googling -> hubungi -> kumpulkan data. Tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah ketika ternyata total investasi alat yang dibutuhkan mepet  dengan tabungan yang ada. Lanjutkan dengan risiko yang siap dihadapi. Atau tunda sampai waktu yang tidak ditentukan. 

Akhirnya alat tersebut saya order. Dibilang nekat mungkin, namun itulah cara saya memaksa diri saya sendiri. Jika sebelum membeli alat, saya akan memulai bisnis dari 0, maka setelah membeli alat saya memulai bisnis dari minus. Selanjutnya terserah saya. Melanjutkan bisnis dengan risiko bisa semakin rugi, namun bisa juga jadi untung. Atau tidak melanjutkan bisnis walau sudah membeli alat tapi dengan keadaan sudah pasti rugi (karena uang sudah dipakai membeli alat). Tentu saja saya akan memilih pilihan pertama. Nekat memang nekat, apalagi itu hanya sekitar 4 bulan dari rencana pernikahan. Namun, disinilah muncul lagi 2 LoA yang benar – benar tidak terduga. 

Di kantor yang lama, peran saya adalah sebagai Raw Material Planner. Sebuah posisi yang tugasnya adalah menentukan kapan dan berapa banyak raw material – raw material untuk produksi harus di-order. Terjadi lah percakapan antara saya dengan salah satu vendor yang biasa supply ethyl formate (sebuah bahan kimia) ke perusahaan saya. 

Saya : oke pak, untuk urusan kerjaan cukup jelas ya pak. Oh iya pak, saya lagi ada rencana nih untuk bisnis kecil – kecilan. Saya mau coba produksi jahe instant pak

Supplier : Hah serius? kamu tau ga? selain bisnis chemical, saya juga bisnis herbal. ini kartu nama saya yang lain, kalau kamu butuh info tentang pembuatan jahe serbuk kamu hubungi saya, silahkan datang ke tempat saya kapanpun kau mau. 

daan di hari itu saya mendapatkan mentor pertama saya. Sebuah pertemuan dan percakapan yang tidak terduga. Lebih mencengangkan lagi karena pertemuan itu benar – benar mendadak. Kami baru membuat perjanjian untuk bertemu hanya beberapa jam sebelumnya. 

LoA berikutnya terjadi hanya beberapa hari setelahnya, saya sedang membuka facebook. Lalu secara iseng saya coba chat dengan rekan saya yang sedang S2 di italy. sudah cukup lama kami tidak berbincang – bincang. sampai akhirnya saya bercerita tentang rencana saya untuk usaha jahe instant. Dan ternyata dia merekomendasikan saya untuk bertemu rekan ibunya yang memiliki usaha pengobatan tradisional skala rumahan. Saya datangi ibu tersebut, dan ternyata kata – kata inilah yang terucap dari ibu tersebut :

Ibu : Wah Alhamdulillah, tumben banget anak muda mau usaha jahe serbuk gini. Padahal baru loh kemarin ibu cerita sama Bapak (suaminya-red) “Pak sampai kapan ya kita bikin jahe begini”. eh Bapaknya jawab gini “yah gimana lagi bu, anak mudanya ga ada yang mau bikin jahe”. Eh kebetulan banget kamu datang. Jadi gini aja, kamu aja yang bikin jahe. nanti supply ke ibu, Ya memang belom banyak kebutuhan Ibu, tapi bisa lah buat awal – awal

Dan saat itulah saya memiliki customer pertama saya yang sampai saat ini rutin memberi order setiap bulannya. Jika dilihat nilainya memang tidak besar. Namun inilah cara Tuhan untuk membantu. Ketika membayar alat, bisnis saya serba belum pasti. Secara produksi pun masih kadang gagal kadang berhasil. Jika ditanya “Dijual kemana nanti?” saya pun belum bisa menjawab secara pasti. Namun hanya beberapa hari setelah itu, ternyata bantuan Tuhan datang dengan cara yang tidak terduga. 

Masih banyak LoA – LoA yang lain. namun akan sangat panjang dan membosankan jika saya tuliskan semua. Apalagi bisnis saya sampai saat ini pun belum teruji akan bisa bertahan lama. Pada intinya, saya hanya ingin sharing tentang bagaimana Tuhan itu tidak pernah tidur. Tuhan itu benar – benar sayang kepada makhluk-Nya. Selama kita memiliki niat yang positif, ingatlah ada Tuhan yang akan selalu mendukung kita. 

Mengenai LoA, bukan berarti keajaiban – keajaiban itu akan datang kepada kita tanpa kita berusaha meraihnya. Bantuan Tuhan berupa LoA ini akan datang dalam bentuk kesempatan. Maksudnya seperti ini. Saat dimana saya melihat toko buku kecil itu. Itu adalah petunjuk dari Tuhan jika saya masuk ke tempat itu maka akan ada sesuatu yang bisa saya dapatkan. Tapi tentu saja, pilihan untuk masuk atau tidak ke toko itu adalah pilihan saya. Jika saya memilih untuk tidak masuk, mungkin kisah di atas tidak akan terjadi.

Atau ketika saya diberi informasi oleh rekan saya kalau ada rekan ibunya yang membuka usaha pengobatan tradisional, namun saya mengacuhkan info tersebut dengan tidak mendatangi ibu itu karena alasan jauh atau malas atau sibuk atau alasan lainnya. Maka saya tidak akan berkenalan dengan ibu itu dan saya juga tidak akan mendapat customer pertama saya. 

Bantuan Tuhan datang dengan cara yang tidak terduga. Jika tiba – tiba terbersit di benak atau pikiran untuk berbuat sesuatu yang jarang dilakukan, atau hal – hal yang sebelumnya tidak terpikirkan maka lakukanlah. Dengan catatan niat untuk melakukan hal tersebut adalah hal positif. Siapa tau itu adalah cara Tuhan untuk menunjukkan bantuan yang akan dia berikan. Namun jangan langsung berburuk sangka jika tidak terjadi perubahan berarti. Karena ketika saya membeli buku tipis tersebut, tidak ada yang berubah saat itu juga. namun 1 tahun kemudian, ternyata bantuan itu benar – benar nyata.

-bcl-