Dulu waktu jaman kuliah, saya mengambil mata kuliah yang namanya manajemen proyek. Dari sekian banyak pelajaran yang saya lupa, ada 1 kurva yang saya ingat sampai sekarang. Namanya bathtub curve. 

Apa itu bathtub curve?

 

Image

Dapat dilihat di gambar di atas. Sesuai namanya Bathtub Curve adalah Kurva bak mandi. Karena bentuk kurvanya mirip bak mandi. Diawali oleh garis melengkung ke bawah. dilanjutkan garis mendatar. dan diakhiri dengan garis melengkung ke atas jadi mirip sama bak mandi atau bathtub.

Sumbu Y dari kurva itu adalah “tingkat kegagalan” sedangkan sumbu X nya adalah “waktu”. Jadi secara singkatnya kurva ini menunjukkan tingkat kegagalan dalam suatu proyek itu biasanya paling besar adalah saat di awal dan di akhir masa proyek.

kurva ini menunjukkan tingkat kegagalan dalam suatu proyek itu biasanya paling besar adalah saat di awal dan di akhir masa proyek

Masa – masa kritis. Masa – masa sulit banget itu biasanya di awal dan di akhir. Lantas kenapa saya sangat mengingat kurva ini sedangkan pelajaran lain saya lupa?

Adalah karena kurva ini bukan hanya untuk proyek. Tapi juga karena kurva ini menggambarkan tingkat kegagalan di hampir semua aspek kehidupan.

Dalam bisnis. Masa – masa paling berat adalah masa – masa start up dan masa – masa akhir yaitu nanti ketika konsumen sudah bosan dengan produk kita.

Masa – masa start up bisnis memang luar biasa tidak enak. Luar biasa susah. Terbukti dengan tingginya angka kegagaln bagi pengusaha pemula. 

Tapi itulah yang namanya bisnis teh kudu “ngereuyeuh” seperti tulisan saya sebelumnya dengan judul @JawaraJahe berkunjung ke @BalongKabayan. Dan menurut saya lagi, hal ini terjadi bukan karena faktor teknis semata. Tapi ada campur tangan Tuhan yang secara tidak langsung bilang “cik, dites dulu kamu teh beneran siap jadi pengusaha sukses?”. Jadi pasti akan ada hambatan – hambatan yang terjadi. Mulai dari modal seret, susahnya jualan, dan lain – lain.

Masalahnya adalah, jika dilihat di kurva, tidak akan ada yang bisa menentukan kapan garis itu akan menjadi datar. kapan tingkat kegagalan itu mengecil. Tidak ada yang tahu dan pasti setiap orang pun berbeda – beda.

Jadi kumaha? Ya nikmati saja prosesnya. Pokonamah “Ngereuyeuh”. Yang penting mah (menurut saya) niat kita positif da pasti dibantu ku Allah mah. Amiiin

-bcl-