Jadi malam ini saya sedikit bernostalgia dengan salah satu permainan yang biasa saya mainkan ketika kuliah dahulu. 

Rekan – rekan pasti tahu sebuah game yang namanya Pro Evolution Soccer. Game sepakbola yang sangat asyik untuk dimainkan bersama teman. Namun ada 1 pilihan permainan yang juga cukup asyik untuk dimainkan sendirian. nama mode nya adalah “Become A Legend”. 

dalam “become a legend” kita akan membuat sebuah karakter yang akan kita mainkan. jadi dalam sebuah pertandingan, kita hanya akan menggerakkan 1 orang, yaitu karakter yang kita buat tadi. Mengapa menarik buat saya? Karena ini adalah sarana saya untuk menggapai cita – cita sebagai pemain sepakbola hehehe.

Namun bukan itu inti tulisannya. Bukan tentang penyesalan bagaimana saya tidak bisa mencapai cita – cita masa kecil saya. Namun, ada lagi hal yang membuat saya tertarik dengan permainan ini. Di awal permainan, skill pemain buatan kita belum ada apa – apanya. Masih skill ala kadarnya. Namun dengan semakin sering dimainkan, skill pemain buatan kita itu akan bertambah dan terus bertambah sampai akhirnya skill pemain buatan kita tersebut menjadi luar biasa hebatnya. 

Kembali ke hari ini. Jadi hari ini ketika saya sedang menghadapi laptop saya, timbul niat untuk bernostalgia dengan permainan tersebut. Saya klik icon Pro Evolution Soccer 2011 (iya saya tau kok klo sekarang udah ada yang 2013 hehe). Lalu saya munculkan kembali data permainan saya ketika kuliah dulu. Akhirnya muncullah karakter buatan saya tersebut, dengan nama yang sama seperti nama saya, perawakan dibuat semirip mungkin. Karena dulu waktu kuliah saya cukup sering memainkannya, sehingga skill pemain saya bisa dibilang hebat. 

Seringkali pemain buatan saya tersebut mencetak gol atau memberikan assist kepada pemain lain untuk mencetak gol. Tim saya pun memenangkan pertandingan tanpa kesulitan berarti. Namun ada hal yang menggelitik di pikiran saya. “ah gimana kalau mulai lagi dari awal ya. Berjuang lagi dari yang skill nya ala kadarnya”. 

Namun, akhirnya saya mengurungkan niat tersebut. Saya tidak mau terlalu asyik terbuai oleh permainan tersebut. Karena toh niat awal meng-klik kembali icon permainan tersebut adalah untuk bernostalgia sejenak, sekaligus me-refresh pikiran. Jangan sampai waktu saya banyak terbuang lagi untuk memperkuat karakter buatan saya dengan memainkan permainan tersebut dengan intensitas yang tinggi. 

Dan, ternyata mungkin ini adalah cara Allah untuk memberikan motivasi untuk saya. Dengan peristiwa di atas saya jadi tersadarkan. Bahkan ketika seseorang sudah berada di posisi atas. Hal yang dirindukan adalah masa – masa berjuang. Walau karakter buatan saya memiliki skill yang luar biasa hebat dimana mencetak gol adalah hal yang mudah, tapi tetap saja yang saya rindukan adalah ketika berjuang dengan skill yang ala kadarnya. Yang mencetak gol pun amatlah sangat sulit. 

Beberapa hari ini saya merasakan beratnya di posisi saat ini. Namun, mudah – mudahan ini cara Allah memotivasi saya. Karena kelak, mungkin masa – masa ini yang akan saya rindukan. Masa – masa berjuang. Berjuang di masa start-up JAWARA, berjuang sebagai suami di masa – masa awal pernikahan, berjuang LDR dengan sang istri tercinta, dan perjuangan – perjuangan lain yang harus tetap dijalankan dengan istiqamah. Insha Allah. Bismillah

-bcl-