Setelah sekian kali gagal login karena lupa password (karena lama pisan ga buka blog ini hehe) bisa masuk juga kesini.

Kali ini saya mau cerita tentang Mindset seseorang yang mungkin berbeda sama kebanyakan orang.

Nama Orang ini adalah Jon Jandai. Kewarganegaraan Thailand.

Dalam sebuah video, dia bercerita bagaimana kehidupan masa kecilnya sangatlah indah. Kehidupan di desanya sangat menyenangkan, hampir tidak ada beban. Apalagi saat itu dia masih anak – anak.

beranjak dewasa, dengan adanya TV maka desa mereka juga terhubung dengan dunia di kota besar. Informasi – informasi baru lalu muncul yang mengatakan bahwa “Hidup di desa itu tidak sukses. Kamu harus mencapai kesuksesan dan sukses itu ada di Kota Bangkok”.

Jon Jandai lalu merasakan hidup di Bangkok. Seperti normalnya kehidupan di kota besar, maka dia harus kerja sangat keras. Bersaing dengan orang lain dan berjuang untuk hidup.

Dalam menghadapi kerasnya Bangkok, lantas dia teringat akan kehidupannya di desa dulu. Dan dia pun berpikir

“Saya sudah bekerja lebih keras daripada ketika saya ada di desa, tapi kenapa dengan kerja lebih keras di kota besar saya hanya dapat makan dengan semangkok mie? dan saya harus tidur di ruangan yang sempit dan panas”.

Jon Jandai pun kembali ke desanya. Mencoba hidup seperti saat dahulu kala. Dan terbukti, hidupnya jauh jauh lebih nikmat dan lebih nyaman ketimbang ketika dia hidup di Bangkok. Ada 4 hal yang diterangkan oleh Jon Jandai pada video tersebut:

Pangan

Seperti telah disebutkan sebelumnya. Dengan bekejar minimal 8 jam sehari, maka Jon hanya bisa makan dengan semangkok mie untuk dirinya sendiri. Namun, ketika dia di desa. Hanya dengan bekerja 2 bulan dalam 1 tahun dia bisa memberi makan yang bergizi kepada keluarganya (Total 6 orang). Nasi dia ambil dari sawah yang diolahnya sendiri. Sayur dan buah-buahan diambil dari kebun yang juga dia tanami sendiri. Ikan dia ambil dari kolam yang dia miliki sendiri.

Hanya 2 bulan dalam 1 tahun. 1 Bulan saat menanam dan 1 bulan saat memanen. Sisanya 10 bulan free-time. Jon juga menyebutkan mengapa di Thailand dulu banyak sekali festival. Setiap bulan ada saja festival, karena memang orang – orang disana lebih banyak free-time. Dengan lebih banyak free-time mereka lebih bisa mengenali dirinya sendiri dan bisa lebih menghargai dirinya sendiri.

Sandang

Ketika di Bangkok dulu, Jon pernah membeli sebuah celana jeans. Memerlukan waktu 1 bulan menabung baginya untuk bisa membeli jeans tersebut. Setelah dia membeli dan memakai celana tersebut. Maksudnya agar dapat berpakaian seperti artis – artis yang dia lihat di TV. Tapi apa yang terjadi? tidak ada perubahan dengan menggunakan celana tersebut. Jon merasa bodoh. Menghamburkan uang yang sangat besar hanya untuk celana jeans yang bahkan tidak memberikan perubahan apapun bagi dirinya. Mulai saat itu dia tidak mau lagi mengikuti fashion.

“Jika kita mengikuti fashion, kita tidak akan pernah mencapainya. Ya namanya juga kita hanya mengikuti. Udah ga usah ngikutin. Disini aja. Gunakan apa yang kita punya”

Sejak di desanya, 20 tahun Jon tidak pernah membeli satupun pakaian. Darimana dia dapat pakaian? Ternyata dari wisatawan yang meninggalkan/memberikan pakaiannya setelah mereka berkunjung ke tempat Jon.

Papan

Awalnya Jon merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki rumah. Kenapa?
Karena saat di Bangkok dia berpikir

“Lulusan terbaik dari universitas saja, biasanya membutuhkan 30 tahun bekerja agar mereka benar – benar memiliki rumah. Jika begitu, saya tidak mungkin bisa memiliki rumah karena saya kuliah pun tidak”

Namun mindset nya benar – benar berubah saat dia ada di desa.

Dia menyisihkan waktu setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 7 pagi untuk pelan – pelan membangun rumahnya sendiri (Ngereuyeuh bahasa sunda na mah). Dan apa yang terjadi? 3 bulan kemudian dia benar – benar memiliki rumah yang dia bangun dengan tangannya sendiri.

“Mungkin sama seperti orang – orang yang ada di kota. Sama – sama bekerja selama 3 bulan dan kami juga akan sama memiliki sebuah rumah yang bisa kami tinggali. Tapi setelah 3 bulan itu, mereka terlilit hutang selama 30 tahun yang harus dibayarkan setiap bulan”

Hampir setiap tahun setidaknya Jon membangun sebuah rumah. Dan yang menjadi masalah dia setiap malam adalah “RUmah mana yang harus saya tinggali malam ini” hahahaha.

Kesehatan

Kesehatan juga menjadi hal yang ditakutkan oleh Jon saat ada di desa. Bagaimana jika nantinya dia atau keluarganya sakit? Dia tidak memiliki tabungan uang atau asuransi kesehatan.

Namun dia memiliki mindset. Ketika kita sakit, itu hanyalah tanda bahwa kita melakukan hal yang salah kepada diri kita. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada diri kita sendiri dan kembali ke alam. Oleh karena itu, untuk masalah kesehatan ini dia kembali ke alam. Dia gunakan air putih dan apa yang ada di alam sebagai “obat alami”nya.

Jika kita perhatikan. Memang keempat hal itulah yang biasanya menjadi ketakutan bagi setiap orang. Oleh karena itu setiap orang bekerja dengan sangat keras untuk memastikan bahwa keempat hal di atas dapat mereka peroleh.

Makanan, Pakaian, Rumah, dan Kesehatan. Dan mindset yang ada adalah bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dan bisa digunakan untuk membeli 4 hal tersebut.

Namun ternyata Jon berpikir dan bertindak lain. Ketika mayoritas manusia memiliki mindset di atas dan berlomba – lomba menjadi yang terbaik, Jon menarik diri dari “balapan” itu dan berjalan ke arah lain. Berjalan ke arah yang tidak banyak orang berminat mengikuti jalan itu.

Hasilnya, dia saat ini menjadi orang yang benar – benar “merdeka”

Dia memiliki sumber makanan yang tidak tergantung kepada orang lain. Silahkan BBM naik, silahkan listrik naik. Toh klo masalah makanan saya punya sendiri bahan makanannya. ga harus beli ke orang lain dan menjaid tergantung pada orang lain

Dia memiliki pakaian yang biasa saja. Namun dia tidak peduli Justin Bieber memakai baju apa. Memiliki style rambut yang seperti apa. sehingga dia tidak harus mengikuti trend fashion yang ada.

Dia dapat membangun rumahnya sendiri. Dia bisa tenang karena selama 15 atau 30 tahun ke depan tidak dikejar – kejar oleh tagihan yang harus dia bayar setiap bulan.

Dia juga percaya bahwa obat dari segala penyakit yang akan dia hadapi ada di sekitar dirinya. Sehingga dia tidak perlu memilah milah mana asuransi yang baik dan aman baginya.

Sebagai penutup, saya sampaikan kata – kata penutup dari Jon Jandai. Jika teman – teman ingin melihat video full nya saya sertakan videonya di bawah ini.

“Choice to be easy, or choice to be hard. It depends on you”

-bcl-