Posts from the ‘Hobby’ Category

Pengaruh Football Manager…


Salah satu game paling populer yang ada saat ini adalah Football Manager. Sebuah game yang memberi kesempatan kepada siapapun untuk menjadi manager sebuah tim sepakbola.

Saking hebatnya pengaruh game ini, dalam beberapa kesempatan game ini benar – benar merubah hidup seseorang. Seberaa besar pengaruhnya? Satu contoh dari Chris Darwen…

Chris Darwen tinggal di Inggris. Sering mengeluh saat hidup di London, sang pacar akhirnya ngajak pindah ke Spanyol. Jawaban Chris “Oke. Kamu yang pilih kotanya”. Dua kota terpilih. Dan bagaimana Chris menentukan pilihannya  dari dua opsi tersebut?

“Saya akan mainkan dua tim tersebut di Football Manager. Tim manapun yang saya bawa promosi ke divisi di atasnya, maka kita tinggal disana”

It happens. sebuah tim, yang saya juga baru tau namanya dari cerita ini, CD Torrevieja dibawa sama si Chris ini promosi ke dari Tercera division (liga level 4 di Spanyol) ke La Liga (Liga utama di Spanyol) dalam waktu 5 tahun. Di game Football Manager tentu saja. Janji sudah terucap dan harus ditepati, pindahlah mereka ke Torrevieja. Tanpa sanak saudara. Dan bukan setelah Lebaran.

Sampe sana, Mereka nonton pertandingan si CD Torrevieja ini sambil beli match programme nya. ya semacam buku kecil yang berisi informasi tentang pertandingan saat itu. Bukan cuma tentang pertandingan aja, tetapi ternyata disitu juga ada alamat email vice-president CD Torrevieja yang kebetulan Orang Inggris juga namanya Jeff.

Akhirnya dia email Jeff dan bilang kalau dia mau terlibat di dalam club. Apapun, mau jadi pelatih, jualan match programme, atau bahkan jadi cleaning service juga dia mau asal terlibat di dalam tim. Dan tidak lupa, dia juga cerita kisah suksesnya membawa CD Torrevieja masuk La Liga….di game football manager.

Jeff terkesan. Dia minta Chris untuk mempromosikan CD Torrevieja biar jadi banyak yang nonton. Dia juga diminta untuk cari sponsor atau cari dana bagaimanapun caranya. Sampai saat ini, Chris masih menjadi commercial director dari tim CD Torrevieja ini. Jauh lebih baik daripada dia masih di London yang mungkin hanya akan mengisi waktunya dengan keluhan.

Btw, saya dapat info hebat ini dari sebuah video yang ada di National Football Museum. Buat yang mau liat videonya bisa datang kesana. Inget waktu yang disarankan sesuai tulisan saya sebelumnya, rabu jam 1-4 siang :p

Atau, bisa juga liat videonya di link ini:

Chris Darwen – CD Torrevieja

 

Advertisements

Sepakbola di Manchester


Tinggal di kota Manchester tentu tidak bisa dilepaskan dari dunia sepakbola. Walau belum se-fanatik (dalam arti positif dan negatif) bobotoh kepada Persib nya, namun pengaruh dari Manchester United dan Manchester city memang sangat terasa di kota ini. United dengan Old traffordnya dan Etihad stadium milik city menjadi 2 landmark yang paling terkenal di kota ini. Merah dan biru langit pun menjadi warna dominan yang dipakai oleh warga Manchester di hari dimana keduanya akan bertanding.

Tulisan ini adalah tulisan tentang sepakbola, tapi fokusnya bukan kepada dua tim tersebut. Kenapa dua tim tersebut saya sebut di pembukaan lebih karena kurangnya ide penulisan saya, bukan karena betapa pentingnya dua tim tersebut. Ada satu landmark lain yang perlu diangkat dari kota Manchester. Tempat itu bernama National Football Museum. Dari namanya mungkin sudah tergambar tempat macam apa NFM ini. Sebuah museum dimana sejarah sepakbola Inggris tersimpan. Belum lama memang monumen ini berdiri di Manchester, 2012 tepatnya. Sebelumnya, sejak 2001 museum ini berlokasi di kota Preston, sekitar 1 jam perjalanan bis dari Manchester, itu juga kalo ga macet. Kalo macet  ya mungkin anda lagi ada di Jakarta bukan di Manchester.

coach-trips-to-the-national-football-museum-in-manchester

sumber: http://bit.ly/1Olj1no

national-football-museum

sumber: http://bit.ly/1QX3KZS

Di-design dengan gedung yang berbentuk unik dan terlihat modern, tentu saja museum ini menjadi salah satu daya tarik kota Manchester. Suka atau tidak dengan sepakbola, siapapun pasti bisa menikmati museum ini.

Tanpa dipungut biaya masuk alias Gratis sama seperti kebanyakan museum di kota ini, tentu menjadi alasan lain untuk mengunjungi museum ini. Masuk melalui pintu utama, akan langsung disambut dengan para staff yang biasanya akan bertanya “Is this your first time to go to the museum?”. Jika jawabannya “iya kang” mungkin dia akan bingung. Tapi kalau kamu jawab “yes” maka mereka akan menjelaskan bahwa museum ini gratis tapi terbuka untuk donasi demi keberlangsungan museum ini. Jangan berburuk sangka dulu. Ini jujur dan tulus. Jangan berpikir di dalam akan dipaksa2 untuk donasi. Masuk gratis. Ga donasi pun gapapa. Tapi kalau sangat terkesan dan mau menyumbang ya silahkan juga.

Museum ini terdiri dari 4 lantai yang bisa dikunjungi: Ground floor, level 1, level 2, dan level 3. Memang masih ada beberapa level di atasnya tapi itu mah bukan untuk umum. Apalagi yang level 15, itu mah boncabe.

Di ground floor adalah area hall of fame. Tempat dimana informasi – informasi tentang legenda – legenda sepakbola Inggris. Bukan hanya informasi dinding yang bersifat tulisan, namun ada juga video yang diputar berulang – ulang tentang legenda tersebut seperti George best, Paul Gascoigne, dan lain – lain. Di lantai ini juga ada mobilnya Piala FA dan trophy juara premier league yang ditampilkan, Siapapun bisa foto sama piala – piala ini. SIAPAPUN? Iya siapapun yang bayar bisa foto sambil ngangkat piala ini. Sumpah.

488097_10151332592334092_1230459954_n

sumber: http://bit.ly/1OdL2CB

Naik satu lantai ke level 1, disinilah tempat sejarah – sejarah sepakbola Inggris bisa dipelajari. Disusun dengan sedemikian menarik. Dibagi ke dalam beberapa tema tertentu. Mulai dari tema sederhana seperti “barang – barang yang biasa dibawa ke stadion” atau “hal – hal yang biasa dikoleksi oleh fans tentang sepakbola” sampai tema seperti “kisah –kisah klub Inggris di kompetisi eropa” dan jajaran trophy – trophy yang ada di sepakbola  Inggris. Ada juga informasi tentang tragedy – tragedy yang ada di dunia sepakbola seperti “Bradford Fire” dan “Hillsbrough tragedy”. Banyak banget informasi yang bisa didapat di lantai ini yang gabisa saya sebutkan semuanya disini. Ditampilkan dengan berbagai cara yang sangat menarik yang bikin ga bosen.

942298_10151500688789092_410774972_n

Mourinho dalam kartun. Salah satu koleksi National Football Museum di level 1

sumber: http://bit.ly/23DYEZF

Di level 2 adalah tempatnya permainan interaktif yang disebut dengan Football plus+. Kalem dulu. Jangan mikir aneh2 dulu sama kata plus+ nya. Ada beberapa permainan yang masuk ke football plus+ ini: Penalty kick dimana mmm ya kita nendang penalty.  Bolanya bola beneran, gawangnya ada, kipernya ada. Permainan ini adalah permainan yang paling populer disbanding football plus+ yang lain walaupun secara kredit memang yang paling besar. Loh kredit? Bayar dong? Iya iyaaa. Football plus+ ini bisa dimainkan tapi sebelumnya beli kredit dulu. Tentang kredit ini belakangan deh dijelasinnya.

Permainan football plus+ yang lain itu ada:

shot stopper untuk latihan kecepatan tangan supaya jadi kiper yang tangguh,

pass master untuk latihan ketepatan dalam memberi umpan,

On the ball untuk latihan memainkan bola dengan mencontoh skill pemain yang ada di video

One-two untuk latihan tiki-taka ala Barcelona. Katanya sih pemain Barcelona itu bisa ahli tiki-taka itu karena sering latihan one-two ini.  Disana tapi di La Masia,Barcelona bukan di NFM juga.

Sebenarnya ada 2 permainan interaktif yang termasuk football plus+ juga di level 1, yaitu match of the day commentary challenge untuk  bisa jadi komentator sesaat dan lift the trophy.

63fk_h

sumber: http://bit.ly/1XiDaBW

Naik lagi satu lantai ke level 3. Disini adalah surganya para gamers yang hobi sepakbola. Semua game sepakbola dari yang jadul banget jaman Atari sampai paling baru Football Manager 2016 dan PES2016 ada disini. Paling penting, semuanya bisa dimainkan GRATIS. Ga ada bayar – bayar. Ga ada kredit – kredit. Tapi ya kalo lagi ada yang make ya ngantri hehehe. Ga banyak cerita lah tentang lantai ini. Pokoknya klo mau nostalgia sama game – game lawas, atau kangen sama rental PS di Indonesia datang dan mainlah ke level ini.

12311298_10153392984434092_2650285284384441025_n

Kangen sama game ini?

sumber: http://bit.ly/1VRsbzZ

Oke oke kita bahas tentang kredit sekarang. Jadi untuk football plus itu memang ada kreditna. Harga kredit itu 5 pounds untuk 2 kredit, 10 pounds untuk 8 kredit, atau 25 pounds untuk unlimited day pass. Mahal atau murahnya relative lah ya. Tapi semua yang nyoba permainannya sih pada puas dan bilangnya “worth it”. Gatau deh ya boong apa engganya, biarlah itu urusan mereka dan Tuhannya masing – masing. Untuk game nya sendiri, penalty itu membutuhkan 2 kredit sedangkan game yang lainnya masing – masing 1 kredit.

Yang menarik adalah, NFM ini menawarkan 1 paket menarik dimana dengan 5 pounds bisa mendapatkan 2 kredit + foto dengan piala FA dan trophy premier league (harga normal 5 pounds) + buku panduan NFM (Harga normal 3 pounds).

Dan yang lebih menarik lagi. Saran untuk waktu terbaik datang ke museum adalah Hari Rabu antara jam 13.00 – 16.00. Kenapa? Karena itu adala jam saya volunteer disana 😀

See you at the museum!!!

sudah kawin, sudah melahirkan


Masih inget tulisan saya di bawah ini

https://satriyadiwibowo.wordpress.com/2013/01/13/akan-kawin/

ini adalah foto saat itu

20130112_163926[1]

Saat ini fotonya menjadi :

IMG-20130218-00512

Itu apa yang merah2? Itu adalah anak landak yang baru keluar dari perut ibunya. Anak – anak landak yang siap mengarungi kerasnya dunia. Total 4 anak landak lahir ke dunia ini. Entah tepatnya pukul berapa, yang jelas pulang kantor tadi sekitar pukul 20.00 saya lihat pemandangan yang mengharukan. Akhirnya sukses juga saya ngawinin piaraan saya. Eh bukan saya yang ngawinin. Saya yang mempertemukan mereka sehingga terjalin kisah cinta antara 2 orang tua landak. Mereka kawin. Dan mereka berhasil.

Hmmmm btw. kok cuma ada ibunya? kemana si bapak?

Dasar laki – laki. Disaat si ibu berjuang melahirkan buah hati mereka. Si bapak malah sedang berasyik masyuk dengan wanita lain

IMG-20130218-00513

ckckckkc dasar laki – laki. Apakah dia salah? Engga dong. kan saya yang nyuruh :p

Mudah – mudahan tokcer juga dengan pasangan barunya 😀

Pulau Peucang


Hari ini, saya akan pergi refreshing bersama kawan – kawan ke Pulau Peucang. Sebuah tempat wisata di daerah Ujung Kulon, Banten. Berikut adalah gambar yang saya dapat dari google :

Mari kita buktikan apakah memang Pulau Peucang itu seindah yang terlihat di gambar.

nb : mau ber-alibi. maaf ya kalau 2 hari ke depan tidak ada update tulisan. Takutnya disana ga sempet nulis gitu. hehehe. Tapi kalau masih bisa nulis Insya Allah akan diusahakan.

-bcl-

gambar diambil dari :



Inspirasi Football Manager


Saya termasuk orang yang tidak terlalu gandrung bermain game. Zaman sering main game itu kalau ga salah inget dari jaman SD sama SMP aja sih. Itu pun bukan game online, tapi main game di playstation aja. Dulu pas jaman teman – teman lagi keranjingan sama Counter Strike, saya ga pernah ikut – ikut. Beneran deh, ga pernah dulu sekalipun masuk ke warnet buat main online games. Ya kalau ada yang bilang “wah masa muda lo ada yang kurang tuh” gapapa deh. Abis udah lewat juga masa – masa SMP dulu. Masa mau nyesel, buat apa juga hehehe.

Tapi saya ga menganggap rendah orang – orang yang main game kok, ga sama sekali. Namanya tiap orang kan pasti punya hobby yang berbeda – beda, Betul tidak?

Walau saya ga begitu suka bermain game, bukan berarti saya tidak main game. Karena saya suka sepakbola paling suka dulu itu main Winning Eleven (WE) di rental atau di rumah teman. Ga sering sih, jarang banget malah. Itu juga harus ada temen. Kalau sendirian mah bosen.

Selain WE, sampai saat ini hanya ada 1 game yang saya suka, yaitu Football Manager (FM). Sebuah game dimana saya bertindak sebagai manager sebuah tim sepakbola. Tim sepakbolanya juga tim asli kaya Juventus, Manchester United, Real Madrid, bahkan sampai Persib Bandung pun ada. pemain – pemainnya juga asli.

Namanya manager tim, saya bisa melakukan transfer pemain. Beli pemain dari luar atau jual pemain keluar. Pokoknya terserah saya. Paling suka itu saya pake tim liga eropa yang kelasnya menengah, jago banget engga, tapi jelek banget juga engga. Terus pemain pertama yang ditransfer pasti Boaz Solossa. Pada tau kan Boaz Solossa? Pemain terbaik Indonesia yang pernah ada kalau menurut saya mah.

Pokoknya di game itu kita bisa berkuasa terhadap satu (atau lebih) tim. Mau itu Lionel Messi juga gabisa ngelawan saya. Kalau ngelawan tinggal saya “quit game” aja. Dia pasti langsung ilang hehehe.

Tapi namanya saya ya, suka menyusahkan diri sendiri. Hal yang ga penting juga biasanya saya pikirin. Kadang saya berpikir kenapa saya suka FM? mungkin lebih tepatnya kenapa banyak orang suka FM?

Kalau saya pribadi salah satu alasannya adalah karena main FM itu bisa ditinggal – tinggal. Pas lagi pertandingan kan kita ga ngapa – ngapain. Jadi cuma ngatur formasi aja. Nah sambil nonton pertandingan bisa deh kita sambil smsan, baca buku, nonton tivi, atau apapun. Bahkan dulu ga jarang loh saya main FM sambil ujian. Hasilnya? FM menang, ujian juga nilainya ga jelek – jelek amat. Tapi abis ujian ilmu yang dipelajari pas malemnya langsung ilang. hahahaha. namanya Sistem Kebut Semalam ya.

Tapi saya ga puas sama jawaban itu. Pasti ada sesuatu yang lain yang menyebabkan FM ini menarik untuk dimainkan. Sampai akhirnya saya dapat kesimpulan kenapa FM itu menarik?

Football Manager itu menarik karena KEMUNGKINAN KALAHNYA besar

Loh, kenapa? Iya menurut saya karena itu, kemungkinan kalah dalam main FM itu lebih besar ketimbang game sepakbola lainnya. Jangan salah loh, walau kita pake Real Madrid, tapi kalo ketemu sama Rayo Vallecano (sebuah tim yang pasti ga banyak kenal deh) masih ada kemungkinan untuk kalah. Coba bandingkan dengan kalau kita main apa ya, main WE lagi deh misalnya. Kalau kita main sendiri. lama – lama jago. Akhirnya walau lawan memiliki level “hard” tapi karena kita udah jago jadi kemungkinan kalahnya sangat kecil. Itu juga alasan kenapa main WE itu lebih asik kalau tanding sama temen daripada sendiri. Selain karena lebih rame, tapi karena kemungkinan kita kalahnya lebih besar daripada main sendiri.

Setiap orang itu butuh tantangan. Sama kaya main FM. Ketika kemungkinan kita kalahnya besar, kita akan berasa seru. Berasa semangat untuk menang. Effort kita akan besar untuk itu. Tapi coba kalau kita sudah dipastikan akan menang. Praktis kita juga akan males. Usaha yang diberikan juga akan minimal.

Itulah kenapa banyak motivator menyarankan untuk “meninggalkan zona nyaman”. Biar hidup kita seru. Biar hidup kita tertantang. Biar makin berkembang juga diri kita.

Tapi harus dipertimbangkan juga. Kita juga pasti males dong ya kalau main game yang kita ga mungkin menang. Coba misal kita disuruh tarung tinju lawan Chris John. Pasti kita udah males duluan. Karena walaupun kemungkinan menang itu ada, tapi kecil banget. Hampir mustahil malah. Jadi walau hidup itu butuh tantangan, tapi tetep lah harus diliat faktor risiko dari tantangan tersebut. Jangan konyol juga.

Karena walaupun hidup itu bisa diasosiasikan dengan main FM, tapi ada 1 perbedaan besar antara hidup dan main FM :

MAIN FM KALAU KALAH MASIH BISA DIULANG. TAPI KALAU HIDUP UDAH SALAH LANGKAH KITA GABISA MELANGKAH BALIK KE BELAKANG DAN BERHARAP WAKTU DIULANG KEMBALI

-bcl-

diskusi di angkringan


Masih nyambung dari tulisan kemarin. Kalau kemarin saya menulis tentang membaca, sekarang mau nulis tentang diskusi ahhh.

Kemarin saya nulis kalau belajar itu menurut saya ada 3 cara : baca buku, diskusi, ikut training.

Kenapa sih cuma 3 itu. Karena dengan ketiga hal itu kita baik secara langsung maupun tidak langsung akan bertukar pikiran dengan orang lain. Kalau baca buku kan secara ga langsung kita sedang membaca pikiran si penulis. Kita membaca pendapat si penulis tentang sesuatu. Memang interaksi ini sifatnya pasif. Kita gabisa langsung bertanya kepada si penulis tentang pendapat – pendapat dia yang tidak kita setujui. Kalau training ya semi pasif lah, disini kita menerima pemaparan ide dan pendapat dari trainer. Setelah itu kita bertanya apa yang kita tidak setujui dari pendapatnya. Itupun jika ada sesi tanya jawab. Sistem belajar di sekolah yang ada guru dan murid termasuk dalam cara ini.

Nah, kalau diskusi proses bertukar pikirannya dilakukan secara aktif. Namanya ngobrol ya, posisi setiap orang disitu juga biasanya setara, jadi setiap orang cenderung lebih bisa menyampaikan pendapatnya. Bergantian lah orang yang melempar topiknya.

Saya pribadi sangat suka yang namanya diskusi, ngobrol – ngobrol, atau apapun disebutnya. Karena pastii aja saya dapet sesuatu yang baru dari ngobrol – ngobrol. Dan saya juga percaya, proses pembelajaran yang paling bagus adalah dengan diskusi. Alasannya mungkin karena sifat pertukaran pikirannya yang aktif itu kali ya.

Diskusi bisa pakai cara apa aja. Kalau terkendala oleh jarak kan sekarang ada banyak ya sarana untuk chatting. Yang paling sering digunakan kan BBM ya. Tapi memang yang paling baik adalah dengan tatap muka langsung. Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa teman sudah sepakat sih mau memulai merutinkan diskusi tatap muka langsung. Pas pertemuan pertama kemarin cuma 3 orang sih yang datang, tapi no problemo lah. Yang penting bertiga tapi niatnya sama, untuk belajar. Di pertemuan pertama kemarin kita juga tidak menjadwalkan agenda khusus ngomongin apa gitu. Pokoknya ketemu dulu aja. Di tempat yang enak buat ngobrol, dimana lagi kalau bukan angkringan (nasi kucing). Angkringan yang beruntung kemarin adalah angkringan di depan kampus STEKPI, kalibata.

Mungkin tidak sedikit juga ya orang yang menganggap remeh diskusi, menganggap remeh ngobrol – ngobrol. Kesannya omdo gitu. Kudu segera action. Betul saya sepakat 1 action itu lebih baik daripada 1000 omongan. Tapi tetap kita itu butuh yang namanya diskusi. Ibarat bikin laporan. Kita kudu perkuat tuh “Tinjauan Pustaka”. Biar kita ngerti bener apa yang akan kita lakukan. Dan hasilnya pun akan lebih bagus. Tentu saja nantinya kita kudu action. Tapi ya masa baru sekali ketemuan, ngobrol 1,5 jam langsung jump to pertanyaan “Lantas, apa yang akan kita lakukan?” sambil mata berbinar – binar, raut muka penuh semangat. Tapi pas besok paginya bangun udah lupa lagi. hehehe. Ya mudah – mudahan kami konsisten deh ya. Dan semoga semakin banyak lagi yang datang.

Oh iya, dari pertemuan kemarin juga kita membuat suatu peraturan tidak tertulis dan tidak memaksa sih. Kalau kita itu harus sering baca buku dan ikut training. Biar apa? Biar ketika diskusi banyak ilmu yang di share oleh setiap orang. Jadi diskusinya bakal seru deh. Dengan latar belakang pemikiran yang berbeda (karena buku dan training yang diikuti berbeda), akhirnya diskusi akan berlangsung seru tapi konstruktif. Kebayang kalau diskusi tapi orang – orangnya ga baca buku? Paling topiknya ga jauh dari kasus Raffi Ahmad atau presiden PKS. Itupun ngomongin orangnya. “Ah gue ga yakin raffi make”, “Eh bener ga ya presiden PKS itu korupsi. ih ga nyangka gue mah”. yah kalau itu sih ga akan nambah banyak ilmu deh percaya.

Kebayang kalau diskusi tapi orang – orangnya ga baca buku? Paling topiknya ga jauh dari kasus Raffi Ahmad atau presiden PKS. Itupun ngomongin orangnya. “Ah gue ga yakin raffi make”, “Eh bener ga ya presiden PKS itu korupsi. ih ga nyangka gue mah”. yah kalau itu sih ga akan nambah banyak ilmu deh percaya.

Nah, diskusi kebanyakan jeleknya begitu. Ujung – ujungnya jadi ngomongin orang. itu bisa terjadi karena orang – orang di dalamnya wawasannya ga luas. Ya yang paling gampang ngomongin kejadian yang lagi sering dibahas. Dan makin jelas wawasan tidak luas adalah ketika pendapat yang berkembang adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh media. Kalau ada yang masih seperti ini coba dipikirkan baik – baik deh. Saya juga ngomong gini bukan berarti wawasan saya udah luas banget. Justru saya menyadari ini karena selama ini saya begitu. Dan saya merasa itu adalah masalah. mudah – mudahan ke depannya saya ga begitu lagi. amiinnn

Jadi tetep 3 cara belajar itu kudu disinergiskan hehehe. Mau gamau baca buku mah kudu. ikut training juga usahakanlah. Setelah itu janjian deh sama temen bikin kelompok diskusi. Rasakan keseruan dari diskusi. Apalagi klo diskusinya di angkringan. Lebih nikmat daripada di mall 😀

Ayo kita sering – sering diskusi. Mau diskusi tentang apa juga hayu sama saya mah selama itu bermanfaat 🙂

-bcl-

Baca Buku? Penting gitu?


Di tulisan sebelum – sebelumnya saya banyak menulis tentang pentingnya “tahu apa yang kita mau”. Nah tapi tentu saja ga semudah itu ya tahu apa yang kita mau. Ga sebatas apa yang saya bilang “curhat sama diri sendiri” langsung tiba – tiba tahu apa yang kita mau.

Karena bisa saja kalau hanya curhat kepada diri sendiri belum banyak pilihan yang kita tahu. Oleh karena itu mau gamau kita perlu memperluas pilihan yang ada. Kita perlu memperluas wawasan kita terhadap hal – hal apa saja yang bisa kita pilih. Cara memperluas wawasan tentu saja dengan belajar. Dan kalau menurut saya pribadi ya, belajar itu bisa dilakukan dengan 3 hal : membaca buku, diskusi bertukar pikiran, dengan orang lain, atau ikut training.

Cara memperluas wawasan tentu saja dengan belajar. Dan kalau menurut saya pribadi ya, belajar itu bisa dilakukan dengan 3 hal : membaca buku, diskusi bertukar pikiran, dengan orang lain, atau ikut training.

Sekali lagi saya ingin berbagi tentang sangat menguntungkannya membaca buku. Membaca buku itu enak loh. Kita itu semacam membaca rangkuman dari semua bahan yang sudah dibaca oleh penulis. Ya logika aja lah ya, penulis kalau mau nulis buku pasti dia baca banyak literatur dulu. Dia pasti gamau kalau nanti bukunya itu menyesatkan. Atau simple aja lah, penulis mana sih yang pengen bukunya dibilang jelek. Makanya penulis akan sangat berhati – hati dalam penulis, dia akan menambah ilmu – ilmu yang dia punya dan akan dia “rangkum” menjadi bukunya. Pembacanya enak dong tinggal baca 1 buku karya dia aja hehehe. Ya risikonya tentu saja isi buku itu adalah subjektifitas penulis. iya dooong. Kalau kita mau sesuai pikiran kita ya bikin buku sendiri dooong hehehe.

(gambar diambil dari : http://riniintama.files.wordpress.com/2011/10/satu-juta-buku.jpg )

Tapi ga sedikit loh orang – orang yang saya ajak untuk membiasakan membaca buku udah menganggap remeh duluan. Ada yang berpikir baca buku itu buang – buang waktu lah, ga ada gunanya lah, tapi yang paling sering respond nya sih begini : “Buku apa dulu? bagus ga? Kalau ga bagus males gue”.

Nah menarik, apa sih buku yang bagus itu? Kalau saya boleh bilang, buku yang bagus adalah buku yang menjawab apa permasalahan kita (kayanya saya udah pernah nulis ini ga sih? lanjut aja deh ya). Kita lagi pengen tahu gimana caranya design blog yang bagus. Tentu saja buku yang bagus saat itu adalah buku tentang bagaimana membuat blog yang bagus.

Jadi kalau ada yang nanya “buku apa yang bagus?” ya saya sih bakal jawab “lo lagi pengen tahu tentang apa?” atau “masalah lo apa?”. Nah kalau dijawab “gue lagi ga ada yang pengen diketahui”, itu baru beneran bermasalah :p . Ga ada semangat belajar dalam diri. Apakah itu beneran masalah? Iyalah. Ketika yang lain meningkatkan kualitas diri, kita hanya diam di tempat. Siap – siap aja ditinggalin :D.

Belom lagi suatu saat kan kita bakal jadi orang tua, nah wawasan kudu luas loh, jadi kalau anak nanya sesuatu kita bisa jawab dengan baik. Bukan berarti dari sekarang harus baca buku tentang parenting. Tapi setidaknya dari sekarang dibiasakan membaca buku. Jadi pas saatnya kita baca buku parenting, kita ga akan males untuk membaca buku. (ini kejauhan sih alasannya, tapi bener kan? hehe).

Nah menarik, apa sih buku yang bagus itu? Kalau saya boleh bilang, buku yang bagus adalah buku yang menjawab apa permasalahan kita

Banyak juga yang males membaca karena menurutnya membaca itu membosankan. Ya itu balik lagi sih ke apa buku yang dia baca. Kalau yang kita baca bukanlah buku yang memang kita butuhkan ya bakal membosankan sih bacanya. Tapi kalau kita membaca buku yang memang kita butuh isinya, Insya Allah kita ga akan bosan membacanya.

Oh iya, bukan berarti harus buku yang non-fiksi dan sifatnya mengembangkan diri ya. “Sesuatu yang kita butuhkan” itu bisa aja loh berupa hiburan. Misalnya kita lagi pengen ketawa, ya berarti buku saat itu yang bagus adalah buku komedi. Jadi ga selamanya harus buku yang serius terus kok hehe.

Bagaimana udah percaya sama saya kalau membaca itu bagus? Percaya ga sama saya? mmmm ya jangan sih percaya sama saya, percaya mah sama Tuhan aja :p

Mmmmmmmm ini baru tentang membaca. Untuk diskusi dan training di tulisan berikutnya aja yak. nanti kalau kepanjangan pada males baca tulisan ini lagi hehe.

Oh iya, Untuk pengetahuan juga, berikut ada video (masih dari TEDx juga) tentang bagaimana agar bisa membaca cepat.

How to read 52 books in a year

%d bloggers like this: