Posts from the ‘Inspirasi’ Category

Life is easy – Jon Jandai


Setelah sekian kali gagal login karena lupa password (karena lama pisan ga buka blog ini hehe) bisa masuk juga kesini.

Kali ini saya mau cerita tentang Mindset seseorang yang mungkin berbeda sama kebanyakan orang.

Nama Orang ini adalah Jon Jandai. Kewarganegaraan Thailand.

Dalam sebuah video, dia bercerita bagaimana kehidupan masa kecilnya sangatlah indah. Kehidupan di desanya sangat menyenangkan, hampir tidak ada beban. Apalagi saat itu dia masih anak – anak.

beranjak dewasa, dengan adanya TV maka desa mereka juga terhubung dengan dunia di kota besar. Informasi – informasi baru lalu muncul yang mengatakan bahwa “Hidup di desa itu tidak sukses. Kamu harus mencapai kesuksesan dan sukses itu ada di Kota Bangkok”.

Jon Jandai lalu merasakan hidup di Bangkok. Seperti normalnya kehidupan di kota besar, maka dia harus kerja sangat keras. Bersaing dengan orang lain dan berjuang untuk hidup.

Dalam menghadapi kerasnya Bangkok, lantas dia teringat akan kehidupannya di desa dulu. Dan dia pun berpikir

“Saya sudah bekerja lebih keras daripada ketika saya ada di desa, tapi kenapa dengan kerja lebih keras di kota besar saya hanya dapat makan dengan semangkok mie? dan saya harus tidur di ruangan yang sempit dan panas”.

Jon Jandai pun kembali ke desanya. Mencoba hidup seperti saat dahulu kala. Dan terbukti, hidupnya jauh jauh lebih nikmat dan lebih nyaman ketimbang ketika dia hidup di Bangkok. Ada 4 hal yang diterangkan oleh Jon Jandai pada video tersebut:

Pangan

Seperti telah disebutkan sebelumnya. Dengan bekejar minimal 8 jam sehari, maka Jon hanya bisa makan dengan semangkok mie untuk dirinya sendiri. Namun, ketika dia di desa. Hanya dengan bekerja 2 bulan dalam 1 tahun dia bisa memberi makan yang bergizi kepada keluarganya (Total 6 orang). Nasi dia ambil dari sawah yang diolahnya sendiri. Sayur dan buah-buahan diambil dari kebun yang juga dia tanami sendiri. Ikan dia ambil dari kolam yang dia miliki sendiri.

Hanya 2 bulan dalam 1 tahun. 1 Bulan saat menanam dan 1 bulan saat memanen. Sisanya 10 bulan free-time. Jon juga menyebutkan mengapa di Thailand dulu banyak sekali festival. Setiap bulan ada saja festival, karena memang orang – orang disana lebih banyak free-time. Dengan lebih banyak free-time mereka lebih bisa mengenali dirinya sendiri dan bisa lebih menghargai dirinya sendiri.

Sandang

Ketika di Bangkok dulu, Jon pernah membeli sebuah celana jeans. Memerlukan waktu 1 bulan menabung baginya untuk bisa membeli jeans tersebut. Setelah dia membeli dan memakai celana tersebut. Maksudnya agar dapat berpakaian seperti artis – artis yang dia lihat di TV. Tapi apa yang terjadi? tidak ada perubahan dengan menggunakan celana tersebut. Jon merasa bodoh. Menghamburkan uang yang sangat besar hanya untuk celana jeans yang bahkan tidak memberikan perubahan apapun bagi dirinya. Mulai saat itu dia tidak mau lagi mengikuti fashion.

“Jika kita mengikuti fashion, kita tidak akan pernah mencapainya. Ya namanya juga kita hanya mengikuti. Udah ga usah ngikutin. Disini aja. Gunakan apa yang kita punya”

Sejak di desanya, 20 tahun Jon tidak pernah membeli satupun pakaian. Darimana dia dapat pakaian? Ternyata dari wisatawan yang meninggalkan/memberikan pakaiannya setelah mereka berkunjung ke tempat Jon.

Papan

Awalnya Jon merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki rumah. Kenapa?
Karena saat di Bangkok dia berpikir

“Lulusan terbaik dari universitas saja, biasanya membutuhkan 30 tahun bekerja agar mereka benar – benar memiliki rumah. Jika begitu, saya tidak mungkin bisa memiliki rumah karena saya kuliah pun tidak”

Namun mindset nya benar – benar berubah saat dia ada di desa.

Dia menyisihkan waktu setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 7 pagi untuk pelan – pelan membangun rumahnya sendiri (Ngereuyeuh bahasa sunda na mah). Dan apa yang terjadi? 3 bulan kemudian dia benar – benar memiliki rumah yang dia bangun dengan tangannya sendiri.

“Mungkin sama seperti orang – orang yang ada di kota. Sama – sama bekerja selama 3 bulan dan kami juga akan sama memiliki sebuah rumah yang bisa kami tinggali. Tapi setelah 3 bulan itu, mereka terlilit hutang selama 30 tahun yang harus dibayarkan setiap bulan”

Hampir setiap tahun setidaknya Jon membangun sebuah rumah. Dan yang menjadi masalah dia setiap malam adalah “RUmah mana yang harus saya tinggali malam ini” hahahaha.

Kesehatan

Kesehatan juga menjadi hal yang ditakutkan oleh Jon saat ada di desa. Bagaimana jika nantinya dia atau keluarganya sakit? Dia tidak memiliki tabungan uang atau asuransi kesehatan.

Namun dia memiliki mindset. Ketika kita sakit, itu hanyalah tanda bahwa kita melakukan hal yang salah kepada diri kita. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada diri kita sendiri dan kembali ke alam. Oleh karena itu, untuk masalah kesehatan ini dia kembali ke alam. Dia gunakan air putih dan apa yang ada di alam sebagai “obat alami”nya.

Jika kita perhatikan. Memang keempat hal itulah yang biasanya menjadi ketakutan bagi setiap orang. Oleh karena itu setiap orang bekerja dengan sangat keras untuk memastikan bahwa keempat hal di atas dapat mereka peroleh.

Makanan, Pakaian, Rumah, dan Kesehatan. Dan mindset yang ada adalah bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dan bisa digunakan untuk membeli 4 hal tersebut.

Namun ternyata Jon berpikir dan bertindak lain. Ketika mayoritas manusia memiliki mindset di atas dan berlomba – lomba menjadi yang terbaik, Jon menarik diri dari “balapan” itu dan berjalan ke arah lain. Berjalan ke arah yang tidak banyak orang berminat mengikuti jalan itu.

Hasilnya, dia saat ini menjadi orang yang benar – benar “merdeka”

Dia memiliki sumber makanan yang tidak tergantung kepada orang lain. Silahkan BBM naik, silahkan listrik naik. Toh klo masalah makanan saya punya sendiri bahan makanannya. ga harus beli ke orang lain dan menjaid tergantung pada orang lain

Dia memiliki pakaian yang biasa saja. Namun dia tidak peduli Justin Bieber memakai baju apa. Memiliki style rambut yang seperti apa. sehingga dia tidak harus mengikuti trend fashion yang ada.

Dia dapat membangun rumahnya sendiri. Dia bisa tenang karena selama 15 atau 30 tahun ke depan tidak dikejar – kejar oleh tagihan yang harus dia bayar setiap bulan.

Dia juga percaya bahwa obat dari segala penyakit yang akan dia hadapi ada di sekitar dirinya. Sehingga dia tidak perlu memilah milah mana asuransi yang baik dan aman baginya.

Sebagai penutup, saya sampaikan kata – kata penutup dari Jon Jandai. Jika teman – teman ingin melihat video full nya saya sertakan videonya di bawah ini.

“Choice to be easy, or choice to be hard. It depends on you”

-bcl-

Ntar ya Tuhan, lagi sibuk euy


Percayalah tulisan di bawah ini benar – benar ditulis dengan niat untuk berbagi tamparan.
Tidak ada niat untuk “sok keren” karena menemukan kata – kata yang bagus.
Bukan juga hanya berniat sok sempurna dan berkata dalam hati: “nih elo – elo itu harus mikir kaya gini”.
Saya sangat tertohok begitu membaca tulisan – tulisan di bawah ini.

Sekali lagi, Niat saya untuk share benar – benar untuk berbagi tamparan. Agar kita sama – sama introspeksi diri. Benarkah kita seperti yang tertulis di bawah ini. Mari kita mulai :

———————————————————————————————————-

Tuhan, harap maklumi kami,
manusia – manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar – benar sibuk,
sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda – tunda.
Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, urusan – urusan dunia kami masih amatlah banyak.
Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu. TUHAN, TOLONG, JANGAN DULU ENGKAU MENYURUH IZRAIL UNTUK MENGAMBIL NYAWA KAMI. Karena kami masih terlalu sibuk

——————————————————————————————————–

fiuhhh. sok hapus dulu air matanya buat yang nangis. Tarik nafas yang dalam dulu buat yang terdiam karena tertohok.

Bentar, saya juga tarik napas yang dalem dulu.

Sebuah buku berjudul “Tuhan, maaf, kami sedang sibuk”. Sebuah judul buku yang kontroversial. Yang membuat saya tergerak untuk mengambil buku itu.

Dan seperti normalnya orang kalau sedang melihat buku untuk dibeli, saya pun lalu membalik buku ini dan membaca bagian belakangnya yang biasanya berisi cuplikan buku tersebut.

Dan terpampanglah tulisan di atas.

Apakah ini sebuah kebetulan? Apakah sebuah kebetulan saya datang ke toko buku itu pada hari itu?

Apakah sebuah kebetulan ketika masuk ke toko buku tersebut dan saya melihat buku ini?

Banyak sekali judul kontroversial yang dibuat oleh penulis buku, tetapi mengapa judul buku itulah yang benar – benar menarik perhatian saya? Apakah itu sebuah kebetulan?

Ataukah Tuhan memang sedang ingin mengingatkan saya? Bagaimana saya sering “sok sibuk” ketika Tuhan memanggil?

Sekali lagi, Tuhan menunjukkan rasa sayangnya pada saya melalui buku ini.

Sisanya Tuhan serahkan pada saya. Apakah saya hanya tertampar untuk sesaat? Sesaat rajin ibadah tapi beberapa minggu kemudian ilang lagi semangatnya?

Atau malah saya menghindari kasih sayang dari Tuhan ini dengan tidak berani membaca buku itu? Karena apa? Karena saya takut untuk tahu yang seharusnya saya lakukan. Apakah saya lebih memilih ingin tetap dalam ketidaktahuan karena kalau kita tidak tahu maka kita tidak berdosa?

Oh, apa yang saya pikirkan selama ini. Emangnya masuk surga itu gampang. Dan emang bisa tahan apa kalau kita masuk neraka? Astagfirullah.

Terima kasih Tuhan atas tamparannya. Insya Allah saya akan terus memperbaiki diri.

-bcl-

Tenang Kuasai


Waduh, 2 hari bolos nulis nih. Bukannya mau beralibi, tapi beneran di Ujung Kulon ga ada sinyal hehehe. Mohon dimaklumi.

Inspirasi bisa dari mana saja. Untuk sekarang saya mau berbagi inspirasi yang datangnya dari seorang teman sebaya saya.

Jadi saya punya teman. Teman satu angkatan waktu kuliah dulu. Teman berjuang bersama ketika kampanye. Dia mencalonkan diri menjadi kahim, saya menjadi senator. Seorang teman yang bernama Herdadi Supriyo Parbowo. Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk dia. Salah satu teman yang mungkin paling banyak menginspirasi saya selama kuliah.

Sebagai gambaran saja mengenai Herdadi. Saya bisa bilang Herdadi ini mirip banget sama jokowi, baik postur maupun tingkah laku. Posturnya kurus-tinggi. Terus pembawannya juga santai, kalem, hidup itu seolah – olah ga ada beban aja gitu. Dari Herdadi ini juga saya tahu Jokowi pertama kali. Dia selalu bercerita bagaimana Walikotanya telah melakukan hal yang luar biasa. Jauh sebelum jokowi terkenal kaya sekarang.

Jadi, Herdadi ini mempunyai sebuah konsep yang menarik. “TENANG KUASAI”. Sebuah konsep yang dia gunakan untuk setiap aspek kehidupan dia. Konsep yang sederhana, hanya 2 kata. Tapi memang kedua hal itu yang harus kita lakukan kalau sedang menghadapi masalah.

Simpel aja. TENANG lalu KUASAI. Kenapa bukan kuasai dulu baru tenang? Selain akan terdengar aneh ya kalau konsepnya jadi KUASAI TENANG (Terdengar aneh banget kan ya hehe), tapi karena memang tahapannya itu harus TENANG dulu baru KUASAI.

Ya ngomong sih gampang ya. Tapi dikira gampang apa bisa TENANG dalam setiap suasana. Susah tau!!
EH, kata siapa susah? itu mah tergantung orangnya. Buat herdadi, untuk tenang itu mungkin cenderung lebih mudah daripada kita. Karena dia sudah membiasakan diri untuk tetap tenang dalam segala suasana. (Sekali lagi kalau gabisa bayangin herdadi kaya gimana, bayangin aja jokowi. Apa pernah dia panik yang sampai membuat dia melakukan hal konyol?). Lalu bagaimana buat yang belum terbiasa untuk tenang dalam setiap suasana?

Nah bukan -bcl- kalau tidak memberikan saran di tulisannya. Namanya saran ya boleh diterima atau tidak hehe. Ini adalah saran yang saya dapat dari menelaah konsep TENANG KUASAI milik Herdadi.

Yang pertama bagaimana bisa TENANG dalam setiap suasana? Seperti disebutkan sebelumnya ya. Untuk bisa tenang di setiap suasana mau gamau harus dibiasakan. Logika saya mengenai membiasakan TENANG ini mengarah kepada “agar bisa membiasakan TENANG kita harus meningkatkan spiritual kita”. Semakin kita cinta sama dunia, semakin bakal sering panik deh kalau ada apa – apa. Dimarahin boss bakal panik karena takut dipecat. Dimarahin pacar panik karena takut diputusin, Dapet nilai jelek panik karena takut IP jelek terus susah cari kerja, dan lain – lain. Coba kita serahkan kepada Allah. Apapun yang terjadi pasti adalah yang terbaik dari Tuhan.

Untuk membangun spiritual ya kita harus kembali pada agama yang kita anut. Punya kitab suci ya dipelajari. Punya ritual ibadah, ya dilaksanakan. Pokoknya kasih makan deh spiritual kita. Yang muslim dalam sholatnya cobalah mengerti apa sih yang dibaca. Yang non-muslim pasti lah ada kegiatan ritualnya juga ya, pahami apa maksud dari kegiatan ritual yang dijalankan. Ujung – ujungnya kalau spiritual kita diberi makan terus kita bakal selalu inget sama Allah. Jadi kitanya juga bakal lebih TENANG karena menyerahkan segala sesuatu kepada Allah. Bukan berarti menyarankan untuk tidak berusaha ya. Berusaha mah kudu maksimal. Tapi apapun hasilnya itu adalah yang terbaik yang dikasih oleh Allah. USAHAKAN YANG TERBAIK PERSIAPKAN YANG TERBURUK.

Semakin kita cinta sama dunia, semakin bakal sering panik deh kalau ada apa – apa. Dimarahin boss bakal panik karena takut dipecat. Dimarahin pacar panik karena takut diputusin, Dapet nilai jelek panik karena takut IP jelek terus susah cari kerja

Yang kedua tentang KUASAI. Nah, kalau TENANG itu masuk ke sisi spiritual, maka KUASAI itu masuk ke sisi logis. Sisi yang pakai pemikiran logis kita. Untuk bisa menguasai masalah kita harus tau apa masalahnya. Ibarat pawang harimau. Dia akan sukses jika tahu seperti apa harimau itu. Fisik dari harimau itu seperti apa. Suara aumannya seperti apa. Senjata apa yang dimiliki harimau untuk menyerang. Baru jika dia sudah paham seluk beluk tentang harimau, dia akan tahu bagaimana cara menjinakkan harimau. Apa risiko – risiko yang bisa terjadi sehingga dia bisa lebih berhati – hati. Sama seperti itu, jika terjadi sesuatu, jika terjadi masalah. Kita harus tau dulu masalah apa sih sebenarnya yang kita hadapi. Apa sebabnya bisa terjadi, setelah itu baru bisa kita temukan pilihan – pilihan solusi yang mungkin.

Ibarat pawang harimau. Dia akan sukses jika tahu seperti apa harimau itu. Fisik dari harimau itu seperti apa. Suara aumannya seperti apa. Senjata apa yang dimiliki harimau untuk menyerang. Baru jika dia sudah paham seluk beluk tentang harimau, dia akan tahu bagaimana cara menjinakkan harimau

Setelah tahu masalah apa, kita bisa mencari solusi. Nah mendapatkan solusi yang terbaik, solusi yang benar – benar menyelesaikan tentu saja kita harus memperluas wawasan. Wawasan luas akan membuat kita berpikir lebih luas, tidak sempit. Sehingga solusi yang kita pilih adalah solusi terbaik. Bagaimana agar wawasan semakin luas? Tentu saja harus terus belajar. Belajar apa aja caranya? BACA BUKU, DISKUSI, IKUT TRAINING. Namun kembali ke awal, kita bisa berpikir jernih, menggunakan logika kita sebaiknya adalah ketika kita bisa TENANG terlebih dahulu. jadi inget alurnya. TENANG lalu KUASAI.

Luar biasa kan ya konsep TENANG KUASAI itu. Menyentuh sisi spiritual maupun sisi logis. Hebat sekali memang Herdadi, bisa menemukan konsep yang menyeluruh seperti ini. Penasaran sama Herdadi? atau jadi terpesona sama Herdadi? Aduh maaf dia udah ada yang punya. bukan cuma pacar, tapi udah jadi istri hehehe.

Special request buat Herdadi. Kalau ada yang keliru segera marahi saya her. Akan langsung saya update biar tidak terjadi informasi yang bias 😀

-bcl-

(Generalisasi) Mindset Bangsa


Sebelum membaca tulisan kali ini, coba deh buka link di bawah ini dulu :

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/388354-china-larang-iklan-barang-mewah-di-radio-dan-tv

Negara China melarang iklan barang mewah. Untuk apa? biar ngajarin hidup sederhana dan ga bermewah – mewahan. Saya pribadi setuju ide ini, dan seharusnya diterapkan di Indonesia. Ya biar negara kita juga bisa hidup sederhana. Hidup sesuai kemampuannya. Belajar bersyukur atas apa yang diterima.

Apalagi untuk negara kita negara Indonesia. Yang terkenal akan keramahan masyarakatnya. Di satu sisi keramahan masyarakat Indonesia itu adalah nilai jual bangsa kita. Hal positif bangsa kita yang harus terus dijaga. Bagaimana tidak? turis – turis jadi betah ke Indonesia karena keramahannya.

Bangsa kita adalah bangsa yang ramah, yang sangat care dengan orang lain. Tapi ada sisi negatifnya. Saking care nya sampai kita selalu ingin tahu apa yang terjadi pada orang lain. Ditambah lagi kebanyakan orang Indonesia mendewakan yang namanya gengsi. Kalau adu gengsi nya hal yang positif sih gapapa. Biasanya adalah adu gengsi dalam hal bermewah – mewahan.

Kasian loh masyarakat Indonesia itu. Udah mah ga disediakan lapangan kerja yang layak dan banyak. Eh, masih dihajar juga sama iklan – iklan barang mewah yang menggoda iman. Akhirnya kemampuan kurang tapi keinginan berlebih.

Yang parah bukan cuma di iklan. Sinetron – sinetron dan FTV – FTV Indonesia juga memperparah keadaan. (Duh ketauan suka nonton sinetron). Engga kok, maksudnya sinetron dulu, tapi saya yakin lah sekarang juga masih gitu hehehe. Bayangin aja, kebanyakan di sinetron dan FTV itu isinya anak yang masih SMA tapi mobilnya udah mobil bermerk. Handphone nya yang paling mahal. Kerjaannya jalan – jalan ke mall sama pacaran aja. Ya jadi itulah yang jadi role model masyarakat Indonesia. Disaat banyak taman – taman dan ruang publik yang berubah menjadi gedung – gedung tinggi, apalagi sih yang jadi hiburan masyarakat dengan harga terjangkau? nonton tv lah jawabannya.

Peran media di Indonesia ini sangattttttt penting. Ya karena itu tadi, hiburan yang tersisa tinggal nonton tv. Yah tapi ga usah banyak ngebahas juga kita udah tau lah gimana memprihatinkannya kualitas acara – acara televisi kita, Yang akhirnya mempengaruhi lifestyle dari negara ini.

Kasihan loh beneran. Dengan kemampuan yang kurang tapi keinginan tinggi gara – gara iklan yang menggoda itu. belom lagi kalau yang minta anak istri gara – gara temannya udah punya. udah mah stress di kantor, stress pula di rumah. Akhirnya menghalalkan segala cara. Yang pinter akhirnya korupsi, yang kurang pinter akhirnya ngerampok, nyuri, nyulik, dan lain – lain.

Mungkin memang hal yang sepele ya melarang iklan barang mewah. Mungkin banyak juga yang mencibir “ah, ga ngaruh lah orang cuma gitu doang. lagian sekarang mah kan liat iklan begitu bisa di internet”.

Nah ya itulah, biarlah orang – orang yang melek internet saja yang mendapatkan informasi barang mewah. Biarlah orang – orang yang internetannya bukan cuma buat facebook dan twitter aja yang dapet infonya. Biarlah orang – orang yang emang niat beli aja yang dapet infonya, ga usah semuanya.

Dan juga, saya sangat percaya sama yang namanya informasi terus – menerus itu akan masuk ke alam bawah sadar. kecil sih cuma iklan. tapi kalau nontonnya tiap hari ya jadi mindset juga. Mindset bermewah – mewahan. Mindset terlihat wah oleh tetangga. Mindset “terserah ngapain aja asal dapet tuh barang”.

Hal yang sama juga berlaku pada lagu – lagu. Saya pernah baca kalau Menteri penerangan jaman Pak Harto, Harmoko melarang diputarnya lagu – lagu cengeng. Banyak yang menghujat. sampai sekarang mungkin. Silahkan aja search “Harmoko melarang lagu cengeng”. Isinya pasti masih merasa aneh sama larangan Harmoko ini. Cuma secara judul, secara tema saya setuju. Terlalu banyak saat ini lagu – lagu cengeng, lagu galau lah kalau bahasa sekarang mah. Lagu – lagu yang akhirnya menjadi mindset Bangsa kita. Kecil sih efeknya, orang cuma lagu. Tapi kalau tiap hari. ya jadi mindset juga.

http://katakelana.wordpress.com/2012/10/24/lagu-cengeng-vs-pemerintah/

Udah mah secara kemampuan kurang, tekanan keinginan yang tinggi, eh mentalnya dibuat galau juga. Berubah? bisa. Harus nunggu pemerintah? engga kalau buat diri sendiri mah. Caranya? ya jangan sering nonton tv + dengerin lagu galau. mending baca buku + diskusi.

nb : saya akui tulisan ini adalah generalisasi. jadi kalau ada yang merasa “ah gue engga tuh”, saya ucapkan selamat kepada anda 😀

-bcl-

Pendidikan anak – anak


Masih tentang buku Ki Hadjar Dewantara. Mohon maaf jika para pembaca muak tentang tulisan saya yang beberapa terakhir ini menulis tentang pendidikan dan buku Ki Hadjar Dewantara. Tidak ada tujuan sombong seolah – olah hanya saya yang baca buku ini, namun murni hanya ingin berbagi ilmu yang didapat.

Tim penulis buku Ki Hadjar Dewantara “Menuju Manusia Merdeka” membagi buku tersebut ke dalam 3 bagian besar sebagai berikut :

Bagian pertama adalah tentang pendidikan dan kebudayaaan. Di bagian ini dijelaskan tentang pendidikan dan kebudayaan secara umum. Apa itu pendidikan, apa itu kebudayaan, apa itu watak, bagaimana hubungan pendidikan dan kebudayaan dengan agama, dan sebagainya.

Bagian kedua adalah tentang pendidikan keluarga. Di bagian ini dijelaskan bagaimana pentingnya peran pendidikan dalam keluarga karena pendidikan paling pertama itu didapat dari keluarga. Sehingga, penting sekali bagi orang tua untuk menjadi pendidik yang baik.

Bagian terakhir menceritakan tentang pendidikan anak – anak. Bagaimana sih pendidikan bagi anak yang seharusnya jika dilihat dari kodrat anak tersebut.

Nah di bagian terakhir ini yang mau saya bagi dalam tulisan ini. Mungkin ga akan terlalu detail saya ngasihnya, karena takut salah nangkep dari buku tersebut. Lagipula karena saya belum pernah punya anak, jadi kesannya omdo kalau saya bicara terlalu detail. Jadi mau berbagi secara umum nya aja dulu tentang pendidikan anak.

Kalau ngomongin anak – anak, banyak yang bilang cape ya ngurusin anak – anak itu. Energinya ga abis – abis. Karena itu adalah salah satu kodrat dari anak – anak. Anak – anak akan selalu bergerak. Jika ada anak yang diam, maka itu adalah salah satu tanda ada yang bermasalah dengan jiwa atau badannya. Ingat ya, pada masa anak – anak itu jiwa dan badannya seolah – olah masih bersatu. Belum ter-filter oleh pikiran karena pikirannya belum berkembang.

Kodrat kedua yang dimiliki oleh seorang anak adalah mereka selalu bermain. Dalam masa anak – anak bermain adalah kegiatan sehari – harinya. Anak – anak tidak akan berhenti untuk bermain. Mereka akan bermain jika mereka sudah lelah, namun itu pun sangat jarang terjadi karena seperti disebutkan di atas bahwa energi mereka sangat berlebih. Jika mereka sedikit lelah, mereka akan mengganti permainannya dengan permainan yang lebih ringan, tapi mereka tetap bermain.

Bermainnya anak tapi bukan tidak ada gunanya. Justru dengan bermain itulah anak – anak belajar. Belajar tentang kehidupan yang akan dijalaninya di masa depan. Hmmmm kalau udah gini jadi inget kang ZAINI ALIF ya hehehe. Oleh karena itu, sudah sepantasnya dalam masa anak – anak itu sering – seringlah diajak bermain.

Ahli pendidikan anak yang juga pencetus pembuatan kindergarten (taman kanak – kanak), Frobel, merumuskan syarat – syarat permainan atau alat – alat permainan yang diciptakan untuk anak – anak. Syaratnya adalah sebagai berikut :

1. Harus menyenangkan anak – anak (Kegembiraan adalah pupuk alami bagi pertumbuhan jiwa)
2. Harus memberi kesempatan kepada anak – anak untuk berfantasi. Jadi permainan itu jangan dibuat agar anak – anak menjadi meniru sesuatu.
3. Permainan dibuat jangan terlalu mudah, jadi ada rasa gembira dari anak – anak ketika menyelesaikan permainannya. Tapi tentu saja jangan terlalu sulit juga, karena akan membuat anak – anak kurang PD jika tidak bisa menyelesaikan permainannya.
4. Permainan yang dibuat usahakan ada hubungannya dengan kesenian, misalnya mewarnai atau memberikan bentuk – bentuk yang indah. Rasa keindahan itu akan mengarah kepada keluhuran budi.
5. Permainan tersebut harus mengandung isi yang mendidik anak ke arah ketertiban, seperti menggambar, berbaris, menyanyi. Sebab ketertiban akan menjadi pokok sikap kemanusiaan dan kemasyarakatan yang berguna bagi anak – anak ketika dewasa nanti.

Kodrat berikutnya dari anak – anak adalah rasa ingin tahunya yang besar. Segala rangsangan yang masuk melalui panca indranya pasti akan melahirkan rasa ingin tahu yang besar. Warna yang dilihat oleh mata, suara yang terdengar oleh telinga. Pasti akan menarik perhatian dari anak – anak. Akhirnya kalau misalnya jalan – jalan sama anak – anak pasti apa aja dipegang. Karena tertarik dengan warna atau suara yang dihasilkan. Nah saya pribadi sering melihat orang tua yang melarang ketika anak – anak ingin memegang sesuatu. Saya mikirnya waktu itu biasa aja, mungkin ya itu didorong rasa takut kalau anaknya nanti kenapa – kenapa.

Ternyata engga loh, ahli pendidikan anak lainnya, Dr. Maria Montessori (mungkin pernah denger ya ada sekolah Montessori. nah sekolah – sekolah itu adalah sekolah yang menggunakan konsep dari Dr. Maria Montessori ini) mengatakan sebagai berikut :

Andaikata anak – anak dalam latihan diri sendiri (melalui rangsangan pancaindra seperti yang disebutkan di atas) itu banyak mendapat pertolongan dari orang tua, maka persiapan untuk memperoleh kecakapan atau kepandaian serta kelancaran hidup dan penghidupannya akan terganggu atau terhambat. Mungkin jika keadaan itu berlangsung terus menerus, anak – anak bisa menjadi tidak mampu berbuat sesuatu yang lebih sulit.

Hmmmmm ternyata sulit juga ya mendidik anak – anak. Ya saya gatau sih beneran sulit atau tidak karena belum punya anak hihi. Tapi yang jelas mendidik anak adalah hal yang riskan. Riskan jika kita tidak mendidik dengan tepat. Sebenarnya semua orang tua pasti memiliki insting untuk mengajarkan hal – hal baik kepada anaknya. Namun insting – insting itu biasanya berdasarkan pengalaman yang dialami oleh orang tua. Akan lebih baik lagi jika kita mencari tahu ilmu tentang anak – anak agar kita lebih terbayang apa yang harus dilakukan.

-bcl-

Inspirasi Football Manager


Saya termasuk orang yang tidak terlalu gandrung bermain game. Zaman sering main game itu kalau ga salah inget dari jaman SD sama SMP aja sih. Itu pun bukan game online, tapi main game di playstation aja. Dulu pas jaman teman – teman lagi keranjingan sama Counter Strike, saya ga pernah ikut – ikut. Beneran deh, ga pernah dulu sekalipun masuk ke warnet buat main online games. Ya kalau ada yang bilang “wah masa muda lo ada yang kurang tuh” gapapa deh. Abis udah lewat juga masa – masa SMP dulu. Masa mau nyesel, buat apa juga hehehe.

Tapi saya ga menganggap rendah orang – orang yang main game kok, ga sama sekali. Namanya tiap orang kan pasti punya hobby yang berbeda – beda, Betul tidak?

Walau saya ga begitu suka bermain game, bukan berarti saya tidak main game. Karena saya suka sepakbola paling suka dulu itu main Winning Eleven (WE) di rental atau di rumah teman. Ga sering sih, jarang banget malah. Itu juga harus ada temen. Kalau sendirian mah bosen.

Selain WE, sampai saat ini hanya ada 1 game yang saya suka, yaitu Football Manager (FM). Sebuah game dimana saya bertindak sebagai manager sebuah tim sepakbola. Tim sepakbolanya juga tim asli kaya Juventus, Manchester United, Real Madrid, bahkan sampai Persib Bandung pun ada. pemain – pemainnya juga asli.

Namanya manager tim, saya bisa melakukan transfer pemain. Beli pemain dari luar atau jual pemain keluar. Pokoknya terserah saya. Paling suka itu saya pake tim liga eropa yang kelasnya menengah, jago banget engga, tapi jelek banget juga engga. Terus pemain pertama yang ditransfer pasti Boaz Solossa. Pada tau kan Boaz Solossa? Pemain terbaik Indonesia yang pernah ada kalau menurut saya mah.

Pokoknya di game itu kita bisa berkuasa terhadap satu (atau lebih) tim. Mau itu Lionel Messi juga gabisa ngelawan saya. Kalau ngelawan tinggal saya “quit game” aja. Dia pasti langsung ilang hehehe.

Tapi namanya saya ya, suka menyusahkan diri sendiri. Hal yang ga penting juga biasanya saya pikirin. Kadang saya berpikir kenapa saya suka FM? mungkin lebih tepatnya kenapa banyak orang suka FM?

Kalau saya pribadi salah satu alasannya adalah karena main FM itu bisa ditinggal – tinggal. Pas lagi pertandingan kan kita ga ngapa – ngapain. Jadi cuma ngatur formasi aja. Nah sambil nonton pertandingan bisa deh kita sambil smsan, baca buku, nonton tivi, atau apapun. Bahkan dulu ga jarang loh saya main FM sambil ujian. Hasilnya? FM menang, ujian juga nilainya ga jelek – jelek amat. Tapi abis ujian ilmu yang dipelajari pas malemnya langsung ilang. hahahaha. namanya Sistem Kebut Semalam ya.

Tapi saya ga puas sama jawaban itu. Pasti ada sesuatu yang lain yang menyebabkan FM ini menarik untuk dimainkan. Sampai akhirnya saya dapat kesimpulan kenapa FM itu menarik?

Football Manager itu menarik karena KEMUNGKINAN KALAHNYA besar

Loh, kenapa? Iya menurut saya karena itu, kemungkinan kalah dalam main FM itu lebih besar ketimbang game sepakbola lainnya. Jangan salah loh, walau kita pake Real Madrid, tapi kalo ketemu sama Rayo Vallecano (sebuah tim yang pasti ga banyak kenal deh) masih ada kemungkinan untuk kalah. Coba bandingkan dengan kalau kita main apa ya, main WE lagi deh misalnya. Kalau kita main sendiri. lama – lama jago. Akhirnya walau lawan memiliki level “hard” tapi karena kita udah jago jadi kemungkinan kalahnya sangat kecil. Itu juga alasan kenapa main WE itu lebih asik kalau tanding sama temen daripada sendiri. Selain karena lebih rame, tapi karena kemungkinan kita kalahnya lebih besar daripada main sendiri.

Setiap orang itu butuh tantangan. Sama kaya main FM. Ketika kemungkinan kita kalahnya besar, kita akan berasa seru. Berasa semangat untuk menang. Effort kita akan besar untuk itu. Tapi coba kalau kita sudah dipastikan akan menang. Praktis kita juga akan males. Usaha yang diberikan juga akan minimal.

Itulah kenapa banyak motivator menyarankan untuk “meninggalkan zona nyaman”. Biar hidup kita seru. Biar hidup kita tertantang. Biar makin berkembang juga diri kita.

Tapi harus dipertimbangkan juga. Kita juga pasti males dong ya kalau main game yang kita ga mungkin menang. Coba misal kita disuruh tarung tinju lawan Chris John. Pasti kita udah males duluan. Karena walaupun kemungkinan menang itu ada, tapi kecil banget. Hampir mustahil malah. Jadi walau hidup itu butuh tantangan, tapi tetep lah harus diliat faktor risiko dari tantangan tersebut. Jangan konyol juga.

Karena walaupun hidup itu bisa diasosiasikan dengan main FM, tapi ada 1 perbedaan besar antara hidup dan main FM :

MAIN FM KALAU KALAH MASIH BISA DIULANG. TAPI KALAU HIDUP UDAH SALAH LANGKAH KITA GABISA MELANGKAH BALIK KE BELAKANG DAN BERHARAP WAKTU DIULANG KEMBALI

-bcl-

10 dosa besar


Selamat pagi/siang/sore/malam/dini hari (tergantung saat kapan teman – teman baca tulisan ini :p )

Untuk hari ini tulisannya bakal singkat aja. Masih ada hubungannya tentang tulisan kemarin. Tentang musibah. Kemarin kan saya sudah berpendapat kalau musibah itu bisa berupa ujian atau azab. Ujian kalau memang kita tidak ada dosa yang sebelumnya dilakukan, azab kalau kita diingatkan kita itu baru melakukan dosa loh.

Masih dari Ust. Yusuf Mansur juga, beliau mengatakan ada 10 dosa besar yang menghalangi rizki kita. 10 dosa besar itu adalah :

1. Syirik
2. Meninggalkan Shalat Wajib
3. Durhaka pada Orang Tua
4. Zina
5. Rizki Haram
6. Mabuk
7. Memutus Silaturahmi
8. Bohong (nuduh zina, saksi palsu, bohong)
9. Kikir (pelit maksudnya, bukan kikir alat bangunan loh ya)
10. Ghibah (ngomongin orang)

Saya bilang tadi ga akan panjang – panjang di tulisan ini. Karena jelas, intinyamah yuk baca 10 dosa besar di atas. Bandingkan dengan kehidupan kita selama ini. Kalau masih ada yang dilakukan mnulai dikurangi (sampai akhirnya bisa dihilangkan).

Ustadz juga mengatakan mengenai 10 dosa besar ini. Biarlah menjadi rahasia diri pribadi dengan yang di atas. Jangan digunakan untuk menilai orang lain. Jadi jangan deh pernah nge-judge “wah dia hidupnya susah terus, pasti ada 10 dosa besar yang dilakukan tuh. Dari mukanya paling ga jauh dari zina”. Jangan.

Makanya saya pun ga mau panjang – panjang di tulisan ini. Tujuan tulisan ini cukup untuk info aja. Ini loh 10 dosa besar itu. Sisanya silahkan bandingkan dengan hidup masing – masing. Bismillah. Mudah – mudahan kita semua bisa lepas dari 10 dosa besar ini ya. Amin.

-bcl-

%d bloggers like this: