Kontribusi


Dalam suatu pengajiannya yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri via youtube, Cak Nun bercerita tentang “Lebih mulia mana? Peci atau Sandal??”

Peci aka kopiah adalah sebuah benda yang biasanya menjadi identitas seorang muslim. Sedangkan sandal adalah sesuatu yang digunakan salah satunya untuk pergi ke masjid menunaikan ibadah shalat. Fungsi lainnya tergantung kreativitas setiap orang, terkadang dijadikan ganjal pintu, nimpukin ayam tetangga, atau bahkan terkadang sandal dianggap sebagai senjata pembunuh masal…bagi para kecoa.

Orang memakai peci biasanya menunjukkan bahwa dia ada seorang muslim. Malah terkadang orang – orang akan memiliki persepsi bahwa orang yang berpeci biasanya rajin beribadah. Apalagi jika ditunjang dengan jenggot yang menghangatkan dagunya.

Orang yang memakai sandal adalah…mmm ya biasa aja.

Namun Cak Nun mengatakan bahwa sandal jauuuuh lebih mulia ketimbang peci. Kenapa? Karena peci tidak memberikan kontribusi apa – apa. Hujan ya tetap kehujanan. Panas ya tetap kepanasan.

Sedangkan sandal melindungi kita dari rasa sakit dan kotoran ketika kita hendak ke masjid.

Jika kita berwudu di rumah. Lalu kita pergi ke masjid untuk shalat menggunakan peci namun tidak menggunakan sandal, tentu kita akan berwudu kembali karena kaki kita kotor. Sedangkan kalau kita pakai sandal tapi tidak menggunakan peci apakah kita akan wudu kembali? Tentu saja tergantung, apakah kita buang angin atau tidak :p. Kalau tidak ya tentu saja kita tidak perlu lagi untuk berwudu.

Contoh di atas menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak dilihat dari hal – hal yang membuat kita terlihat “wah” tapi dari sebanyak apa kontribusi yang kita lakukan.

Saya jadi teringat dengan tukang jamu gendong yang biasa saya konsumsi jamu buatannya. Ketika itu saya iseng bertanya

Saya : “Bu, ini jamunya dari apa aja sih bu?”

Ibu Jamu : “oh macem – macem mas, ini ada sambiloto, bratawali, jahe, ….”

Saya : “Oh ini ada terus ya bu bahan – bahannya di pasar?”

Ibu Jamu : “ini mah saya ngirim dari jawa mas. Saya ada lahan disana yang ditanemin tanaman – tanaman rempah”

Saya : “Wah nanem sendiri bu di tanah sendiri? Hebat banget bu”

Ibu Jamu : “Iya mas Alhamdulillah. Ada juga sih tanah di cikalong. Ditanem rempah juga. Buat jaga – jaga aja siapa tau yang dari jawa telat ngirim”

Dalam hati saya salut sama ibu ini. Beliau sudah melaksanakan kemandirian dalam menjalankan usahanya. Beliau tidak tergantung kepada pasar. Dia tidak peduli harga rempah berfluktuasi atau bergantung ada tidaknya bahan tersebut di pasar.

Kebayang ya ketika harga sambiloto mahal masa dia ngeramu jamu tanpa sambiloto. Atau ketika bratawali lagi ga ada barangnya di pasar karena sedang tidak ada yang panen lah masa dia mau libur.

Pembicaraan berlanjut

Ibu Jamu : “Iya mas sebenernya bisa aja saya tinggal di rumah atau balik ke jawa sekalian, Cuma ga enak saya sama langganan disini suka nanyain jamu saya terus. Katanya badannya enak klo udah minum jamu dari saya”

Wow…semakin salut saya sama ibu ini. Beliau berjualan jamu yang sangat terjangkau bagi kantong saya. 3 ribu per gelas. Dan dia menjajakan jamunya dengan cara berjalan kaki sambil menggendong jamunya. Yang mana pasti berat dan sangat melelahkan. Tapi demi kepuasan pelanggan dia tetap lakukan itu setiap hari. Sebuah kontribusi yang bisa dia berikan kepada orang lain. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain membuat sehat para pelanggannya, beliau juga secara tidak langsung turut melestarikan salah satu budaya Bangsa Indonesia sehingga sampai saat ini saya masih bisa bertemu dengan Tukang Jamu Gendong. A woman who sold a beverage made from various herbs by carrying them in her back.

Menjadi pelecut semangat juga bagi saya untuk terus memberikan kontribusi melalui apapun yang saya bisa lakukan dengan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki. Karena puncak dari tujuan hidup setiap manusia adalah seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk orang lain, bukan seberapa banyak yang bisa didapatkan untuk memenuhi kepuasan pribadi.

Semoga Ibu dan semua Tukang Jamu Gendong selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah Swt. Amiiin

-bcl-

Advertisements

Kabayan Jadi Presiden


Jadi saya sama istri saya pernah nonton pertunjukan seni dari mbah Sudjiwo Tejo di Taman Ismail Marzuki. Nah setelah selesai pertunjukan, saya mampir ke salah satu stand yang ada di luar ruangan pentas tersebut. Ternyata stand itu menjual rekaman – rekaman (legal) pertunjukan – pertunjukan yang sebelumnya pernah dipentaskan juga di Taman Ismail Marzuki. Iseng saya membeli 1 DVD. Judulnya “Kabayan Jadi Presiden”.

Jadi cerita dari “Kabayan Jadi Presiden” itu seru loh. Seperti kita ketahui yang namanya Kabayan itu kan tokoh yang sederhana, lucu, dan merakyat. Sebelum pentas dimulai, Mas Butet Kertaredjasa yang merupakan tim kreatif bersama Mas Djaduk Ferianto dan Mas Agus Noor bercerita kalau tokoh Kabayan itu tidak hanya milik orang sunda. Di Madura ada juga tokoh kabayan dengan nama Cak Sakera, di daerah lain juga ada dengan nama yang berbeda – beda.

Nah dalam “Kabayan Jadi Presiden” ini dikisahkan tetap Kabayan dengan kesederhanaannya, kelucuannya, keluguaanya, dan kejujurannya gelisah dengan kondisi Indonesia. Kabayan mulai sering berbicara tentang kegelisahannya kepada Nyi Iteung istrinya sampai – sampai Nyi Iteung merasa kesal dengan kabayan dan menyarankan untuk tidak perlu lah ikut politik. Lebih baik menikmati keindahan dan kenyamanan desanya yang Nyi Iteung sebut sebagai “Sepotong Surga yang masih bisa kita jaga”.

Namun kabayan tetap tidak bergeming, dia tetap terus saja membahas politik. Dikisahkan juga di pentas ini karena sifatnya yang merakyat, kabayan disenangi oleh rakyat Indonesia.  Terbukti pada bursa calon presiden yang saat itu akan dilakukan nama kabayan ternyata menjulang berada di posisi teratas. Hal tersebut membuat gelisah PARTAI CAKCAK BODAS. Sebuah partai yang memiliki keinginan yang besar dan tidak tertahankan untuk bisa berkuasa di negeri itu. Oh Iya, Jabatan tertinggi dari partai cakcak bodas adalah Pembina partai yang diperankan oleh Meriam Bellina. Jadi pemimpin tertinggi di partai cakcak bodas adalah seorang wanita. Ini mah info aja.

Setelah berdiskusi panjang lebar pada rapat partai yang  dihadiri oleh Pembina Partai, Ketua Partai, Seksjen partai, dan para anggota partai lainnya memutuskan sebuah strategi jitu “Kita ajukan saja si kabayan sebagai presiden. Tapi nanti yang atur pemerintahan adalah kita. Kita pengaruhi kabayan agar mengikuti saja apa yang kita perintah. Yaaa semacam presiden boneka lah dia”. Strategi disetujui. Disepakati pula bahwa yang bertugas melobi kabayan adalah seksjen partai yang diperankan oleh Joe Project Pop.

Sang Seksjen partai lalu bertandang ke rumah kabayan. Dia lobi sini dan lobi sana si kabayan. Dia janjikan bahwa dengan mengajukan diri sebagai presiden melalui partainya maka tidak akan ada yang bisa menghalangi kemenangan dia.

Kabayan awalnya bingung. Menurut istrinya Nyi Iteung lebih baik dia tolak. Dia bahkan sempat meminta petunjuk kepada kabayan – kabayan sebelumnya. Kabayan yang diperankan oleh Kang Tisna Sanjaya meminta petunjuk kepada Kabayan Didi Petet dan Kabayan Oni SOS. Setelah berpikir panjang. Akhirnya dia setuju.

Sesuai dugaan…Kabayan menang secara mutlak. Jadi lah dia jadi presiden…

Eh tapi ga sampe situ ceritanya..Setelah dia jadi presiden mulai lah partai cakcak bodas mempengaruhi kabayan sang presiden. Namun berbeda dengan presiden boneka yang lain (itu juga kalo ada), Kabayan tidak terpengaruh dengan partai cakcak bodas. Dia hanya tunduk kepada konstitusi dan kehendak rakyat. Setiap ada program yang diajukan dengan tujuan yang tidak jelas dan tidak logis akan dia tolak. Entah itu berasal dari partai pengusungnya ataupun partai lain akan dia tolak. Yang dia pentingkan adalah kebutuhan rakyat.

Partai Cakcak bodas yang kesal karena dia dikhianati oleh bonekanya sendiri menjadi murka dan melakukan IMPEACHMENT. Kabayan dijatuhkan dari jabatan presiden oleh partainya sendiri. Kabayan dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden sebelum dia menyelesaikan masa baktinya selama 5 tahun. Eh ga dijelaskan sih klo di negeri kabayan sana berapa lama jadi presiden. Ya anggaplah sama dengan Negara Indonesia.

Ya gitu deh pokoknya cerita dari Kabayan Jadi Presiden….

-bcl-

Semua Indah Pada Waktunya


Setiap orang pernah mengalami yang namanya kegagalan. Dimana – mana kegagalan bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima. Walau menurut pepatah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, tetap saja saat kita menghadapi kegagalan kita akan merasa sedih, kecewa, dan menyesal.

Namun, hidup juga tidak akan indah jika kita terus menerus mendapatkan keberhasilan. Seperti telah saya tuliskan dalam tulisan sebelumnya, sebuah game akan terasa lebih seru jika kemungkinan kita kalahnya cenderung besar. Sehingga ketika kita mendapatkan kemenangan, perasaan senangnya akan lebih besar ketimbang sebuah game yang kemungkinan kita menangnya lebih besar.  Jika kita bermain game yang tingkat kemungkinan menangnya tinggi, atau bahkan sudah dipastikan kita akan menang, mungkin hanya akan dimainkan sekali atau dua kali dan setelah itu bosan. Oleh karena itu, kegagalan adalah keniscayaan. Yang perlu kita persiapkan adalah bagaimana kita menyikapi kegagalan.

“Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali ketika kita jatuh”- Confucius

Siap menghadapi kegagalan memang sesuatu yang tidak bisa didapatkan dengan mudah. Diperlukan pengalaman – pengalaman gagal secara nyata yang akan membentuk kita sehingga ke depannya akan lebih siap dalam menghadapi kegagalan.

Saya pribadi cukup banyak mengalami kegagalan dalam hidup saya (lha sering gagal kok bangga ya hehehe..). Dan kegagalan – kegagalan itu membentuk mindset saya untuk lebih siap dalam menghadapi kegagalan.

Salah satu kegagalan yang saya terima adalah saat saya sedang dalam proses melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Layaknya seorang anak SMA jurusan IPA yang tinggal di Bandung, ITB adalah menjadi tujuan favorit saya untuk melanjutkan kuliah. Hasil dari diskusi dan membaca informasi saya menetapkan diri untuk menjadikan Teknik Kimia ITB sebagai tujuan saya. Cukup berat karena Teknik Kimia ITB saat itu adalah jurusan yang digadang – gadang sebagai pemilik passing grade tertinggi di ITB, bersaing dengan Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Semakin berat karena saya tidak menonjol secara akademik. Bahkan sangat jarang saya masuk ranking 20 besar di SMA.

Dan benar saja. 3 kali percobaan saya butuhkan untuk dapat diterima di Teknik Kimia ITB.

Saya adalah angkatan 45. Maksudnya angkatan dimana untuk dapat masuk ke ITB ada sebuah jalur yang bernama USM (Ujian Saringan Masuk) ITB dengan syarat sumbangan minimal 45 juta. Saat itu ada 2 USM yaitu USM daerah dan USM terpusat. 2 kali saya ikut USM dan 2 kali pula saya gagal. Tentu saat itu sangat berat saya menerima kegagalan karena terus dibayangi rasa takut bahwa saya tidak bisa kuliah di tempat favorit saya. Saat gagal di USM pertama, saya masih sedikit santai karena toh ada USM kedua.

Namun, kegagalan di USM kedua benar – benar cobaan berat bagi saya. Pertama, karena saya membuka pengumuman kegagalan tersebut di depan Guru les saya. Terbayang bagaimana saya mengecewakan beliau. Kedua, waktu pengumuman tersebut sangat berdekatan dengan waktu ujian final yaitu SPMB yang menjadi kesempatan terakhir saya untuk dapat bersekolah di ITB. Ketiga, bahkan keluarga saya pun mulai meragukan kapabilitas saya dengan mengatakan “udah pilihannya ganti aja sama yang lebih rendah. Teknik Kimia kayanya terlalu berat buat kamu”.

Jujur saja saya sempat down, dan bahkan terpikir untuk mengganti kampus pilihan. “Yang penting saya dapet tempat kuliah deh” menjadi alasan. Namun, pada akhirnya saya tetap memilih Teknik Kima ITB sebagai pilihan pertama saya. Dan benar saja, Tuhan akan bersama dengan orang yang yakin kepada-Nya. Saya berhasil lolos ke Teknik Kimia ITB pada kesempatan ketiga. Yaitu saat SPMB. Dan saya gagal menjadi angkatan 45. Karena peserta yang lulus SPMB bebas menentukan jumlah sumbangan yang akan diberikan. Alias mengisi 0 rupiah pun diperbolehan.

Kegagalan tersebut ditambah kegagalan – kegagalan selama berkuliah di Teknik Kimia ITB membentuk saya untuk lebih siap dalam menghadapi kegagalan.

Setiap menghadapi kegagalan, ada 2 hal yang selalu saya coba tanamkan dalam diri saya :

  1. Tuhan sengaja memberikan saya kegagalan. Karena saya memang belum saatnya menerima keberhasilan tersebut dan akan ada waktu yang lebih tepat bagi saya untuk menerima keberhasilan.
  2. Saat gagal, silahkan bersedih, kecewa, marah, dan luapan emosi lainnya namun cukup 5 menit saja. Setelah itu berpikir apa yang perlu dikerjakan berikutnya. Karena apapun yang kita lakukan kegagalan sudah terjadi. Tidak perlu kita ratapi karena toh hasilnya pun tidak akan berubah.

Dan itu saya praktekkan ketika berusaha mendapatkan beasiswa LPDP.

Banyak selentingan beredar bahwa seleksi LPDP adalah formalitas jika kamu adalah alumni dari universitas favorit dan sudah memiliki LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan. Dua syarat yang saya pegang ketika saya apply beasiswa LPDP pertama kali. Hasilnya? Saya gagal.

Kegagalan pertama tersebut masih saya anggap kebetulan. Lalu saya apply untuk yang kedua. Dan kembali GAGAL. Sempat kecewa + malu juga karena 2 kegagalan itu. Beasiswa LPDP yang digadang2 cukup mudah didapat malah saya gagal. 2 kali pula.

Namun cukup 5 menit saya sedih. Setelah itu saya berpikir tidak ada gunanya juga berlarut – larut dalam kegagalan. Yang perlu saya pikirkan adalah apa langkah selanjutnya. Saya memutuskan akan terus berusaha pada kesempatan ketiga dengan memperbaiki Essay saya yang saya prediksikan menjadi penyebab dua kegagalan sebelumnya.

Untuk semakin menguatkan semangat saya, saya juga berpikir positif kepada Tuhan. Mungkin memang Tuhan sengaja membuat saya gagal, karena selang waktu antara pengumuman kelulusan dan masa awal kuliah di Luar negeri sana sangat mepet. Saya yang belum berpengalaman sama sekali dalam mengurus visa dan sebagainya malah mungkin akan keteteran dan akan bermasalah jika diluluskan pada kesempatan ini. Sehingga mungkin Tuhan sedang berkata “Aku sudah menyiapkan waktu yang tepat untukmu. Sabar ya”.

Saya coba untuk yang ketiga kalinya. Kali ini tanpa LoA. Dan Alhamdulillah akhirnya saya berhasil. Dan benar saja. Tuhan menyiapkan segalanya tepat pada saatnya. Selain kelapangan waktu karena saya diberikan waktu hampir 1 tahun untuk menyiapkan keberangkatan. Saya juga diberi bonus. Saya dimasukkan ke dalam PK-23. Akan saya ceritakan tentang PK-23 ini pada tulisan saya berikutnya. Yang jelas, PK-23 adalah PK terbaik dan sebuah keluarga baru bagi saya. Sebuah keluarga yang sangat sangat luar biasa.

Terima kasih Tuhan atas semua anugrah yang diberikan.

For me. It takes 3 attempts to go to ITB. So does LPDP – Agung Satriyadi Wibowo

Salam,

bcl

Life is easy – Jon Jandai


Setelah sekian kali gagal login karena lupa password (karena lama pisan ga buka blog ini hehe) bisa masuk juga kesini.

Kali ini saya mau cerita tentang Mindset seseorang yang mungkin berbeda sama kebanyakan orang.

Nama Orang ini adalah Jon Jandai. Kewarganegaraan Thailand.

Dalam sebuah video, dia bercerita bagaimana kehidupan masa kecilnya sangatlah indah. Kehidupan di desanya sangat menyenangkan, hampir tidak ada beban. Apalagi saat itu dia masih anak – anak.

beranjak dewasa, dengan adanya TV maka desa mereka juga terhubung dengan dunia di kota besar. Informasi – informasi baru lalu muncul yang mengatakan bahwa “Hidup di desa itu tidak sukses. Kamu harus mencapai kesuksesan dan sukses itu ada di Kota Bangkok”.

Jon Jandai lalu merasakan hidup di Bangkok. Seperti normalnya kehidupan di kota besar, maka dia harus kerja sangat keras. Bersaing dengan orang lain dan berjuang untuk hidup.

Dalam menghadapi kerasnya Bangkok, lantas dia teringat akan kehidupannya di desa dulu. Dan dia pun berpikir

“Saya sudah bekerja lebih keras daripada ketika saya ada di desa, tapi kenapa dengan kerja lebih keras di kota besar saya hanya dapat makan dengan semangkok mie? dan saya harus tidur di ruangan yang sempit dan panas”.

Jon Jandai pun kembali ke desanya. Mencoba hidup seperti saat dahulu kala. Dan terbukti, hidupnya jauh jauh lebih nikmat dan lebih nyaman ketimbang ketika dia hidup di Bangkok. Ada 4 hal yang diterangkan oleh Jon Jandai pada video tersebut:

Pangan

Seperti telah disebutkan sebelumnya. Dengan bekejar minimal 8 jam sehari, maka Jon hanya bisa makan dengan semangkok mie untuk dirinya sendiri. Namun, ketika dia di desa. Hanya dengan bekerja 2 bulan dalam 1 tahun dia bisa memberi makan yang bergizi kepada keluarganya (Total 6 orang). Nasi dia ambil dari sawah yang diolahnya sendiri. Sayur dan buah-buahan diambil dari kebun yang juga dia tanami sendiri. Ikan dia ambil dari kolam yang dia miliki sendiri.

Hanya 2 bulan dalam 1 tahun. 1 Bulan saat menanam dan 1 bulan saat memanen. Sisanya 10 bulan free-time. Jon juga menyebutkan mengapa di Thailand dulu banyak sekali festival. Setiap bulan ada saja festival, karena memang orang – orang disana lebih banyak free-time. Dengan lebih banyak free-time mereka lebih bisa mengenali dirinya sendiri dan bisa lebih menghargai dirinya sendiri.

Sandang

Ketika di Bangkok dulu, Jon pernah membeli sebuah celana jeans. Memerlukan waktu 1 bulan menabung baginya untuk bisa membeli jeans tersebut. Setelah dia membeli dan memakai celana tersebut. Maksudnya agar dapat berpakaian seperti artis – artis yang dia lihat di TV. Tapi apa yang terjadi? tidak ada perubahan dengan menggunakan celana tersebut. Jon merasa bodoh. Menghamburkan uang yang sangat besar hanya untuk celana jeans yang bahkan tidak memberikan perubahan apapun bagi dirinya. Mulai saat itu dia tidak mau lagi mengikuti fashion.

“Jika kita mengikuti fashion, kita tidak akan pernah mencapainya. Ya namanya juga kita hanya mengikuti. Udah ga usah ngikutin. Disini aja. Gunakan apa yang kita punya”

Sejak di desanya, 20 tahun Jon tidak pernah membeli satupun pakaian. Darimana dia dapat pakaian? Ternyata dari wisatawan yang meninggalkan/memberikan pakaiannya setelah mereka berkunjung ke tempat Jon.

Papan

Awalnya Jon merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki rumah. Kenapa?
Karena saat di Bangkok dia berpikir

“Lulusan terbaik dari universitas saja, biasanya membutuhkan 30 tahun bekerja agar mereka benar – benar memiliki rumah. Jika begitu, saya tidak mungkin bisa memiliki rumah karena saya kuliah pun tidak”

Namun mindset nya benar – benar berubah saat dia ada di desa.

Dia menyisihkan waktu setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 7 pagi untuk pelan – pelan membangun rumahnya sendiri (Ngereuyeuh bahasa sunda na mah). Dan apa yang terjadi? 3 bulan kemudian dia benar – benar memiliki rumah yang dia bangun dengan tangannya sendiri.

“Mungkin sama seperti orang – orang yang ada di kota. Sama – sama bekerja selama 3 bulan dan kami juga akan sama memiliki sebuah rumah yang bisa kami tinggali. Tapi setelah 3 bulan itu, mereka terlilit hutang selama 30 tahun yang harus dibayarkan setiap bulan”

Hampir setiap tahun setidaknya Jon membangun sebuah rumah. Dan yang menjadi masalah dia setiap malam adalah “RUmah mana yang harus saya tinggali malam ini” hahahaha.

Kesehatan

Kesehatan juga menjadi hal yang ditakutkan oleh Jon saat ada di desa. Bagaimana jika nantinya dia atau keluarganya sakit? Dia tidak memiliki tabungan uang atau asuransi kesehatan.

Namun dia memiliki mindset. Ketika kita sakit, itu hanyalah tanda bahwa kita melakukan hal yang salah kepada diri kita. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada diri kita sendiri dan kembali ke alam. Oleh karena itu, untuk masalah kesehatan ini dia kembali ke alam. Dia gunakan air putih dan apa yang ada di alam sebagai “obat alami”nya.

Jika kita perhatikan. Memang keempat hal itulah yang biasanya menjadi ketakutan bagi setiap orang. Oleh karena itu setiap orang bekerja dengan sangat keras untuk memastikan bahwa keempat hal di atas dapat mereka peroleh.

Makanan, Pakaian, Rumah, dan Kesehatan. Dan mindset yang ada adalah bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dan bisa digunakan untuk membeli 4 hal tersebut.

Namun ternyata Jon berpikir dan bertindak lain. Ketika mayoritas manusia memiliki mindset di atas dan berlomba – lomba menjadi yang terbaik, Jon menarik diri dari “balapan” itu dan berjalan ke arah lain. Berjalan ke arah yang tidak banyak orang berminat mengikuti jalan itu.

Hasilnya, dia saat ini menjadi orang yang benar – benar “merdeka”

Dia memiliki sumber makanan yang tidak tergantung kepada orang lain. Silahkan BBM naik, silahkan listrik naik. Toh klo masalah makanan saya punya sendiri bahan makanannya. ga harus beli ke orang lain dan menjaid tergantung pada orang lain

Dia memiliki pakaian yang biasa saja. Namun dia tidak peduli Justin Bieber memakai baju apa. Memiliki style rambut yang seperti apa. sehingga dia tidak harus mengikuti trend fashion yang ada.

Dia dapat membangun rumahnya sendiri. Dia bisa tenang karena selama 15 atau 30 tahun ke depan tidak dikejar – kejar oleh tagihan yang harus dia bayar setiap bulan.

Dia juga percaya bahwa obat dari segala penyakit yang akan dia hadapi ada di sekitar dirinya. Sehingga dia tidak perlu memilah milah mana asuransi yang baik dan aman baginya.

Sebagai penutup, saya sampaikan kata – kata penutup dari Jon Jandai. Jika teman – teman ingin melihat video full nya saya sertakan videonya di bawah ini.

“Choice to be easy, or choice to be hard. It depends on you”

-bcl-

Tanggung jawab sendiri


Bismillahirrahmanirrahim…

Cerita kali ini akan bercerita sedikit tentang manusia luar biasa yang pernah hidup di muka bumi ini. Saking luar biasanya, Nabi Muhammad SAW pun menyebut nama beliau ketika ada ditanyakan “siapakah yang paling engkau cintai di antara manusia yang pria”.

Beliau adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Manusia kedua yang memeluk Islam setelah Nabi Muhammad SAW.

Pada masa awal – awal Islam diperkenalkan, banyak tantangan dan hambatan dari orang – orang yang menganggap Islam adalah ancaman. Hal tersebut berlaku pula bagi para budak yang memeluk Islam. Mereka mendapatkan siksaan dari tuannya yang marah karena ke-Islam-an mereka. 

Abu Bakar Ash-Shiddiq yang berasal dari keluarga mampu memiliki inisiatif untuk memerdekakan para budak tersebut.

Kisah yang paling terkenal tentu saja saat Abu Bakar Ash-Shiddiq memerdekakan Bilal dari tuannya yaitu Umayah Ibn Khalaf dengan cara menukar Bilal dengan budak Abu Bakar Ash-Shiddiq yang lebih kuat daripada Bilal.

Namun, selain Bilal ada beberapa budak lain yang dimerdekakan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. Di antaranya adalah Amir Ibn Fahirah, Ummu Ubais, Zanirah, Hayy, dan Nahdiah beserta putrinya, 

Tindakan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang memerdekakan banyak budak tersebut disayangkan oleh ayah beliau. yaitu Abu Quhafah. Abu Quhafah mempertanyakan keputusan anaknya. Kenapa dia tidak memilih memerdekakan budak yang lebih kuat dan dijadikan penjaga olehnya. 

Dan, jawaban Abu Bakar adalah “Ayah, aku melakukan ini semata – mata karena Allah.”. Jawab Abu Bakar dengan lembut.

(disadur dari buku “Kisah Hidup Abu Bakar Ash-Shiddiq” karya Dr. Musthafa Murad).

—————————————————————————————————————————————————

Ada satu point menarik yang saya rasa bisa kita gunakan dalam kehidupan kita saat ini.

Dalam kisah di atas dapat dilihat bahwa Abu Bakar berbeda pendapat dengan ayahnya. dengan kata lain, Abu Bakar “tidak nurut” apa kata ayahnya. Ayahnya memintanya untuk membeli budak yang lebih kuat untuk menjaganya. Namun pilihan dia adalah membebaskan budak muslim yang disiksa oleh tuannya. Lalu pilihan mana yang terjadi? Tentu saja pilihan Abu Bakar, karena beliau lah yang menentukan arah hidupnya sendiri.

Jika mau dimirip – miripkan, kejadian tersebut akan kita alami. Saat kapan? Salah satunya adalah saat kita menentukan masa depan kita. Pada saat menentukan kuliah, akan ada perbedaan pendapat. dalam kasus saya dahulu, Ibu saya meminta saya untuk mendaftar ke fakultas kedokteran agar dapat menjadi dokter. Namun saya coba jelaskan kepada Ibu saya bahwa saya orangnya takut melihat darah, jika dipaksakan bukannya menjadi dokter yang baik, namun mungkin saja saya akan berhenti di tengah jalan. Saya mengatakan bahwa minat saya di bidang teknik. Pilihan mana yang terjadi? Tentu saja pilihan saya karena saya-lah yang menentukan arah hidup saya sendiri.

Keadaan lain adalah ketika kita selesai kuliah. Ada di antara kita yang menghadapi dilema “aku pengen kerja di perusahaan pangan, tapi orang tuaku memintaku untuk kerja di bank”. atau “aku ingin mencoba usaha, namun orang tua ku memaksaku untuk bekerja”.

Abu Bakar pun dulu tidak ada yang menjamin bahwa Islam adalah agama yang paling tepat. yang menjamin beliau untuk memutuskan percaya kepada Islam adalah keyakinannya terhadap Nabi Muhammad bahwa Nabi Muhammad selalu berkata jujur. Nabi Muhammad pun tidak memaksa beliau untuk masuk Islam. Abu Bakar sendiri yang memutuskan untuk memercayai Nabi Muhammad.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengajak rekan – rekan untuk membangkang kepada orang tua. Bukan pula dimaksudkan untuk mengesankan bahwa pilihan orang tua selalu lebih salah ketimbang pilihan kita. 

Maksud dari tulisan ini adalah mengajak rekan – rekan untuk menentukan terlebih dahulu untuk masa depan kita sendiri akan seperti apa. Cari informasi yang banyak. Curhat sama diri sendiri yang banyak inginnya seperti apa. Setelah ketemu, yakinkan kepada diri sendiri itu adalah yang terbaik untuk kita. Insha Allah selama niatnya positif Allah akan membantu. Selain itu, perlu juga disampaikan kepada orang tua dan meminta izin untuk mengejar masa depan seperti yang kita inginkan. Insha Allah orang tua akan mengerti karena pada dasarnya bukan menjadi dokter yang orang tua kita inginkan, bukan kaya raya yang orang tua kita inginkan. Orang tua kita hanya ingin kita bisa hidup bahagia. Insha Allah.

Agar kelak, di masa depan tidak ada perkataan yang menyalahkan orang lain jika hidup kita tidak sesuai. Tapi yang ada adalah rasa syukur karena kita telah memilh jalan yang kita inginkan. amin.

-bcl-

 

Kearifan Lokal Mang Kabayan


Tulisan kali ini dibuat dalam rangka turut berduka cita atas meletusnya Gunung Kelud. Mudah – mudahan bencana ini dapat menjadi tamparan kesekian kalianya bagi rakyat Indonesia. TUlisan di bawah ini adalah tulisan di milis alumni ITB oleh seorang alumni yang menyebut dirinya Mang Asep Kabayan. Beliau menulis tentang kearifan lokal di balik bencana yang tidak berhenti melanda Indonesia. 

—————————————————————————————————————————————————————-

Kalau dari sisi spiritualitas mah menurut kasepuhan Cipaku ini memang fase terakhir dari Sasakala Sangkuriang Kabeurangan, dimana Jatigede Bendungannya Sudah Hampir Jadi dan Kabuyutan Cipaku Lemah Sagandu Situs Cipeueut mau ditenggelamkan. Beuki tarik beuki deukeut, semakin kencang semakin dekat. Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya. Kabuyutan dirusak bencana bagi dunia. Kabuyutan Cipaku mau ditenggelamkan daerah lain dpt giliran tenggelam duluan. Wayahna da bongan sorangan, jangan mengeluh karena ulah sendiri tidak mengikuti aturan Kabuyutan.

Dalam Al Qur’an pun + Torat sekarang adalah sudah mendekati akhir Zaman, sekarang tahun 5774 menurut torat. Menurut Al Qur’an penciptaan alam semesta dalam 6 hari, dan satu hari adalah 1000 tahun, jadi kalau sempurnanya alam semesta itu 6000 tahun, apakah sekarang termasuk 1000 tahun terakhir? Menurut kalender torat 5774 thn sudah berlalu maka sisanya ada 226 thn lagi? 

Akhir Zaman bukan berarti akan terjadi kiamat dimana alam semesta akan hancur namun akan ada pergantian Zaman baru. Seperti sebelum-2nya ada zaman dinosaurus, zaman manusia purba, dan sekarang zaman manusia “modern” dimana banyak para ahli yang kemudian mulai berfikir tentang masalah kritis dunia in the next 50 years yg menulis richard moore peraih noble kimia 11 tahun yang lalu yaitu thn 2003 dimana masalahnya diantaranya : Air, Pangan, Energi, Moral, Kemiskinan, Kesehatan, Populasi, Terorism, dlsb. 

Nah untuk befikir 50 tahun kedepan saja mulai berat, apakah sampai ke 226 tahun kedepan? Wallohualam. Manusia modern ini cukup boros dalam menghabiskan natural resources. Orang-2 hollywood pun mulai menyindir dgn adanya filem yg menggambarkan hancurnya sebuah planet sebut saja filem Superman dimana planet kripton hancur, begitu juga Transformer dimana planetnya kehabisan natural resources. 

Kalau menurut Sasakala Sangkuriang Kabeurangan kalau Kabuyutan Cipaku tidak digenangi maka Cimanuk Marigi Deui, Cipaku Ngadeg Nagara, akan timbul kebaikan karena manusia sudah tidak lagi memikirkan hanya duniawi dan merusak tatanan harmonis kehidupan alami, maka kemudian Zaman akan berubah positif dan kemakmuran bisa tercipta. Sebaliknya kalau Kabuyutan Cipaku jadi digenangi maka Bandung Heurin Ku Tangtung, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, dan Cirebon Kabongbodasan, akan semakin buruk dunia ini karena nafsu manusia sudah di atas segalanya mengalahkan segala hal termasuk nilai-nilai kebaikan dan nilai-2 luhur spiritual masyarakat. 

Gunung Kelud status sudah Siaga ya? 

Alhamdulillah kemarin SBY ke Sumedang katanya mau meninjau ulang Jatigede, entah betul entah enggak. Tapi kalau SBY pada akhir jabatannya menyetujui penenggelaman Lemah Sagandu Situs Cipeueut maka nasibnya akan sama dengan Suharto dan Dani Setiawan. Soalnya beuki tarik beuki deukeut, semakin keras semakin kencang juga Alam Semesta memberikan balasannya.

Nah kalau SBY tidak jadi menggenangi pada akhir masa Jabatannya mungkin akan smooth ending, Ibas bisa terselamatkan, dan bagian keluaganya kedepan bisa ikut berpartisipasi lagi mencalonkan diri. 

Nah bagaimana agar dunia ini selamat maka harus menjalankan nilai-nilai luhur universal Kabuyutan, manusia harus melakukan revolusi keuyeup bodas, revolusi budaya, moral n’ spiritual, harus balance antara kehidupan dunia dengan spiritual. 

Terlampir berita sogokan Test CPNS di Koran PR hari ini di Ciamis dan mungkin modusnya kurang lebih sama di daerah-2 yg lain. 

Prof. E. Gumbira Sa’id guru besar IPB menyampaikan segitiga kehidupan itu ada tiga : Pangan, Energi, n’ Moral. Moral bangsa-2 di dunia bisa diukur salah satunya dari Corruption Perception Index dimana Indonesia score-nya 3 (10 yang terbersih). Singapur 9, New Zeland 9, Skandinavia 9 … Amerika itu 5 kalau tidak salah. 

Nah Kabuyutan itu selain penjaga keseimbangan lingkungan juga moral makanya di Kabuyutan Cipaku ada istilah Katukuhan Cipaku, Tukuh, Pengkuh, Istikomah, Straight, Lurus, Committed menjalankan aturan-2 norma-2 n’ nilai-2 luhur kabuyutan. Aturan-2 itu universal diantaranya kejujuran, tidak mencuri, tidak menipu, tidak merusak, tidak merugikan, saling membantu, sabilulungan, dlsb. Istilah dalam pewayangan mah padepokan kasemaran, dewa ismaya yang memegang teguh kejujuran, kesederhanaan, rendah hati, dlsb. Itulah sebenernya Makna AJI PUTIH ~ Aji = Ilmu, Putih = Bersih. Jadi jangan berharap datang ke Situs Cipeueut Punden Berundak Aji Putih untuk belajar ilmu santet yang ada justru akan katulah. 

SBY di akhir periode-nya cukup lumayan lah… KPK cukup berperan positif dan progresif banyak kasus korupsi besar yg berhasil diusut seperti Dinasti Banten, Hambalang, Al Qur’an, MK, dlsb. Di Facebooknya SBY itu merupakan klaim-nya pemerintahan SBY :). Walopun ada perpanjangan umur pensiun PNS Eselon 2 itu menciderai semangat regenerasi :((. 

Jadi kalau dunia ini mau selamat Stop Jatigede sekarang juga dan alihkan fungsinya dari Mega Dams yang menenggelamkan Kabuyutan menjadi Kawasan Konservasi dan Pusat Pendidikan Moral & Spiritual yang UNIVERSAL dan GRATIS, ngak pake bayar semuanya dibiayai oleh negara. Untuk para konglomerat hitam saja negara menghabiskan 700 trilyun untuk BLBI dan bunganya harus dibebani rakyat sampai 2033 tiap tahun 80 Trilyun. Saatnya Indonesia bangkit melalui Revolusi Keuyeup Bodas dengan Target 10 tahun yang akan datang Score Corruption Perception Index Indonesia adalah 5 dan 10 tahun kemudian Score Corruption Perception Index-nya 9. Jadi dalam 20 tahun Indonesia bisa menyaingi Singapura dan New Zealand juga Negara Skandinavia yang bersih dari korupsi. 

Nuhuuuuns, 
Mang Asep Kabayan 
http://www.udarider.com 

Humor ala Gus dur (copas)


Kemarin – kemarin tulisan saya serius mulu, relax dikit ah dengan humor. Bukan humor fresh buatan saya sih, tapi guyonan ala Alm. Gus Dur yang saya copas dari link ini : 

Humor Gus Dur: Tentara Indonesia paling pemberani

Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Kebetulan juga, di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan.

Bill Clinton: Kalau Anda tahu, prajurit kami adalah yang paling berani di seluruh dunia. Mayor (memanggil prajurit Amerika) sini deh, coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor: (walau tahu ada hiu) Siap pak, demi “The Star Spangled Banner” saya siap (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang). Coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali!

Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kamu. Kembali ke tempat. Anda lihat Pak Clinton, prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda (tersenyum dengan bangga)

Gus Dur: Kopral ke sini kamu (setelah datang) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali, ok?

Kopral: Hah..? Anda gila yah! Presiden nggak punya otak, nyuruh berenang bersama hiu, kurang ajar!!! (sang kopral pun pergi meninggalkan sang presiden)

Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Koizumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! Hidup Indonesia … !!!

Itulah Gus Dur . Presiden RI dengan masa pemerintahan yang pendek, tapi sudah memberi kontribusi bagi negeri ini, terutama guyonan-guyonan khasnya yang tak lekang zaman.

%d bloggers like this: